NovelToon NovelToon
kesalahan satu malam

kesalahan satu malam

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Nikah Kontrak / Obsesi / Tamat
Popularitas:660.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: ai laelasari

Hidup seorang gadis bernama Hanin terpaksa terikat dengan pria yang merenggut kehormatannya, Setelah di satukan dengan pernikahan kontrak hidup Hanin penuh penderitaan

Namun semua itu harus dia tahan demi menyekolahkan adiknya, Karena sikap Tristan yang begitu keterlaluan membuat Hanin beberapa kali mencoba kabur meskipun selalu bisa kembali di temukan

Hidup mereka Damai hingga anak dan anak angkatnya tumbuh dewasa, namun setelah kebeneran tentang masa lalu anak angkatnya terungkap (Olivia) anak kandungnya (Kenzo) kembali mengulang sejarah lama ayah dan ibunya juga karena dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ai laelasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal kehancuran

Hanin mendatangi salah satu temannya untuk meminta pekerjaan, Dia menawarkan sebuah pekerjaan menjadi pelayan di tempat dimana ia bekerja

"Bagaimana apa kau mau? " Tanya Vera

"Kerjanya seperti apa dulu? " Hanin agak ngeri mendengar tempat kerja Vera

"Hanya mengantarkan minuman atau paling sekedar menemani para tamu jika mereka mau " Jelas Vera

"Menemani? " Tanya Hanin mengerutkan keningnya

"Ya menemani berbincang menuangkan minuman ya kurang lebih seperti itu" Jelas Vera

"Tidak lebih kan? " Hanin meyakinkan

"Tidak jika kita memang tidak mau"

"Oke, aku ikut kalo gitu"

Malam itu tiba Vera membawa Hanin ketempat dimana dia bekerja, Vera mengenalkannya pada Dika pria yang punya club malam itu, Tatapan dika menelusuri tubuh Hanin dari atas sampai bawah dengan tatapan yang sangat mengerikan

"Kenapa dia menatapku seolah ingin menelanjangiku" Bisik Hanin pada Vera

"Diam saja kau mau kerja apa tidak? " Vera menggenggam tangan Hanin

"Baiklah kau boleh bekerja disini, ver kau ambil dulu seragam kerjanya kesini"

"Kau cantik cukup cantik, Ingat jangan buat pengunjungku kecewa"  Bisik Dika seraya mengelus lengan Hanin membuatnya bergidik ngeri

"Tuan bolehkah saya mengajukan permintaan?" Tanya Hanin ragu ragu

"Apa itu? " Tanya Dika memegang bahu Hanin memutari tubuhnya

"Saya hanya jadi pelayan mengantarkan pesanan tidak lebih, saya tidak mau..." Hanin menggantung perkataannya tapi Dika sepertinya tahu kemana arah pembicaraan Hanin

"Sedikit mengecewakan baby, but no problem ada pengecualian untuk wanita se polos kamu" Ucap Dika menyentuh ujung rambut Hanin dan menciumnya

"Vera bantu dia berganti pakaian dan beri sedikit polesan di wajahnya, terlalu polos" Ujar Dika saat melihat Vera baru saja masuk

Di toilet Hanin terus saja mengoceh membuat telinga Vera merasa panas

"Apa ini Vera? Apa pakaiannya harus seperti ini? " Hanin memutar tubuhnya yang memakai rok mini dengan belahan di paha sebelah kiri

"Kau pikir bekerja di tempat yang seperti apa sampai berharap memakai pakaian tertutup" Ujar Hanin seraya mengoleskan bedak di wajah Hanin

"Sudah, bekerja yang baik dan ingat hati hati " Vera memegang kedua bahu Hanin dan menepuk bahu sebelah kanannya

Awalnya berjalan dengan baik Hanin mengantar minuman ke setiap ruangan dan sesekali menemani para tamu berbincang Meskipun di sodorkan minuman Hanin hanya pura pura meminumnya dan membuangnya ketika tamu itu lengah

