Fan An segera bergegas mengumpulkan seluruh kerabat dan teman dekatnya untuk meminta bantuan mereka agar membantunya mencari keberadaan anaknya, dengan terburu-buru Dia menyuruh beberapa orang untuk ke kediaman para kerabat dan teman-temannya...
tak berselang lama semuanya telah terkumpul di satu tempat, Fan An menjelaskan duduk permasalahan yang tengah dihadapinya yaitu anak semata wayangnya telah nekat memasuki kawasan hutan kematian...
" saudara-saudaraku, aku tidak tahu lagi harus berkata apa dan ingin menyampaikan apa kepada kalian, aku mohon kepada kalian untuk mengerti situasi ku di mana yang tengah kuhadapi saat ini adalah duka yang mendalam. Aku hanya bisa meminta bantuan kalian untuk membantuku mencari keberadaan anakku, nanti aku akan memberi kompensasi yang pantas untuk kalian semua"
Mendengar hal tersebut orang orang di sana mulai ribut membahas segala Kerugian dan keuntungan, karena jika masuk ke dalam wilayah hutan kematian itu sama saja dengan mengantar nyawa dan bisa saja mati dengan konyol. Sebab mereka tahu apa aja yang menghuni wilayah hutan kematian baik itu wilayah luar, dalam dan inti...
salah seorang dari mereka yang berkumpul disana angkat bicara, bermaksud mengutarakan pendapatnya akan hal ini...
" saudara Fang An aku tahu kekhawatiranmu dan kami mengerti apa yang tengah kamu hadapi, Kami juga akan melakukan hal yang sama bila itu terjadi pada kami. akan tetapi kami agak berat untuk menyimpulkan dan mengambil keputusan akan hal ini, saudara tahu sendiri risiko yang tidak kecil jika kita memasuki wilayah hutan kematian. jangankan wilayah dalam dan wilayah inti, wilayah luar aja pasti tidak ada yang akan selamat meskipun orang tersebut memiliki tingkat kultivasi Kaisar sekalipun"....
Fang An Tahu betul Apa maksud mereka tersebut, Sebab Dia juga tidak akan yakin bisa keluar dengan selamat dari wilayah hutan kematian meskipun itu di wilayah terluar. tapi mau bagaimana lagi tidak ada pilihan lain, karena ini menyangkut nyawa anak semata wayangnya dan apapun itu demi anaknya dia akan melakukan segalanya termasuk mengorbankan nyawanya sendiri...
" saudaraku sekalian, aku tahu apa yang kalian saksikan dan juga aku sangat mengerti bahwasannya kalian tidak akan pernah mudah mengerahkan pasukan yang kalian miliki Karena aku tahu jika seluruh pasukan kalian kerahkan maka itu akan melemahkan pertahanan kalian. Aku tidak meminta kalian Untuk mengerahkan seluruh pasukan kalian, aku hanya meminta 1 orang yang berada ada di tingkat transformasi King dan beberapa orang yang berada di tingkat transformasi untuk bisa menemaniku selama pencarian. dan seperti yang sudah saya bilang, aku akan memberikan kompensasi yang setimpal"....
Singkat cerita semua yang ada di sana sepakat untuk membantu dan mengirimkan beberapa orang sesuai dengan permintaan Fang An, meski sebenarnya mereka sangat berat tapi mengingat situasi yang tengah terjadi mereka akhirnya meloloskan dan membantu Fang An...
Dengan keputusan bersama tersebut mereka bergegas ke tempat dimana Fan Zu terakhir kali berada, Fan An beserta istrinya Yue Xi terlihat memimpin perjalanan tersebut. Tidak berapa lama mereka semua telah berkumpul di tempat terakhir Fan Zu berdebat dengan Fan Heju beserta kawanannya, di ikuti oleh para teman teman Fan An juga para utusan dari mereka yang sebelumnya telah mereka panggil melalui giok pesan...
flashback off
Kediaman Fan
Sementara di kediaman keluarga Fan juga terjadi kehebohan yang dikarenakan oleh dua hal, yang pertama karena kehilangan jejak Fan Zu dan yang kedua karena pelaku yang membuat Fan Zu hilang adalah tuan muda pertama dan kedua anak dari tetua pertama. mereka tahu bawa Fang An adalah orang yang disegani dan mereka mengantisipasi akan mukanya, terlebih Fang An dikenal cukup kejam dalam memperlakukan kan orang yang menyinggung nya...
