Malam yang dingin berhiaskan gelap tanpa Bintang dan rembulan terbalut oleh awan gelap yang sedang mencurahkan air dari rangkulannya, Fan Zu yang sedang menyendiri di dekat jendela kamarnya seakan sedang meresapi takdirnya yang tak kunjung usai dalam penderitaan...
wajah yang tampannya tak tampak lagi oleh kesedihan yang melandanya, baju hijau berlengan biru dan bergariskan warna merah di sepanjang lengan dari bahu sampai lengannya menambah kesan sempurna sebenarnya, akan tetapi. Sekarang baju tersebut sudah acak acakan karna Fan Zu tak memperdulikannya...
"apakah aku terlahir sebagai sampah tak berguna...? "
ucapan yang keluar dari mulut kecilnya itu adalah bentuk ke khawatirannya kepada jalan hidupnya ini, di sertai air mata kesedihannya ia tak tau harus berbuat apa...
"ya. mungkin tak ada yang mampu menjawab dan entah kepada siapa aku bertanya, ayah ibu maafkan aku yang tidak berguna"...
ucapan yang seharusnya tidak keluar dari muluh seorang anak kecil itu terpaksa tercipta karna beban pikiran dan kegundahan hati selama ini, ia berpikir mungkin nasib tidaklah berpihak kepadanya yang tidak ada apa apanya...
Pintu kamar Fan Zu terbuka perlahan dan menampilkan wanita berumur 30 tahun yang berpenampilan cantik dengan postur tubuh ideal dimata laki laki, memakai gaun warna hijau daun yang melengkapi kesempurnaan kecantikannya...
Dia adalah Yue Xi ibu Fan Zu wanita tercantik di keluarga Fan, perlahan ia berjalan ke tempat anaknya berada dan beberapa langkah saja ia sudah berada tepat di samping anaknya. Dia pun duduk dan mengelus kepala Fan Zu dengan perlahan dan lembut...
"nak, apa yang sedang kau renungkan malam malam begini" ucap Yue Xi kepada anaknya dengan lembut...
"ah ibu, aku hanya sedang merenungi nasibku bu, aku tidak tau harus apa lagi, aku sudah menyerah dengan kondisiku bu" jawab Fan Zu di sertai air mata yang tak bisa di bendungnya...
ya Fan Zu kerab kali berkeluh kesah kepada ibunya karna selama ini hanya ibu dan ayahnya saja yang selalu berada di dekatnya dan selalu menyayanginya...
"nak, ibu tau apa yang sedang kau rasakan, tapi kau tidak boleh menyerah karna ibu dan ayah tidak mau mendengar kau menyerah, semangatlah nak hidupmu masih panjang dan masih banyak kesempatan yang menunggumu untuk kau raih. Jangan patah semangat nak karna mungkin di dalam berkultivasi kau tidak bisa, tapi tidak tertutup kemungkinan dalam hal lain kamu mampu atau lebih" Yue Xi berkata demikian agar semangat anaknya tidak padam walau dalam hati bergetar karna sedih yang tak terkira...
"benar nak, apa yang di katakan ibumu itu memang benar. Di dunia ini bukan hanya memiliki satu kesempatan, tapi ribuan kesempatan masih menunggu untuk di raih jadi jangan pernah berputus asa sebab jika 1 kesempatan tak di dapatkan belum tentu semua kesempatan yang ada atau yang akan datang tidak bisa di dapat" Fan An menimpali ucapan istrinya, ia juga datang ke kamar anaknya untuk bercengkrama...
mereka bertiga terus bercerita sembari memberikan semangat kepada Fan Zu sampai mereka menyudahinya sebab Fan Zu telah merasakan kantuk yang amat sangat...
...----------------...
