NovelToon NovelToon
Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:344.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: khitara

matia matian seorang gadis cantik yatim piatu bernama Malayka Khumaira Rasyid berusaha mempertahankan dan mewujudkan cita citanya di tengah tengah cercaan dan hinaan.

seorang tuan muda tampan dan masih merupakan kerabat pemilik yayasan tempat ia menuntut ilmu karena mendapat bea siswa mampu memberi suport dan diam diam menjadi penyemangatnya dan bertahta di hatinya.

namun seorang putra mahkota dari sang pemilik yayasan justru berhasil merenggut paksa kehormatannya membuatnya harus rela melepaskan dan melupakan semua impian dan cita cita yang telah mati matian tengah ia perjuangkan

gadis itu memilih pergi, namun setelah sepuluh tahun berlalu ia malah harus bertemu kembali dengannya dan justru membuat dirinya tiba tiba menjadi seorang wanita kedua.

" beri aku seorang anak darimu, setelahnya aku akan membebaskanmu memilih jalan hidupmu " Zain

mampukah ia menerima kenyataan pahit itu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Seorang gadis cantik berambut panjang tergerai nampak setengah berlari kearah seorang gadis berhijab yang nampak baru keluar dari ruang guru.

Gadis cantik berhijab itu bernama Malayka Khumaira Rasyid atau biasa di panggil Alika.

Dia duduk di bangku kelas 12 SMA dan usianya hampir 18 tahun satu bulan kedepan tepatnya beberapa minggu setelah kelulusan mereka nanti.

Alika gadis yang sangat cantik, Matanya bulat hidungnya mancung, bulu matanya lentik. Bibirnya tipis dan mungil serta berwarna kemerahan. Kulitnya putih dan bersih tanpa sentuhan kosmetik, sungguh Alika adalah definisi gadis cantik yang sesungguhnya meski ia memiliki tinggi tubuh tak terlalu tinggi, boleh di kata ia hanya memiliki tinggi rata rata anak perempuan dewasa saja.

Dia murid yang sangat cerdas itulah sebabnya kenapa ia menjadi kesayangan para dewan guru meski ia bukanlah berasal dari strata sosial yang tinggi. Dirinya memilik tutur bahasa yang lembut juga kesopanan yang patut di acungi jempol.

Sayang kehidupannya tak sebaik parasnya. Ia besar di panti asuhan karena sejak lahir ia memang telah berada di sana dan baru tiga tahun belakangan ia memutuskan hidup mandiri keluar dari panti asuhan.

Ia mencoba peruntungan sebagai pelayan rumah makan sebagai biaya hidupnya selama ia hidup mandiri.

Keputusan itu terpaksa ia ambil demi menggapai cita citanya. Otaknya yang memang brilian membuatnya memperoleh beasiswa dari sebuah yayasan sekolah berstandar Internasional milik salah satu pengusaha tersohor yang letaknya jauh dari panti asuhan tempat ia tinggal. Itulah sebabnya ia memutuskan untuk kos..

ia tak menghiraukan kehadirannya yang sama sekali tak di terima dengan baik di sekolah itu karena memang status sosial yang ia tak punya. Ia sadar...hidup memanglah butuh perjuangan dan pengorbanan karenanya, meski disetiap langkahnya ia seakan melangkah di atas duri dan bara api karena perlakuan mayoritas teman teman seangkatannya yang selalu mengucilkan dirinya juga membullynya ia terus melangkah.

Meski terkadang langkahnya terasa terseok seok dan teramat sulit, Alika tetap tak mau putus asa, terbukti dengan dirinya yang masih mampu bertahan hingga satu bulan kedepan ia akan menghadapi ujian akhirnya juga sebagai tanda kelulusannya serta keberhasilannya dalam menggapai impiannya.

Impian Alika tidaklah muluk muluk, ia hanya ingin bekerja dan mendapatkan penghasilan untuk sedikit merubah kehidupannya juga adik adiknya di panti asuhan.

Ya...Alika menganggap semua yang ada di panti asuhan tempat ia tinggal dulu adalah saudaranya dan ibu panti juga ibu kepala panti yang ada disana adalah orang tuanya.

Hanya sesimpel itu impian gadis cantik bermata bulat itu.

Hanya segelintir yang bersedia menganggap keberadaannya. Amrita Saraswati yang sangat baik padanya adalah satu satunya teman wanitanya selama ini yang memang ikhlas berteman dengannya sejak kelas satu.