Sampai pada puncaknya tengah malam semua pelayan di panggil untuk berbaris Hanin bertanya tanya ada apa sebenarnya ini

Pintu terbuka seorang pria dengan perawakan tinggi dan tubuh yang tegap masuk diikuti para pria memakai pakaian serba hitam, Dika menyambut pria tersebut sepertinya mereka sudah sangat akrab

"Hai brother, sudah seminggu ini kau tidak pernah datang" Dika menjabat tangan pria itu

"Biasa ayahku membuatku sangat kerepotan" Jawabnya dengan suara bariton yang khas

"Oke sekarang waktunya bersenang senang, seperti biasa pilih beberapa dari mereka" Dika menunjuk ke arah para pelayan yang berjajar

Kebanyakan wanita itu memberi kesan genit berbeda dengan Hanin yang menoleh ke sekeliling

Hanin merasa jijik dengan mereka sesekali dia bergidik 'Aku salah bekerja di tempat seperti ini' batin Hanin

"Ada yang baru, kau lihat gadis yang hanya berdiri celingukan itu? Dia bekerja hanya ingin sebagai pelayan tidak lebih" Bisik Dika

"Menarik, aku mau dia dan tambah 2 wanita yang sangat cantik" Ujarnya

"Baik tuan Tristan sudah memilih, kau Hani, Vera dan lili ikut temani tuan Tristan di ruang VVIP" Otomatis Hanin menunjuk dirinya dengan wajah terkejut

"Ini suatu kebanggaan sayang" Vera merangkul bahu Hanin

'Ya Tuhan kenapa aku merasa ada hal buruk yang akan terjadi' batinnya bergumam

Mereka masuk keruangan dimana Tristan sudah masuk lebih dulu Membawa beberapa macam minuman mahal yang di tawarkan Dika

Vera dan Hanin duduk di samping Tristan sementara lili di belakang Tristan merangkul leher Tristan dan menggerayangi Tristan yang sudah mabuk

'O my god ini sangat menjijikan' batin Hanin saat Tristan memeluk dengan sebelah tangan dan mulai mengendusnya seperti seekor anjing

Hanin mendorong pelan tubuh Tristan membuatnya langsung berhenti, Vera terlihat panik melihat Tristan mood Tristan di buat kacau oleh Hanin

"Tuan anda ingin menambah lagi minumannya? Tanya Vera

"Tidak kalian berdua pergilah orang ku akan memberikan imbalan di luar" Vera dan Hanin berdiri hendak pergi namun Tristan menahan tangan Hanin

"Bukan kau yang pergi tapi mereka berdua" Ucap Tristan menarik Hanin duduk kembali

"Baik tuan terimakasih atas kebaikan hatinya" Vera dan lili pergi keluar setelah mendapat bayaran

" Veraaaa " Teriak Hanin namun Vera hanya berbalik sebentar menatap khawatir pada Hanin

"Kenapa kau menolakku sayang? " Tristan menekan pinggang Hanin agar menempel padanya

" Tuan bukan begitu, saya hanya... " Ucapan Hanin terpotong

"Aku tidak suka penolakan nona, apa pun yang aku inginkan harus aku dapatkan" Tristan mendorong Hanin dengan tubuhnya ke sofa

Hanin berontak dia merasa berada dalam mode bahaya, Hanin memukul dada bahu juga wajah Tristan. Tristan yang kesal menangkap tangan Hanin dan menahannya di atas kepala Hanin

Hanin menangis berteriak sekuatnya meronta ronta di bawah tubuh Tristan

"Teriak yang keras sayang, kau semakin seksi" Bisik Tristan  dengan sebelah tangannya mulai menelusuri lekuk tubuh Hanin

"Brengsek lepas bajingan aku mengutukmu sepanjang hidupku jika kau berani macam macam" Teriak Hanin

"Kau berani berteriak padaku? " Sedetik kemudian Tristan mencium Hanin dengan kasar secara paksa

Hanin terus berontak dan meronta ronta menendangnya, kakinya menendang Tristan niat menendang bagian burungnya namun hanya mengenai pahanya membuatnya mengerang marah

