"benar kak, tumben sekarang sampah itu tidak dalam ketiak. Kan biasanya pasti dia sangat senang berada dalam ketiak ibunya" Fan Sen angkat bicara mengiyakan apa yang di ucapkan oleh kakaknya...
"mungkin si sampah sangat suka menghirup aroma ketiak kali tuan muda. hahahahaha" kata Du Chen
Mereka pun tertawa terbahak bahak...
"jika demikian kalian berdua tangkap dia, aku akan memberikan kepadanya aroma ketiak paling harum. hahahaha" ucap Fan Heju...
"hahahahaha tuan muda memang selalu memiliki pemikiran terbaik" timpal Ji Ton...
Sekali lagi mereka menertawakan rencana mereka itu di depan Fan Zu yang terlihat tak berdaya, sampai Du Chen dan Ji Ton mendekati Fan Zu. Disisi lain Fan Zu yang sudah mengetahui rencana busuk mereka perlahan mundur menghindari kedua orang yang mendekat meski ia tak berdaya melawan kedua orang tersebut, akan tetapi dia tak akan mudah untuk menyerah begitu saja dan mengikuti kemauan mereka...
"kalian mau apa, belum puas kalian selama ini buat wujudkan semua rencana kalian. Sekarang aku tidak akan mengikuti lagi semua permainan kalian dengan mudah, akan aku buktikan bahwa aku bisa" Fan Zu mencoba mengeraskan hatinya walau dia tau untuk melawan satu orang saja di antara mereka dia akan menderita luka dan memar lagi, tapi jika selamanya ia terus terusan mengikuti maka selamanya juga dia akan selalu menderita oleh ulah mereka...
Dengan penuh tekad dia maju menerjang memberanikan diri apapun resikonya meski hari ini adalah hari terakhirnya, sedangkan Du Chen dan Ji Ton yang mengetahui hal tersebut melebarkan senyumnya menyambut serangan Fan Zu yang tidak seberapa itu...
Sesaat sebelum Kepalan tangan Fan Zu sampai pada Ji Ton, Du Chen telah lebih dulu menyambut tangan Fan Zu sambil mengeraskan genggamannya agar tangan kanan Fan Zu tidak lepas...
Sekuat tenaga Fan Zu mencoba melepaskan pergelangannya dari cengkraman tangan Du Chen dengan cara meliuk liukkan lengannya, akan tetapi. Setelah mencoba beberapa saat ia masih belum bisa melepaskannya dan dia pun segera melepaskan tendangan ke arah perut Du Chen dengan cepat sebelum Du Chen menyadarinya sebab Du Chen masih fokus pada gerakan lengan Fan Zu yang terus meliuk liukkan lengannya...
Satupun dari mereka semua tidak ada yang menyadari gerakan kaki Fan Zu selain Fan Heju yang berteriak memberi peringatan kepada Du Chen, namun terlambat. Tendangan Fan Zu telah lebih dulu tiba tepat di perut Du Chen yang mengakibatkan dia terhuyung kebelakang dan melepaskan cengkramannya pada tangan Fan Zu, dan kesempatan itupun tak disia siakan oleh Fan Zu yang menyadari waktu yang tepat untuk menjauh dan bersembunyi...
Panik, ya tentu saja dalam keadaan tersebut Fan Zu merasa panik sebab ia tau konsekuensi apa yg dia terima setelah ini jika ia tertangkap, makanya dengan segenap kemampuan ia berlari tak tentu arah karna yang dia pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya bersembunyi sesegera mungkin untuk sementara waktu...
Fan Zu tidak sadar jika yang sedang dia tuju saat ini adalah hutan belantara yang penuh dengan hewan buas dan siluman, disana juga terdapat jurang yang sangat dalam dan tak nampak dasarnya. Sedangkan keempat orang yang sedang mengejarnya berhenti mendadak karna menyadari bahaya jika memasuki hutan didepan mereka, walaupun kekuatan mereka sekarang berada pada tingkat pendekar awal *4 dan *5 tapi mereka tidak mau mengambil resiko...
Karna menurut cerita yang selalu di percaya bahwa hutan tersebut adalah hutan yang sangat terlarang juga sering disebut hutan kematian, sebab dari cerita orang tua yang turun temurun di katakan hahwa orang yang di tingkat King Transformasi pernah memasuki wilayah hutan tersebut. Tapi hingga saat ini dia belum pernah terlihat keluar dari walayah hutan kematian dan di percaya bahwa ia telah mati disana dan di santap oleh hewan buas ataupun para siluman tingkat tinggi...
