Irfandy saputra adalah seoarang CEO tampan, yang baik hati dan juga peramah, tapi itu semua berubah saat tunangan nya natasya kecelakaan di hari pernikahan mereka.
di saat saat nafas terakhir natasya malah melamar adinda sahabat baik nya untuk menggantikan diri nya menikahi irfan..
akankah irfan bisa menerima adinda di kehidupan nya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhuwee dealova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1
Di sebuah mansion terlihat dua orang gadis yang sedang bersenda gurau di dalam kamar, Anastasya sang mempelai wanita dan Adinda sang sahabat setia.
Anastasya yang sedang di rias oleh perias handal asik bersenda dengan adinda
"Sya udah dong kasihan mbak nya jadi kualahan merias wajah mu'' ucap Adinda
''Tapi aku sedang bahagia hari ini Din'' jawab Natasya.
''Iya aku tau Sya hari ini kamu akan jadi ratu sehari" ujar Adinda lagi
''Tapi Din aku penasaran deh siapa sih jodoh kamu nanti kamu kan gak pernah pacaran buruan Din cari pacar jatuh cinta itu menyenangkan'' ucap Natasya lagi
''Hhmmm.. '' jawab Adinda malas.
Di sisi lain di sebuah gedung yang megah tepat nya di tempat yang akan di gelar pesta pernikahan seorang CEO ternama di kota ini, suasana sudah mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan
Weni terlihat mondar mandir kesana kemari mempersiapkan segala kebutuhan,
kali ini Weni sedikit kualahan untuk menyelesaikan pekerjaan nya karena sang bos tidak hadir untuk membantu nya,
Weni adalah asisten Adinda sang WO dari resepsi pernikahAn sekaligus sahabat dari Natasya.
Natasya sendirilah yang memilih Adinda untuk menjadi WO di pernikahan nya dengan Irfan.
''Aduhhh bos memang ya kalau sahabat bos yang mengadakan acara saya harus bekerja ekstra'' keluh Weni.
Tring... tring.... dering ponsel Natasya
''Din tolong angkat sebentar siapa yang telfon'' ucap Natasya.
''Dari tuan Irfan sya, aku gx berani angkat'' jawab Adinda
Adinda memang tidak pernah berinteraksi langsung dengan Irfan,Irfan terlihat sangat cuek dengan Adinda.
Padahal Natasya selalu menceritakan kalau Irfan org yang baik dan peramah
Tapi hanya dengan tunangan nya Natasya saja menurut Adinda
"Hallo mas" ucap Natasya saat mengangkat telfon dari Irfan.
"Hallo sayang apa sudah siap ?" tanya Irfan
"Sudah mas kami baru akan berangkat, mas duluan saja ke gedung tak perlu menjemput kemari saya dan Adinda akan di antar pak Anto saja mas" ucap Natasya
"Baiklah sayang" jawab Irfan.
Semua keluarga dari kedua mempelai sudah hadir di gedung resepsi
mempelai pria pun pun sudah ada di tempat
tapi kenapa mempelai wanita tak hadir juga,
Para tamu undangan sudah berbisik-bisik menanyakan kemana mempelai wanita
"Atau jangan-jangan mempelai wanita nya kabur di hari pernikahan seperti di novel-novel ya jeng" ucap salah seorang tamu undangan yang sedang bergosip
Tut.... tut... tut. dering ponsel tapi tak di angkat oleh Natasya
Irfan sangat khawatir kenapa Natasya tak sampai-sampai juga
lelah menunggu, Irfan memerintahkan Kelvin untuk mencari tahu kenapa Natasya bisa terlambat
"Tuan muda, Nona di rumah sakit sekarang Nona mengalami kecelakaan, tuan,"ucap Kelvin di sebrang telfon.
Irfan sangat cemas mendengar kabar Natasya kecelakaan Irfan berjalan mendekati tuan Anthony selaku ayah dari Natasya.
"Om.. Natasya kecelakaan sekarang d rumah sakit'' bisik Irfan di telinga Anthony
"Apa...? Natasya kecelakaan," Anthony syok mendengar putrinya kecelakaan
Semuanya buru-buru ke rumah sakit untuk memastikan keadaan Natasya
"Tuan Irfan" panggil seorang perawat yang keluar dari ruang UGD.
"Iya saya sus" jawab Irfan,
"Sus bagaimana keadaan putri saya sus" tanya nyonya Desi, mamanya Natasya.
"Untuk saat ini kami belum bisa memastikan keadaan nona, sebaiknya keluarga banyak berdoa," Jawab suster
"tuan Irfan silahkan masuk, nona Natasya memanggil anda" sambung sang suster
Irfan bergegas masuk ke dalam ruangan sembari meneteskan air mata tak kuasa melihat sang tunangan terkulai lemah, terlihat Dokter masih sedang berjuang menyelamatkan Natasya
"Mas..." Panggil Natasya lemah nyaris tak terdengar.