"Aarrgghhh wanita sialan aku sudah berbaik hati padamu" Tristan melepaskan Hanin karena pahanya terasa nyeri

Hanin segera berdiri dan hendak lari namun pinggangnya kembali di tarik oleh Tristan

Tristan mendekap tubuh Hanin erat membuat tubuh Hanin seakan remuk saat itu juga

"Diam atau peluru ini akan menembus kepalamu" Tristan mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya pada kepala Hanin

Tubuh Hanin bergetar hebat dia pucat ketakutan melihat pistol itu di hadapan wajahnya

Hanin mengangguk menuruti perkataan Tristan

"Tuangkan minumannya" Hanin menuangkannya ke gelas

"Minum" Hanin menggeleng ketakutan

"Minum" Bentak Tristan membuat Hanin memejamkan matanya

Tristan mengambil gelasnya dan meminum wine nya Lalu menekan tengkuk Hanin dan menciumnya memindahkan wine di mulutnya ke mulut Hanin membuatnya terbatuk batuk

"Uhuk uhuk"

"Sekarang minum atau aku memaksa dengan cara seperti itu" Hanin menuang kembali wine ke gelasnya dan meminumnya dengan mata terpejam

Satu gelas

Dua gelas

Tiga gelas

Hingga gelas keempat Hanin ambruk tak sadarkan diri, Tristan menyeringai menatap tubuh Hanin yang tergolek di sofa, Tristan membawanya kekamar dan melemparkan tubuhnya ke atas ranjang

Tristan menciumi bibir Hanin dan mengg*****ngi tubuhnya

Membuka setiap kancing di bajunya beberapa menit kemudian keduanya sama sama polos tanpa sehelai benang pun

.

.

Matahari sudah meninggi dua orang masih terlelap, Tristan meletakkan kepalanya di atas dada Hanin yang masih polos dan memeluknya

Hanin membuka perlahan matanya memegangi kepalanya yang terasa mau pecah Tubuhnya terasa berat samar samar penglihatannya melihat rambut seseorang di dadanya

"Aaaaaaaaaaa" Teriak Hanin membuat Tristan tersentak dari tidurnya

"Morning Hani, semalam adalah permainan yang indah "ucap Tristan menyeringai

Hanin mengintip ke bawah selimut dia benar benar dalam mode marah yang amat membuncah pagi ini, Bagaimana tidak bagian sensitif nya berdenyut nyeri dan ada bercak darah di seprei dan sekitar pahanya

"Laki laki brengsek bajingan, kau tidak pantas menjadi manusia kau lebihh pantas menjadi binatang" Teriak Hanin memukuli Tristan secara brutal

Tristan mendorong tubuh Hanin hingga terjungkal kebelakang, Selimutnya kini tidak lagi menutupi tubuhnya karna Tristan melemparkannya ke bawah

"Binatang? Kau bilang aku binatang? " Tristan menarik kaki Hanin hingga berada di bawah kungkungannya

"Sayang semalam kau tertidur jadi tidak bisa melihat bagaimana binatang ini memangsa santapannya"

"Menjijikan" Hanin menampar keras pipi Tristan membuat matanya menatap tajam bagaikan hewan buas yang siap menerkam

"Kau harus kembali merasakan bagaimana binatang ini menikmati tubuhmu" Sesaat kemudian Tristan mencium paksa bibir Hanin dan menggigiti leher dada dan sekujur tubuh Hanin meninggalkan bekas merah

Dengan kasar Tristan memaksa hanin kembali melakukannya

"Bajingan lepaskan" Hanin meronta

"Hentikan Aaaaa " jerit Hanin

"Aku mohon hentikan aku bisa mati"

"Hentikan bajingan"

Tanpa menghiraukan Hanin dia dengan santainya berjalan ke arah kamar mandi, Setelah sekian lama di kamar mandi dia keluar dengan baju lengkapnya dan Hanin pun sudah berpakaian