Fan Zu yang terus berlari tanpa henti dan tak menyadari telah memasuki walayah luar hutan kematian dengan santai menghentikan lajunya karna ia telah menyadari orang yang mengejarnya tadi sekarang tidak nampak lagi yang dalam artian mereka telah kehilangan jejaknya dan sekarang dia bisa bersembunyi, diapun menghirup udara dengan senang dan beristirahat sebentar di bawah pohon yang rindang sekalian menyejukkan tubuh yang penuh dengan peluh keringat akibat berlari tanpa henti dan dengan nafas yang terputus putus...
"akhirnya mereka tidak mengejarku lagi, entah bagaimana keadaanku jika seandainya aku tertangkap mereka setelah menendang perut Du Chen" gumamnya sembari menghela nafas lega karna terlepas dari cengkraman dan aniaya Fan Heju beserta teman temannya...
Akan tetapi ketenangan, kenyamanan, kelegaan dan kesenangan yang ia rasakan kini tidaklah berlangsung lama sebab di atas pohon yang terlihat rindang tersebut terdapat seekor ular besar berwarna coklat dengan panjang 7 meter yang siap menerkamnya kapan saja, dan di balik semak semak tak jauh dari tempat ia duduk juga terdapat seekor serigala besar setinggi 2 meter dan sedang menggeram mengambil ancang ancang untuk menerkam...
geraman serigala itu menyadarkan Fan Zu dan segera melihat asal geraman tersebut, betapa kagetnya dia karna 10 meter darinya sekarang telah berdiri seekor serigala yang telah siap menerkamnya. Insting bertahan hidupnya pun segera bereaksi dan tanpa banyak berpikir ia segera lari lagi dengan terbirit birit menuju wilayah dalam hutan kematian, tak mau menoleh kebelakang dan tetap fokus kedepan sambil terus berlari dengan satu pikiran yang terlintas saat ini 'betapa sialnya hidupku, ayah ibu apakah ini akhir hidupku yang tak berguna ini'...
Walaupun terus berlari namun sebenarnya dia terkadang terkena cakaran atau taring dari serigala yang sedang berusaha menyantapnya, luka sana sini mengalirkan darah yang tak sedikit juga baju yang ia kenakan sudah tak berbentuk lagi karna sobekan sana sini mengikuti luka luka pada tubuhnya...
Meski terkadang dia terkejar serigala itu dan terkena cakaran dan taring, tapi karna insting bertahan hidupnya kuat makanya ia masih bisa berlari terus dan sekarang dia telah berada pada jalan yang betul betul buntu. kenapa buntu, ya karna di depannya sekarang terlihat jurang yang sangat dalam...
Diapun berbalik menatap serigala yang sekarang sudah dekat dengannya, tak ada jalan lari lain sebab pergerakannya telah di kunci oleh serigala tersebut. Satu langkah lagi serigala itu melangkah maka ia akan menjadi santapan empuk di sela gigi sang serigala...
Dalam keputusasaan ia berucap...
"inilah akhir dari hidupku, inilah akhir dari duniaku, betapa tak bergunanya aku ini"...
"ya memang aku sungguh tak berguna, aku hanyalah sampah. Ayah ibu maafkan aku yang selama ini selalu menyusahkan kalian, maafkan aku karna tidak mampu membahagiakan kalian, selamat tinggal semoga dikehidupan selanjutnya aku mampu berdiri dengan kokoh dan memberikan kalian kebahagiaan"...
Setelah berkata demikian Fan Zu tak ada jalan lain dan mengambil keputusan seakan bertaruh judi untuk melompat ke jurang, jika ia mati maka beban keluarganya akan berkurang walau kesedihan melanda orang tuanya. karna tak ada lagi pilihan lain selain melompat ke jurang sebab dia tak ingin dimakan hidup hidup oleh binatang didepannya yang entah binatang buas atau siluman...
Dengan teriakan keras sekeras kerasnya diapun melompat dan terjun kedalam jurang tersebut, matanya tertutup telah menerima kematiannya dengan lapang dada dan mengikhlaskan segalanya agar tak memiliki beban setelah nanti ia mati yang mungkin saja nanti ia akan bereinkarnasi...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
awal yang bagus tor
2023-09-27
0
shadow life
ya
2023-04-08
0
shadow life
yes
2023-04-08
0