Salah satunya ada Ohan Omar Yusuf. Satu satunya pria yang mampu membuat sifat cerianya kembali terlihat. Alika sebenarnya memanglah gadis yang ceria. Namun keadaan seakan memaksa keceriaan terhapus di wajahnya.

Perhatian Ohan juga menjadi salah satu sebab ia tak di sukai di sekolahnya selain strata sosial juga perhatian para dewan guru kepadanya.

" jadi kamu sudah datang dari tadi ?! " tanya Amreta setelah ia berada dekat dengan Alika.

" iya..tadi bu Amina bilang aku suruh langsung menghadap kepala sekolah " jawab Alika pelan

" oh ya...ada apa emangnya, kamu ada masalah ?! Ngomong sama aku Al...." Amreta terdengar khawatir, ia sangat tahu sahabatnya itu sering sekali menjadi bahan bullyan anak anak lain yang memang berasal dari keluarga yang termasuk konglomerat.

Sebenarnya Amreta juga berasal dari keluarga yang cukup kaya karen ayahnya yang juga seorang pengusaha. Tapi ia lebih memilih bersahabat dengan Alika sang gadis penerima beasiswa prestasi.

Dan keluarganya tak mempermasalahkan itu.

Baginya bersahabat dengan Alika memberinya banyak pelajaran hidup dan mengajarkannya akan rasa syukur.

" tidak...kau tahu ? " Alika menjeda kalimatnya dan Amretapun menggeleng

" aku berhasil mendapatkan beasiswa masuk universitas ta...mereka bilang terserah padaku, mau memilih universitas yayasan yang akan langsung memberiku pekerjaan selepasku lulus kuliah atau universitas negri. Mereka berjanji akan membantuku Amreta "

terang Alika dengan wajah berseri seri sembari menggenggam kedua tangan sahabatnya itu tak lupa senyum lepas tersungging di bibir mungilnya.

" oh ya...benarkah, woahhh senangnya aku mendengarnya Alika. Katakan padaku dimana kau akan kuliah, aku akan mendaftar di tempat yang sama denganmu " sambut Amreta dengan sangat antusias juga.

" tentu saja universitas yayasan pemberi beasiswa padaku ta...kau tahu kan aku sangat ingin sekali segera bekerja dan mereka menjanjikan itu. Selain itu itu juga sebagai balas budiku karena telah memberiku beasiswa dan kesempatan belajar di sekolah elit ini " jawab Alika percaya diri

" baikalah...aku ikut kemanapun kau mendaftar " ucap Amreta sembari memeluk sahabatnya itu.

" oh ya Al....hampir saja aku lupa, tadi Ohan mencarimu " tambah Amreta, Alika mengerutkan keningnya.

" Ohan...?! " Tanya Alika

1
aoi_chan
sebenernya aku agak gimana gitu baca novel yg tokoh"nya jder ky gini,,cuma klo alurnya bagus fine" aja sih,,,saran aja sih kak,,,bikin cerita yg latar belakang tokohnya agak simpel gitu,,,klo tajir ya gak usah ampe melintir ky gini,,,agak nya susah buat aku ngehalu klo latar belakang tokohnya aja kurang bisa digapai ky gini🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Siti Nurhasanah
kok bisa? menikah diam²? emang siapa walinya? kan ayahnya masih hidup? bahkan dia punya 2 saudara laki² kalo tak ada ayahnya
Siti Nurhasanah
seperti Shafeea (Gadis Tak Bernasab) yg hanya menyukai tanaman hias berdaun hijau saja tanpa berbunga.
Dwi Rana
bagus
Tuti Tyastuti
kasihan si kake pen ngusap cucu mantu tapi gx bisa🤭🤭
Tuti Tyastuti
waduh si kake nih
Tuti Tyastuti
semoga bahagia semuanya
Tuti Tyastuti
dasar ricko
Tuti Tyastuti
mantap
Tuti Tyastuti
bumil sensitif🤭
Tuti Tyastuti
semangat
Tuti Tyastuti
lanjut
Tuti Tyastuti
🤭🤭🤭
Tuti Tyastuti
semoga bahagia alika dan zaidan
Tuti Tyastuti
Alhamdulilah kake dah sadar dan merstui
Tuti Tyastuti
semangat nadi
Tuti Tyastuti
mewek thor bacanya😭😭
Tuti Tyastuti
syok zaidan lihat kekeny posesif
Tuti Tyastuti
ya kamu terlalu memaksakan nadir
Tuti Tyastuti
itu lebih baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!