NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menyebalkan

Teman Tapi Menyebalkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:108.6k
Nilai: 5
Nama Author: BILANOUR

Ini adalah kisah tentang Zahira dan Arsha. Mereka adalah teman sejak SD hingga mereka SMA. Anehnya, mereka selalu saja satu kelas.

Arsha, idola sekolah yang selalu bersikap seenaknya sendiri pada Zahira. Namun, dia juga begitu perhatian. Apakah Arsha jatuh cinta secara diam-diam pada Zahira? lalu, apakah perhatian Arsha membuat Zahira pun memiliki perasaan yang sama?

Bagaimana sikap Zahira saat mengetahui masa lalu keluarganya dengan keluarga Arsha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BILANOUR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TTM 01

Pernah memiliki bestie tapi beda gender? Nah, aku punya. Dia namanya Arsha. Dari sejak aku esdeh, sampe sekarang kami duduk di kelas dua bangku SMA, barengan terus. Satu sekolah dan satu kelas pula.

"Jangan-jangan kalian itu jodoh."

Seseorang pernah bilang gitu. Emak-emak. Namanya Mak Surwi. Usianya mungkin sekitar 60 tahun. Entahlah, aku pun tak pernah berniat melihat KTP atau bertanya padanya. Pokoknya dia udah tua dan jalan pun lambat. Kulitnya udah keriput tapi ombrengnya tetap jos.

Rumah kami tidak terlalu dekat. Beda desa malah. Rumahku berada di tengah penduduk, sementara dia berada di pesisian. Kampungan termasuk kampung baru. Kalau di aku namanya pamekaran. Alias kampung yang baru saja dibuat.

Setiap berangkat sekolah, aku dan teman-teman yang lainnya akan berjalan sejauh dua kilometer untuk sampai ke pasar. Di sanalah angkot menunggu kami anak-anak sekolah.

Cape?

Enggak, sih. Karena jalannya menurun dan juga barengan sama anak-anak yang lainnya. Diselingi dengan canda tawa, waktu dan lelahpun tidak begitu terasa.

Jangan ditanya saat kami pulang. Jika kami berangkat jalannya menurun, maka bisa ditebak dong ya pas pulang jalannya kek apa.

Aku bukan keluarga kaya raya. Emm, lebih ke cukup mungkin, ya. Toh, Alhamdulilah aku belum pernah kelaparan dan tidak dililit hutang. Cuma, rumahku dan isinya tidak seperti orang kebanyakan.

Tembok sih, tapi catnya sudah pudar. Lah, gimana gak pudar, orang beberapa tembok aja udah ada yang ngelupas. Batu batanya sampe terlihat.

Tau tegel? Itu loh, seperti keramik tapi gak kinclong dan gak halus juga. Warnanya hitam kalau yang kecil dan ada yang kuning juga, biasanya ukurannya lebih besar. Nah, itu lantai rumahku.

Atapnya terbuat dari geribik yang dicat pake kapur. Al hasil, kasur dan beberapa barang di bawahnya suka kotor karena remahan kapur yang jatuh.

Beda dengan Arsha. Dia itu anak pemborong kalau kata orang-oranh sini, sih. Mungkin kalau di kota mah di sebutnya kontraktor. Jangan ditanya deh dia kayanya seperti apa. Bagi kami yang tinggal di sini, dia itu orang paling kaya, deh.

Rumah bagus, motor bagus, punya mobil pula. Setiap warga yang hendak menjual tanahnya, pastilah datang ke mereka.

"Woiii, hak ikut?" Arsha memberhentikan motor ninja 250R nya di tepat di sampingku saat kami berjalan di atas jembatan.

"Gak, ah! Aku bareng sama temen-temen aja."

"Capek, tau!"

"Tau, kok."

"Udah tau kenapa ngeyel jalan kaki?"

"Berisik! Awas, tuh. Kamu ngalangin orang lain."

Arhsa menoleh ke belakang. Di sana memang banyak kendaraan lain yang ingin melintas. Sebenarnya jembatan ini hanya cukup satu mobil dan satu motor saja. Itupun jika lagi sepi. Kalau lagi pas barengan sama anak sekolah bubaran, jadinya malah sempit.

Arsha langsung menjalankan motornya dan berhenti di ujung jembar sana. Dia memang keukeuh. Selalu memaksa aku buat ikut.

"Buruan naik!"

"Gak mau, ih. Kok maksa."

Dia melotot.

Kalau udah gitu, aku gak akan basa-basi lagi untuk menentang keinginannya. Dia pasti bakalan marah. Asrha itu kek cewek. Kalau marah, lamaaaaaa banget. Noh, huruf a nya aja banyak banget kan?

"Kamu itu, pacar bukan, kakak juga bukan. Kerajaannya makasa!"

"Aku itu gak akan maksa kalau kamu gak nolak."

"Lah, aku emang gak mau. Kenapa coba, aneh!"

"Aus gak?"

"Gak usah nanya, kalau mau beliin mah tinggal beliin aja."

Arhsa memberhentikan motornya di depan warung yang ada di dekat sekolah dasar.

"Ceu, beli es tea jus gula batu dua."

Hadeuh, mentang-mentang anak orang kaya, dia main perintah aja tanpa turun dari motor.

Sebenarnya aku mau turun, gak enak sama tukang warungnya. Cuma tangan dia terulur ke belakang. Menghalangi lututku. Isyarat agar aku tetap di atas motor.

"Ini, Ar."

"Makasih, Ceu." Arsha memberikan uang lima ribu. "Ambil kembaliannya, Ceu."

"Waduh, hatur nuhun, Ar."