"Ini sejumlah uang untukmu, harga yang setimpal untuk kesucian calon wanita malam sepertimu" Tristan melempar selembar cek tertulis dengan angka nol yang sangat banyak

"500jt aku pikir itu sudah cukup bukan? Atau masih kurang? " Ucapnya seperti sindiran

"Aku tidak akan menerimanya, urusan ini akan aku laporkan pada polisi" Hanin melempar cek itu ke wajah Tristan sambil berlalu pergi

"Silahkan saja jika polisi akan percaya, banyak wanita yang melakukan itu padaku dan polisi hanya menganggapnya trik agar aku mau menikahi mereka, dan untuk gadis sepertimu apa polisi juga akan percaya apalagi kau bekerja di tempat yang menampung wanita malam" Ucap Tristan membuat langkah Hanin terhenti

"Aku harap kau menyesal untuk semua ini, aku tidak akan pernah memaafkanmu, aku membencimu sampai ketulang tulangku" Ucap Hanin segera pergi dengan jalan tertatih

1
Maria Magdalena
Lumayan
Maria Magdalena
Buruk
Shifa Burhan
kenapa novel sangat beda ya memperlakukan pelakor dan pebinor

pelakor akan dibuat menjijikan, murahan, tidak ada baik2 sama sekali, dilaknat, dihinakan, dipermalukan, dan akhirnya dibinasakan, tidak maaf dan ampun

pebinor akan dispesialkan melebihi pemeran utama pria, cinta akan dianggap tulus, semua perbuatannya dibenarkan, kalaupun salah akan semudah dimaafkan, tidak boleh terlalu disakiti, perasaan dijaga dan kejahatan nya akan dibela karena cinta

novelis nya wanita, pelakor wanita

begitu wanita (karena sudut pandang author terfokus pada pemeran utama wanita) jadi wanita lain yang suka suami akan dilaknat dan dibinasakan tapi semua lelaki lain yang suka pada nya akan dihargai perasannya, akan kebaperan dengan kebaikan pria lain dan selalu mecoba mengerti perasaan pria lain itu, tidak boleh dibinasakan dan disakiti

kalau kalian novelis sejati kalian pasti akan melaknat pelakor dan pebinor sama porsinya

kalau kalian novelis sejati, jika kalian beri lelaki lain yang baik pada sang istri kalian juga harus berjiwa besar memberi wanita lain yang baik pada sang suami

baru jadi novel adil
Ai laelasari: maafkan pikiranku yang dangkal☺️
total 1 replies
ready
good Story 👍
isrofah isrofah
q suka ceritany..tp belum puas dngn ceritany kk sudah tamat
Nur Suci Aeni
Rai dan Olivia Kaka adik
Ai laelasari: Kakak adik angkat
total 1 replies
Nur Suci Aeni
cerita nya menguras emosi sedih banget 😢😢😢😢😢
Ai laelasari: Terimakasih sudah mampir membaca
jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 🥰🥰🥰
total 1 replies
Defi
bagus dan muantap
Ai laelasari: Terima kasih sudah menyukai karya author, jangan lupa like komen dan vote juga dukungan lainnya 😍😍😍
total 1 replies
Aan Komalasari
bagus
Lisna
Bagus
Enci Rahayu
ini blm up apa udh end, nanggung bgt😭
Ai laelasari: belum up kakak, di tunggu up selanjutnya
total 1 replies
Tirto Utomo
Ceritanya menarik dan menggemaskan
Ai laelasari: Terimakasih sudah mampir membaca
jangan lupa like komen Vote dan bunganya ya 😍😍🥰
total 1 replies
。.。:∞♡*♥
semangat kak othor,, baru mau baca
Ai laelasari: Terimakasih sudah mampir membaca

jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 🥰🥰🥰
total 1 replies
Rini Haryati
lsnjut
Ai laelasari
😍😍😍❤❤
ready
👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣
ready
makin cape sekarang malah amnesia
Ai laelasari
jangan lupa sajen ya ❤❤
ready
jejak 👣
Rini Haryati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!