Saat yulina ingin mengetuk pintu kamarnya Raisa bertanya
" Lin.... sebenarnya ada apa dengan Yufika kok kelihatannya dia seperti sedang memikirkan sesuatu...." seru Raisa.
" Aku pun tidak tau sa setauku dia memang begitu... sudah lah aku ingin bertanya kepadanya dulu..." seru Yulina.
( tok...tok...tok....) suara ketukan pintu.
" Siapa....?" tanya Yufika dari dalam kamar.
" Fika... ini aku sama ketiga teman ku ingin ketemu sama kamu dan bicara... kita boleh masuk gak.." seru Yulina dari luar kamar.
" Hmmm masuk aja gak di kunci..." seru Yufika sambil mebaca buku .
Lalu pintu terbuka dan terlihat lah keempat orang itu masuk kedalam kamar nya Yufika.
" Hai.." sapa ketiga teman baru Yulina itu.
" Hmmmm..." di balas deheman oleh Yufika dan acuh.
" aku tau kita baru kenal tadi siang di kantin sekolah tapi aku rasa kita bisa berteman dengan baik..." seru Intan dengan nada lembut.
Lalu Yufika menatap ketiga teman yulina itu.
Lalu sekilas dia tersenyum.sehingga membuat keempat orang itu melongo termaksud Yulina karna dia tau yufika tidak biasanya akan tersenyum di hadapan orang lain.
" Masyaallah senyumanmu itu loh buat hatiku adem kawan..." seru Indah tiba-tiba
" Hmmmmmm" dehem Yufika.
" Ada apa kalian ke kamar ku..." tanya Yufika.
" Kita hanya ingin mengenalmu lebih dekat lagi lah masa kita kek musuhan saja..." seru Indah.
" Iya benar kata Indah itu.." sambung Raisa.
" Oh.." Yufika hanya ber oh ria saja.
" Ish fika mereka serius juga kamu malah gitu sih..." seru Yulina.
" Lina... aku gak minta mereka untuk mau berteman denganku...-.?" seru Yufika santai terhenti.
" Hmmm yaudalah Lin gak apa-apa kalau Fika belum mau nerima kita..." sahut Intan..
Yufika melihat raih wajah kecewa dari Intan...
Saat ketiganya ingin melangkah menuju pintu keluar Yufika menghentikan mereka.
" Tunggu... kalian mau kemana...???" seru Yufika.
Ketiga nya saling pandang...
" Kita mau pulang saja lah ..." seru Intan.
" Hmm. tadi aku belum selesai bicara aku ingin mengatakan sesuatu... aku ingin berbagi cerita dengan kalian... bisa ..." seru Yufika.
Lalu ketiganya kembali mendekat ke arah ranjang Yufika.
" Kamu mau cerita apa...?" tanya Indah dengan semangat.
" Apa kalian sudah tau sifatku yang lain..." tanya Yufika
" Kita hanya tau dari Lina kalau kamu itu aslinya posesif..." ceplos Raisa.
" Benar sekali..." sahut Yufika sambil menatap Raisa.
" Jadi apa kalian yakin mau berteman denganku yang aslinya posesif begini..." seru Yufika.
" Kami akan menerima sifat mu apapun itu..." seru Intan.
" Iya baiklah terimakasih..." seru Yufika.
" Lalu bagaimana...Fika..." tanya Yulina
" Lin... aku tadi melihat sari... kamu ingat kan sama sari..." seru Yufika mengingat dia tak sengaja melihat sari teman nya semasa SMP dulu.
" Kamu serius..." seru Yulina.
" Hmmm iya tadi aku melihatnya memakai baju biasa saja bersama papanya..." seru Yufika.
" Mau apa dia di sekolah kita..." seru Yulina bermonolog
" Mungkin dia mau sekolah di tempat kita kali Lin..fik.." seru Intan.
" Bisa jadi..." seru Raisa.
" Lin... aku takut....jika nantik dia tau kalau ini aku.." seru Yufika.
" Kamu kan menyamar... jadi mana mungkin dia mengenalmu...." seru Yulina santai.
" Tapi dia kan mengenalmu... lina..." seru Yufika.
" Oh iya... ya... udah lah santai saja..." seru Yulina..
" Sudah jangan dipikirin dulu itu yang penting kita hadapi bersama " seru Raisa.
" Benar itu kita akan bantu kamu jika terjadi sesuatu..." seru Indah..
" Hmmm baiknya diri kalian... hmm okelah aku akan semangat kalau begitu makasih ya kalian sudah mendengarkan curhat ku ini. .." seru Yufika bahagia... dan keempat orang itu menganggukan kepala mereka.
🌹🌹🌹🌹 BERSAMBUNG 🌹🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
Yukity
llike😍
2021-11-04
1