Bagi mereka, termasuk aku. Uang kembalian tiga ribu rupiah itu sangat berarti. Terutama bagi tukang warung itu. Pantas saja dia tidak keberatan Arsha tetap berada di atas motor. Ck!

"Pegangin." Dia memintaku memgang minumannya.

Dia itu memang seperti raja. Beli minum diambilin sama tukang warungnya dan diserah langsung pada Arsha yang duduk di motor. Sekarang? Kalau dia mau minum, aku yang harus nyodorin sedotan ke mulutnya dari belakang.

Menyebalkan memang. Mana ini motor bikin aku seperti posisi mau kentut. Apaan coba, pantat duduk kaya gini, bikin pegel.

Udah gitu, naiknya susah syekalee epribadehh. Kalian tau tinggiku berapa?

Hiks. Sebutin kagak ya? Pokoknya Arsha bilang aku itu semampai. Semeter tak sampai. Ngenesh pan?

Itulah kenapa dia manggil aku Unyil. Nasib. Hiks.

Si gemblung itu seneng banget ngerjain aku. Dia minta minum pas lagi banyak orang. Ya ampun, aku berasa kek orang pacaran. Dengan posisi duduk yang seperti pohon mau tumbang, terus ini tangan hatus bisa nyampe ke mulut dia, otomatis aku terlihat seperti sedang meluk dia.

Makin panas aja gosip tetangga. Selebewww!

"Lain kali jangan ngeyel kalau aku nyuruh sesuatu."

"Idih. Sapa elu."

"Sahabat kan kita tuh?"

Aku membuat mataku juling dengan bibir seperti pantat ayam yang hendak bertelur. Mau tau gimana pantat ayam bertelur? Coba cek ayam tetangga, tiup dah tuh pantatnya. Gk gk gk.

"Kalau kamu terlalu cape jalan kaki, gimana mau bantuin ibu kamu?" Dia melirik Ibu.

Meski menyebalkan. Alasanku mau berteman dan menuruti apa yang dia mau adalah ini.

Dia perhatian dan peduli pada keluargaku. Eh, sebenarnya hanya pada aku dan Ibu saja, kok. Orang aku memang cuma punya Ibu. Bapak udah lama meninggalkan karena kecelakaan. Tidak tahu kecelakaan seperti apa. Ibu tidak pernah menjelaskannya dan aku pun tidak ingin tahu lebih dalam. Jangan sampai pertanyaanku malah mengorek luka lama Ibu.

Biarkan Bapak tenang di sana dan Ibu bahagia di sini.

"Bu, mau keliling?" tanyaku pada Ibu yang bersiap mengangkat wadah lebar yang terbuat dari anyaman bambu, namanya nyiru kalau di sini. Entah di daerah lain.

Tidak hanya itu. Ibu masih mengais baskom dan juga jinjingan dari anyaman rotan sintetis.

"Iya. Kamu tolong angkat jemuran dan beresin rumah, ya."

"Iya, Bu."

Ibu keluar dari halaman rumah. Masih tanah. Kadang kalau hujan akan seperti kolam lumpur. Kami bahkan kesulitan melewatinya.

Sesampainya di jalan aspal depan rumah kami. Ibu akan berteriak. "Rujaaak."

Beliau adalah pedagang rujak kangkung. Ibu juga membawa berbagai macam gorengan juga bihun dalam baskom gang dia gendong. Serta kerupuk yang ada di jinjingannya.

"Semoga saja dagangan Ibu Karis mansi. Aamiin."

Seutas harapan dan doa untuk Ibu, sebelum aku melakukan perintahnya tadi.

1
Dinda
Luar biasa
Ida Ulfiana
ni critanya telat bawa ke rumah sakitnya jd nyawa zahira melayang
Ida Ulfiana
kayaknya zahira punya penyakit ini
Ida Ulfiana
nyesek bngt jd zahira
Ida Ulfiana
aku bingung mereka ni 1 sekolah tp knp rumah abqa d semarang yg. lain juga berasa rumahnya jauuuh bngt sm zahira
Ida Ulfiana
bagus bnget sih ni crita bikin baper aja
Ida Ulfiana
nyesek bngt d part ni
Ida Ulfiana
ye tak kira rafa suka sm zahira ternyta cm anggap adek to,pasti jodoh zahira adalah abqa
Ida Ulfiana
abqa sesuatu bangt memang gak kayak arsya
Ida Ulfiana
ada sesuatu di kluarga bu rani mencurigakan
Ida Ulfiana
gemes bngt sm arsha brasa gak jentel bngt jd cowok
Ida Ulfiana
arsha gak jentel jd cowok masak mau aja d jodohin dan ninggalin zahira
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Muanisah Jariyah
menarik
Ummi Lestari
di tunggu novel barunya thor
Ayu Wulan Dari Aseng
pada hal crt ny baguuuuus banget tp Napa like ny cm dikit ya Thor.
kok Dy buat nyesek sih Thor ending ny😭😭😭 pd hal pengen lht keunyuk an Zahira n abqa setelah punya baby.
tp yada lah Thor semangat ya Thor dengan karya2 baru ny. 👍👍👍
EmakOnces 🍒🍒
sesak aq thor..... 😭😭😭
kok g Happy ending...
EmakOnces 🍒🍒
udh pasrah ya Zahira.... udh banyak y nolak.... akhirnya nemu keluarga y hangat dan mau Nerim
Dahlia Lia
Keysa imut beeudd thor
Dahlia Lia
❤️❤️ SM kata ** nya ringan .. kekinian dah mudah di mengerti 👍👍 buat othor nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!