Bukan hanya itu saja yang di anjurkan oleh Temtem untuk di pindahkan, melainkan seluruh tanaman herbal dan tanaman sumber daya yang ada di dalam jurang kematian, di pindahkan juga kedalam ruang dimensi khusus tanaman. Semua tanaman yang ada di jurang kematian sangatlah langka dan bernilai tinggi, juga memiliki umur rata rata 500 tahun keatas, Bahkan ada yang telah berumur 1000 tahun sampai 10.000 tahun.
Tidak lama setelahnya. Fan Zu menepuk nepukan tangannya yang menandakan tugas selesai di kerjakan, diapun tersenyum puas telah melakukan pemindahan danau dan semua tanaman yang ada kedalam ruang dimensinya, lalu dia mengunjungi ruang dimensi tanaman untuk mengatur letak tanaman tanaman barusan agar tertata rapi.
Saat hari telah pagi kembali barulah ia selesai menata tanaman tanaman tersebut dan hasilnya sangat memuaskan dia. Ruang dimensi yang tak terlihat ujung tersebut jelas membuat Fan Zu bebas meletakkan dimana saja, dan Fan Zu mengoptimalkan letak letak tanaman itu karna ia tahu benar bahwa semua tanaman itu nantinya akan berkembang dan dimensi tanaman ini akan sangat banyak menghasilkan baik tanaman herbal maupun tanaman sumber daya. Tak lupa juga Fan Zu membagi dua wilayah ruang dimensi tanaman dimana sebelah kiri untuk tanaman herbal dan sebelah kanan tempat tanamam sumber daya yang dengan hanya memikirkan saja maka pembatasnya adalah jalan setapak saja.
Kegiatan bercocok tanam telah selesai dan sekarang saatnya ia keluar dari ruang dimensi. Saat dia keluar, wajahnya berseri seri karena membayangkan hasil dari kebunnya kelak (andaikan itu di dunia nyata, betapa kayanya author. Hahaha), sudah jelas bahwa ia tidak akan kekurangan sumber daya dan tanaman herbal. Hanya tinggal menambah koleksi untuk melengkapi kekurangan baik tanaman herbal maupun tanaman sumber daya di masa depan maka ruang dimensi itu akan sempurna, tak sabar ia menantikannya.
"Lelah juga untuk bercocok tanam. Apalagi membayangkan hasil di masa depan, sungguh hal melelahkan. Hahaha," seloroh Fan Zu.
Kedua binatang Fan Zu yang mendengar itu berkata dalam hati.
"Calon penguasa edan.)
"Sepertinya sudah tidak ada lagi yang bisa di lakukan disini. Jika demikian, lebih baik kita kesana saja, kalian tunjukanlah jalannya," kata Fan Zu kepada Bai long dan Qi Chou.
"Baik tuan."
Mereka bertiga melangkah ke tempat berkumpulnya hewan buas untuk mempraktekkan Keampuhan jurus Fan Zu, walau cukup jauh namun Fan Zu berjalan dengan semangat tak menghiraukan apapun. Sebenarnya Bai Long ataupun Qi Chou bisa saja membawa Fan Zu terbang agar perjalanan mereka lebih cepat sebab Fan Zu masih belum bisa terbang karena tingkat kutivasinya masih di tingkat kaisar, sedangkan untuk bisa terbang setidaknya berada di tingkat saints ke atas. Lagian Fan Zu menolak untuk di bawa terbang oleh mereka, karena lebih nyaman berjalan kaki menurutnya.
1 jam kemudian mereka telah tiba di tempat yang di maksud oleh Bai Long dan Qi Chou. Tampak kawanan hewan buas berkumpul dan melakukan aktifitas masing masing dengan jarak jarak tertentu, di sisi lain. Fan Zu melihat itu menjadi agak ciut karena banyaknya kawanan hewan buas, dia berpikir akan sangat mustahil melawan hewan buas yang banyak itu.
Seakan tahu dengan pikiran tuannya, baik Bai Long dan Qi Chou memakluminya. Maka Bai Long menyarankan,
"Tuan lebih baik mencari hewan buas yang terpisah dari kawanan terlebih dahulu untuk tuan lawan. Kami akan menghalau kawanan yang banyak ini dengan aura kami, dan dengan begitu tuan akan mudah melawan mereka jika satu persatu."
"Nah itu baru pintar. Terima kasih idenya saudaraku, hahaha," ucap Fan Zu sambil tertawa dan mengelus kepala Bai Long gemas.
Mendapati hal demikian Bai Long hanya dapat berkata kepada Qi Chou melalui telepati "Sunggu aku nyesal mengucapkan itu saudara Chou."
Sedangkan Qi Chou yang mendengar ucapan Bai Long tertawa dalam hati dan membalas dengan berkata
"Yang tabah saudaraku."
"Temtem, apa ada sesuatu yang bisa menyembunyikan aura kehadiranku dan aura kultivasiku? " tanya Fan Zu.
[Itu sudah tuan miliki. Armor jangkrik emas selain berfungsi menahan serang musuh juga berfungsi untuk menghilangkan aura kehidupan dan aura kultivasi selama tuan tidak ingin menunjukkannya. Tuan tinggal mengaktifkan dan tidak melepas armor dari badan tuan, jika tuan mau kualitas lain. sistem menyediakannya tuan.]
"Jangan sekarang Temtem, sekarang waktunya berlatih," imbuh Fan Zu.