Tapi tanggapan berbeda terjadi di kediaman tetua pertama di mana sewaktu dia mendengar berita bahwa anaknya penyebab hilangnya Fan Zu malah menunjukkan kebahagiaan karena salah satu sampah di dalam keluarganya telah hilang, dia tidak peduli dengan amarah Fang An sebab Dia tahu bahwa Fang An tidak akan atau tidak berani mengeluarkan amarahnya terhadap dirinya karena sesuatu hal walau dia juga tidak mengerti apa penyebabnya...
Terbukti dari banyak masalah yang disebabkan ataupun dimana dia sengaja menyinggung Fang An akan tetapi Fang An diam saja dan malah membiarkan masalah tersebut berlalu, Dari situ dia berkesimpulan bahwa Fang An tidak terlalu berani untuk berbuat sesukanya di dalam keluarga fan. jadi dia cukup tenang dan tidak merasa bersalah malahan dia memuji kedua anaknya karena telah menyingkirkan sampah dalam keluarga, dan berjanji akan melindungi anaknya apabila kedepannya mendapati masalah yang berkaitan dengan hilangnya Fan Zu...
Di kediaman Du
Di tengah ruangan yang sangat besar yang terlihat seperti aula pertemuan keluarga seorang pria yang berumur sekitar 40 tahun berwajah cukup rupawan duduk di atas kursi yang terlihat megah yang menandakan dia adalah seorang patriark keluarga, di sebelah kirinya terdapat seorang wanita yang berumur 30 tahun berwajah cantik dan dia adalah istri patriark keluarga Du...
Disana juga terdapat beberapa kursi tersusun agar rendah dari kursi patriark dan yang duduk di sana adalah para tetua tetua keluarga Du yang berjumlah 20 orang, dan di sana juga terlihat duduk Du Chen disebelah kanan patriak dengan kursi yang agak rendah yang menandakan dia adalah anak patriak atau dialah tuan muda keluaga Du...
"patriark, bagaimana tanggapan anda tentang berita hilangnya Fan Zu di wilayah luar hutan kematian. Kita tidak mungkin melepaskan diri dari masalah ini karena salah seorang penyebab anak Fan An hilang adalah tuan muda Du Chen, bagaimana jika Fan An mengamuk meminta pertanggung jawaban dari keluarga kita" salah satu tetua mengemukakan pendapatnya...
"ya aku tau akan hal itu dan aku telah mengirimkan utusan ke keluarga Fan untuk bertemu tetua pertama, aku berpesan untuk tetua pertama keluarga Fan meluangkan waktu bertemu beberapa jam lagi untuk membahas ini sebab 2 anaknya adalah pemeran utama hilangnya Fan Zu si sampah itu"...
"dan aku juga sudah mengutus utusan ke kediaman patriark Ku agar bergegas kemari dan bertemu tetua pertama keluarga Fan" jawab patriark Du...
Semuanya terdiam dalam pikiran masing masing karena semua tetua masih trauma akan kejadian 10 tahun silam dimana Fan An mengamuk, itu di sebabkan oleh seseorang yang berasal dari luar kerajaan dengan berani menantang Fan An berduel dan dengan taruhan istrinya Yue Xi...
Fan An yang tidak terima istrinya di jadikan bahan taruhan langsung menghajar orang itu dengan beringas hingga tewas, tidak hanya itu saja. Bahkan orang orang yang bersamanya sekitar 200san di babat habis tanpa seorangpun di biarkan hidup, hingga raja turun tangan langsung untuk menghentikan aksi Fan An yang ingin meneruskan amarahnya ke keluarga orang tersebut yang terletak di kerajaan tetangga...
Itulah sebabnya mereka sangat memandang tinggi Fan An, tapi karena patriark telah berkata demikian maka tak ada yang bisa mereka lakukan selain mengikuti rencana patriark...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Bantai saja keluarga Du biar anaknya yg Arogan tau rasa
2023-09-27
0
shadow life
yes
2022-08-16
1
shadow life
ya
2022-08-16
1