"Kamu akan terus dihantui rasa bersalah Dinda. Dan kamu tidak akan bisa lepas dari semua ini. Jika kamu beranggapan, membunuh ku dapat menghentikan semuanya, kamu salah Dinda. Justru kamu akan memulai semuanya. Kamu akan terus dihantui rasa sakit dan penderitaan kemana pun kamu pergi."
Bagaimana seorang Dinda bisa mengalami berbagai hal aneh sekaligus mengerikan dalam hidupnya?
Bisakah dia melalui semua rintangan yang menghadang?
Akankah dia sanggup berjalan hingga akhir?
Peringatan : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan Nama atau pun tempat, itu semua diluar pengetahuan sang penulis. Dan tidak ada maksud dari Sang Penulis untuk menyinggung suatu pihak manapun. Penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya, jika ada bahasa atau pun perkataan yang tidak pantas.
Dan tentunya Sang Penulis tak pernah bisa lepas dari kesalahan.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan Atma Wikarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Namaku Dinda : Episode 1
Aku hanyalah seorang anak kuliahan, dengan pekerjaan yang seharusnya dijauhi oleh anak seusiaku. Pekerjaan ini menuntut aku untuk bepergian jauh. Belum lagi aku harus mengurus kuliah ku yang kini semakin menyibukkan ku. Jarang sekali aku tidur malam, karena kesibukan ku yang terus menumpuk. Karena aku adalah anak Yatim piatu, aku harus pandai mengatur biaya hidupku, dan mengatur segalanya.
Namun aku bersyukur karena dengan keadaan ku yang seperti ini. Aku selalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik dan sayang padaku. Aku jadi tak merasa kekurangan sedikitpun. Banyak orang mendukungku dalam setiap hal yang aku lakukan. Aku juga termasuk anak yang berprestasi di kampus. Jadi untuk masalah biaya kuliah aku tak perlu pusing mengurusnya. Uangku bisa aku gunakan untuk kebutuhan yang lain.
Hari itu di kampus aku merasa ada yang berbeda, tak seperti biasanya. Seolah tempat itu sangat asing untuk ku, padahal aku sudah di tempat ini selama 2 tahun. Aku melihat sekelilingku, dan mencoba mencari teman-teman yang biasanya duduk dengan ku di kantin ini.
"Din!"
Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara yang memanggil ku. Aku tengok ke belakang, ternyata itu Raihan. Raihan adalah anak paling berpengaruh di kampus ini. Reputasi Ayahnya sebagai gangster sudah terkenal dimana-mana. Mungkin banyak orang yang heran, kenapa Ayah Raihan tidak di tangkap? Padahal dia gangster kan?
"Iya Han? Kamu belum puas bikin aku kaget tiap hari?" (Dinda)
"Aduhh aduuhhh neng... Maaf dong, kan cuma manggil nama kamu. Hehehe" (Raihan)
"Manggil kan ngga usah keras-keras Raihan." (Dinda)
"Hehe.. iya deh maaf." (Raihan)
"Kenapa?" (Dinda)
"Jadi gini Din, aku sama teman-teman kita yang lain itu pengin banget ke luar kota, di liburan tahun ini. Kamu ikut yah?" (Raihan)
"Hmmm... Gimana yah Han? Soalnya aku pasti ada pekerjaan." (Dinda)
"Yaaa... Terserah kamu aja Dinda. Kalau kamu mau ikut, berarti hari Minggu jam 8 aku jemput ya." (Raihan)
"Oke. Nanti aku kabari kamu lagi ya." (Dinda)
"Oke. Aku tunggu kabar baiknya ya. Dah." (Raihan)
"Dah." (Dinda)
Aku hanya termenung mendengar rencana Raihan dan teman-teman ku. Dan iya! aku lupa tidak menanyakan kemana Raihan mengajak aku berlibur. Kenapa aku begitu bodoh!.
Setelah kuliah ku selesai. Aku mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasa. Tapi hari ini pikiran ku sedang kemana-mana. Entah apa yang aku pikirkan.
Mungkin soal liburan yang tadi Raihan bicarakan dengan aku dikampus. Setelah dipikir-pikir mungkin sesekali aku harus menghibur diriku dengan liburan. Melepaskan semua beban dihidupku. Setidaknya mengurangi.
Malamnya aku menghubungi Raihan lewat telepon.
"Hallo.. Din." (Raihan)
"Iya Han, aku cuman mau kasih kabar. Kalau aku tertarik buat ikut liburan sama kamu. Jadi kita liburan kemana?" (Dinda)
"Oh gitu Din. Baguslah kalau kamu ikut. Ya udah, aku jemput kamu jam 8 pagi hari Minggu. Dan rencananya aku milih daerah kulon Din." (Raihan)
"Daerah kulon?" (Dinda)
"Iya Din. Soalnya ada tempat bagus disana, dan kebetulan aku juga punya saudara disana Din." (Raihan)
"Oh gitu, ya udah deh ngga papa. Tapi kita berdua aja Han?" (Dinda)
"Hehee... Ya ngga Din. Nanti juga ada Jefri, Rahma, Sella, terus juga ada Beni." (Raihan)
"Beni?" (Dinda)
Tanyaku terkaget setelah mendengar nama itu. Padahal Beni itu kan anak paling pendiam dan terkenal anak yang cupu. Bagaimana mungkin Raihan bisa mau berteman dengan Beni.
jadinya ngeganggu banget
baca sinopsisnya kliatanbya lymayan asik ceritanya,pas udh baca,lsg drop dgn gaya penulisan
ayooo dikoreksi thor...biar bs jd penulis beneran,bkn abal2 yg banyak berseliweran di platform ini