"Siiisssttt jangan katakan apapun sayank, kamu akan baik2 saja" Ucap Irfan seraya menggenggam tangan Natasya
"Mas.... menikah lah dengan Adinda, ini permintaan terakhir ku mas" ucap Natasya lagi
"Sayang jangan bicara begitu kamu akan baik-baik saja" ucap Irfan dengan air mata tak terbendungkan
"Bawa Adinda kemari mas, panggilkan Mama dan papa juga, ucap Natasya kemudian kembali tak sadarkan diri
Irfan keluar dari ruangan UGD dengan mata sembab, tanpa mau mendengarkan permintaan Natasya, bagi Irfan Natasya akan baik2 saja
"Gimana Natasya Fan" tanya Anthony
"Entah lah om" jawab Irfan
"Saya tidak ingin berfikiran negatif hanya berharap Natasya akan baik-baik saja" sambung nya lagi
Di lain ruangan Adinda sedang di tangani oleh beberapa dokter,
Adinda tidak terluka parah hanya cedera tangan dan kepala nya yang lumayan serius, Adinda juga tak sadarkan diri di temani oleh Om dan Asistennya Weni.
Tuk.. tuk.. tuk... suara ketukan pintu ruangan Adinda
ternyata Kelvin di luar
"Permisi Tuan,Tuan muda Irfan ingin bertemu dengan keluarga Nona Adinda" ucap Kelvin "Tuan muda menunggu anda di ruang Nona Natasya " sambung nya lagi
"Baiklah" jawab Tuan Romi yang memang kenal dengan keluarga Anthony
Semua sudah berkumpul di ruangan Natasya termasuk Tuan Romi
"Om... izinkan Adinda menggantikan ku untuk menikah dengan Mas Irfan" ucap Natasya tersendat-sendat
Semua terisak mendengarkan permintaan Natasya yang tak masuk akal, seakan Natasya tau ajal akan menghampiri nya.
"Om serahkan semua keputusan kepada Tuan Irfan nak" jawab Tuan Romi
"Sehari setelah kepergian ku langsungkan lah pernikahan dengan Adinda mas" ucap Natasya tanpa mendengar jawaban dari Irfan.
"Sayang...." tangisan mama Desi pecah tatkala melihat putri kesayangan nyan terkulai tak bernyawa
semua yang ada di ruangan Natasya tak kuasa menahan kesedihan
Irfan seakan tak sanggup berdiri melihat kenyataan yang pahit
"Kenapa kau meninggalkan ku terlalu cepat sayang" batin Irfan
Setelah upacara pemakaman Natasya, Irfan hanya berdiam diri di apartemen miliknya Irfan tak kembali ke mansion orang tua nya karna dia ingin menenangkan diri dan berfikir jernih atas permintaan terakhir sang tunangan yang pergi meinggalkan nya.
"Aku akan menyanggupi permintaan mu untuk menikahi Adinda, tapi jangan paksa aku untuk mencintainya dan melupakan mu Anastasya Anthony" ucap Irfan dalam hati nya.
"Vin siapkan pernikahan ku dan Adinda besok, dan hubungi Tuan Romi" isi pesan chat Irfan kepada asisten nya Kelvin
Kelvin sangat terkejut melihat isi pesan yang bos kirimkan untuk nya di tengah malam buta begini
"Apa-apaan bos menerima permintaan Nona Natasya, apa yang bos rencanakan" ucap Kelvin
"Baik bos" balas Kelvin tanpa banyak bertanya.
Adinda yang baru sadarkan diri sangat terkejut mendengar kabar sahabat baiknya meninggal dunia
Adinda menangis histeris setelah mendengar kabar Natasya meninggal
setelah sedikit tenang barulah Weny menceritakan perihal permintaan terakhir Natasya yang inginkan dirinya menikahi Irfan,
Adinda tak sanggup berkata-kata,Adinda hanya diam seribu bahasa.
Suasana berkabung masih sangat terasa di kediaman Anthony pasca kepergian putri pengusaha kaya raya tersebut
Nyonya Desi tak henti-henti nya menangis tak kuasa menahan kesedihan,
Kolega dan kerabat pun masih berdatangan ke kediaman Anthony guna mengucapkan bela sungkawa atas musibah yang di hadapi.
Irfan terlihat sedang berbicara serius dengan tuan Anthony di ruang kerja Anthony
"Baiklah jika itu keputusan mu nak Irfan, semoga ini adalah pilihan yang baik untuk mu dan kamu bisa bahagia di kemudian hari saya hanya bisa berharap yang terbaik sebagai orang tua" ucap Anthony
"Tetap lah mengunjungi tante Desi walau kamu bukan menantu kami," sambung nya lagi
"Baiklah Om saya permisi dulu, Papa dan yang lain sudah menunggu saya di rumah sakit" Jawab Irfan
Permisi untuk ke rumah sakit tempat Adinda di rawat.
tbc......
Terimakasih buat yang sudah mampir, semoga terhibur
novel masih dalam tahap revisi maaf kalau masih banyak typo 🙏
Semoga hari kalian menyenangkan 🫰
ceritamu lumayan, hanya bnyak typo, alurnya loncat2 kyak kereta api.