Kicauan burung yang begitu ceria pertanda bahwa pagi telah datang dengan di penuhi segala aktifitas semua orang, disana sini terdengar berbagai percakapan awal permulaan aktifitas. Dengan perlahan Fan Zu membuka mata yang seakan akan malas untuk menyambut hari baru, perlahan ia beranjak dari atas kasur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri yang selanjutnya dengan sarapan bersama ayah dan ibunya...
sarapanpun berjalan damai tanpa suara keluar dari mulut, yang terdengar hanyalah suara alat makan yang sedang beradu. sejurus kemudian aktifitas sarapanpun selesai dan sekarang mereka sedang duduk sembari menikmati teh dengan nikmat, meski berbagai perasaan yang sedang berkecamuk...
Fan An mengawali percakapan di tengah tengah kenikmatan teh untuk sekedar bercengkrama di pagi hari yang sudah biasa terjadi setiap hari...
"apa rencanamu hari ini Zu'er...??? "
"aku akan ke tempat bibi ayah, kemarin bibi memintaku untuk kesana untuk menemani Jin'er" Fan Zu menjawab pertanyaan ayahnya...
"apakah kamu yakin kesana nak, apa kau mau ibu temani...? " ibunya menimpali...
"ibu, aku ini udah besar bu masa ibu harus selalu menemaniku jika aku kesana atau kesini kan aku malu bu"...
Yue Xi menghela nafas sebab tak dapat membantah lagi elakan anaknya ini...
"baiklah Zu'er tapi janji bahwa kau makan baik baik saja dan juga jangan bikin susah bibimu" Fan An akhirnya mengatakan demikian karna ia mengerti akan kekhawatiran istrinya terhadap Fan Zu...
"iya ayah"...
Setelah berkata demikian Fan Zu bergegas ke kamarnya untuk bersiap siap berangkat ke rumah bibinya Fan xiunxi, dan sejurus selanjutnya ia telah kembali berada di tempat semula yang masih ada ayah dan ibunya disana...
"ayah ibu aku pamit ya, aku sudah siap berangkat"...
"baik nak hati hati di jalan dan jangan pulang terlalu sore, juga hindari orang orang yang mengganggumu" ayahnya berpesan kepada Fan Zu...
"iya ayah"
......................
Fan Zu melangkahkan kakinya menyusuri jalanan dari rumahnya menuju rumah bibinya, dengan semangat yang penuh dia ingin cepat cepat sampai sebab dia sudah ingin memeluk adiknya Ren Jin...
Akan tetapi di tengah jalan Fan Zu tak sengaja berpapasan dengan beberapa anak anak seumurannya, dengan tenang ia tetap melanjutkan langkahnya walau dalam hatinya sudah ada kecemasan dan kecurigaan apa yang akan terjadi...
"wah ada sampai nyasar sedang berkeliaran sepertinya Tun'er, tumben saja sekarang sampah tidak berada di dalam ketiak" pemuda berumur 11 tahun berkata menghina Fan Zu, dengan gaya arogannya dia dan teman temannya menghampiri Fan Zu...
Dia adalah Fan Heju berbadan agak tinggi kurus, berambut ikal warna pirang sepanjang bahu dan memakai baju warna kuning, di samping kirinya adalah adiknya Fan Sen berumur 10 tahun (sama seperti Fan Zu) yang berambut pendek warna pirang, memakai baju warna kuning sama seperti kakaknya dengan tinggi sebahu kakaknya (bayangin aja anak anak berumur 11 dan 10 tahun gimana ya 😊😊😊)
Sebelah kanan Fan Heju adalah Du Cen seorang anak 10 tahun berambut warna hitam pendek dengan badan kurus setinggi Fan Sen yang memakai baju hitam, seterusnya adalah Ji Ton yang memiliki tubuh lebih pendek dari yang lainnya, berambut kribo warna hitam dan memakai baju Abu Abu juga umurnya 10 tahunan...
Merekalah yang sering membully dan mengganggu Fan Zu dimanapun mereka akan bertemu, entah kenapa anak anak ini sangat menggemari hari hari pembullyan dan seakan tak lengkap hari hari tanpa mengganggu Fan Zu...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Jade Meamoure
kerap Thor bukan kerab
2025-02-08
0
Lanjut tor
2023-09-27
0
MrQues Ques
Umur aja 10 tahun..Sok2 dewasa
2023-07-19
1