Setelah berkata demikian, Fan Zu bersiap siap memulai latihannya di alam nyata. 1 kode dari Bawahannya, ia langsung mendekati salah satu hewan buas yang terpisah jauh dari kawanannya. Hewan buas itu adalah seekor badak yang memiliki 2 tanduk berumur 100 tahun dan termasuk hewan buas menengah, juga memiliki kulit yang lumayan keras.
Saat sudah berjarak 10 meter dari target. Fan Zu menghentakkan kakinya untuk memberi sinyal keberadaannya kepada musuh, dan itu berhasil. Badak itu mengeram sebab dia telah di ganggu, dengan segera badak tersebut mengambil posisi siap bertarung. Sedangkan di sisi lain Fan Zu telah bersiap dan langsung menerjang ke arah badak hanya dengan kekuatan tubuh saja tanpa memakai tenaga dalam. Demikian juga badak disebelah sana menerjang ke arah Fan Zu dengan kemampuan yang ia miliki, sebab badak tersebut cukup percaya diri akan pertanan kulitnya.
Booommm
Ledakan terjadi ketika bilah pedang yang tajam bertemu dengan kulit badak yang ternyata tidak tergores sedikitpun, akan tetapi. Badak tersebut terhuyung 10 meter kebelakang, matanya mulai memerah karena kesal. Bagaimana bisa dia di buat mundur oleh seseorang yang tidak memiliki aura kultivasi, kenyataan konyol macam apa ini.
Fan Zu kembali menerjang badak itu dengan sekuat tenaga dan kali ini dia memakai jurusnya walau masih tetap tidak memakai tenaga dalam.
"Jurus TAJAM MEMBELAH DAGING. Bagian pertama," gumam Fan Zu.
Booommm
Sekali lagi ledakan terjadi dan lumayan terdengar keras dari ledakan awal tadi, sekarang terlihat sedikit goresan di kulit badak, juga di sekitar tempat badak berdiri itu memiliki efek kehancuran yang lumayan. Terlihat banyak pohon tumbang dengan keadaan hancur tanpa sisa, hanya daun daun saja yang terlihar berterbangan di udara.
Melihat goresan di badannya membuat badak itu sangat marah. Perlahan dia mengeluarkan percikan listrik dari kedua tanduknya, lalu aliran listrik itu menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Badak sialan ini memiliki elemen petir rupanya. Pantas dia percaya diri," tandas Fan Zu mengamati badak itu.
"Temtem, apa aku bisa menggunakan elemenku saat ini?" Tanya Fan Zu kepada Temtem.
[Karena tuan belum mempelajari tentang elemen, maka tuan tidak bisa menggunakannya. Kecuali tuan memiliki Vena ilahi 9 elemen yang memungkinkan tuan untuk menggunakan elemen tanpa mempelajarinya, kekurangannya hanya kesempurnaan dalam penggunaan.]
"Vena ilahi 9 elemen? Sepertinya aku tidak memiliki vena ilahi Temtem, apa ada cara lain?" Tanya Fan Zu lagi.
[Ada tuan, dengan membeli di dalam sistem. Harganya 1000 poin tukar.]
"Ya sudah langsung beli dan pasangkan saja Temtem," kata Fan Zu tak ingin berpikir lama
[Baik tuan. Pembelian Vena ilahi 9 elemen dengan harga 1000 poin tukar.]
Ya/Tidak
"Ya."
[Poin terpakai 1000. Sisa poin 7.530 poin tukar. Proses akan selesai dalam 30 detik.]
[1...2...3...]
[Proses pemasangan vena ilahi 9 elemen telah selesai, sekarang tuan bisa menggunakan 9 elemen yang ada dan juga tuan harus menyempurnakan penggunaannya dengan menyerap permata hewan buas, permata siluman atau dengan mendalami elemen tersebut dalam jangka waktu yang sangat lama.]
"Masalah itu nanti kita pikirkan Temtem."
Fan Zu langsung mengeluarkan elemen petir dan mengalirkan ke pedangnya, alhasil sekarang pedangnya berwarna violet dan memiliki derik derik petir yang menjalar dari tangan Fan Zu hingga ujung bilah pedang. Saat persiapan mereka sama sama telah selesai. Mereka berdua secara bersamaam maju menerjang.
"Jurus Tajam Membelah Daging. Bagian 3," gumam Fan Zu.
Pedang Fan Zu bergerak zigzag dari kanan ke kiri dan di akhir oleh tebasan dari atas kebawah. Itu adalah tebasan yang sulit di hindari oleh badak tersebut, meski ia telah mengeluarkan petir menyerang Fan Zu yang berasal dari 2 tanduknya. Tapi itu tidak ada apa apanya dari serangan yang akan dia terima kali ini, bahkan terlihat mematikan dari serangan yang ia terima sebelumnya.
Ketika hendak badak itu menghindar. Energi pedang Fan Zu sudah mencapai tubuhnya, walau masih sempat menghindar tapi tanduknya dan ekornya menjadi korban. 2 tanduk badak itu jatuh ketanah bersamaan dengan kondisi badak itu yang terlihat sempoyongan kehabisan energi.
Melihat itu. Fan Zu yang memiliki sedikit lagi tenaga dalam langsung memberikan serangan penghabisan kepada badak tersebut dan tanpa ingin menunda dia merobek dada dari badak itu untuk di ambil permatanya sesuai dengan saran Temtem.
"Akhirnya, hah," ucap Fan Zu sambil ngos ngosan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Alex Kawun
koq permata ..... kristal kaleee
kurang jauh jg maen nya author ini
2023-10-30
1
Raimon
Aduuh ...pelit amat Sistemnya....Sistem tingkat Semesta kok nilai tukarnya seribu dua ribu ....
2023-04-28
0
shadow life
yes
2022-08-16
1