Yurina yang dari tadi sibuk di dalam kamarnya akhirnya memutuskan untuk turun ke lantai dasar dia gak peduli jika penyamarannya terbuka dengan teman-teman kakak nya itu
Dengan santai nya dia berjalan menuju dapur.
" Eh lin... itu siapa...?" tanya Indah pada Yulina.
lalu yulina menatap ke arah yang di tunjuk oleh indah.
" Oh itu kan kembaran aku Yufika .." seru Yulina dengan santai.
" Haaa.... masa sih itu Yufika... bukannya tadi di sekolah dia gak seperti itu ya..." seru Raisa.
" Makanya jangan menilai seseorang itu dari sampulnya saja..." seru Intan.
" Nah... bener tuh..." seru Yulina..
Tak lama Yufika datang membawa nampan berisi minuman dan memberikannya di meja ruang tamu karna saat itu Yulina sedang membuat tugasnya bersama ketiga teman barunya itu.
" Lin... ini mama buatin minuman suruh teman mu minum dulu jangan menyiksa mereka..." seru Yufika tanpa melihat lawan bicaranya dan langsung berlalu begitu saja..
" Itu beneran saudara loh Lin..." tanya Raisa.
" Iyalah..." seru Yulina singkat.
" Kok dingin gitu..." seru Raisa kembali.
" Sebenarnya dia aslinya baik kok... hanya saja dia tertutup sama sifatnya dia itu..." seru yulina menjelaskan sifat adiknya itu.
" Hmmm aku mau nanya deh sama kalian.... boleh gak..?" tanya Yulina hati-hati
" Iya tanyakan saja.. lah lin..." seru Intan.
" Jika kalian di hadapkan dua pilihan diantara pacar yang posesif atau sahabat yang posesif namun membawa dampak yang baik dan juga negatifnya... kira-kira kalian lebih milih yang mana..." seru Yulina sambil menatap wajah ketiga sahabat barinya itu .
" Kalau aku pribadi sih... aku lebih milih sahabat yang posesif aja di banding pacar ... kenapa karna pacar gak selamanya ada bersama kita tapi sikap posesifnya sahabat justru Membuat kita semakin yakin jika dia sangat menyayangi kit..." jelas Intan
" Nah gue setuju sama Intan... " sahut Indah menyetujui perkataan Intan.
" Hammm kalau gue sih tergantung sifat mereka saja..." seru Raisa santai.
" Oke gue ngerti..." sahut Yulina.
" Tapi kenapa lo nanya nya begitu...?" tanya Raisa.
" Karna Yufika aslinya posesif sama hal yang membuat dia sensitif seperti halnya dalam kalian berpakaian atau ber make up berlebihan pasti dia akan protes jika itu sahabatnya... dan itu juga yang menyebabkan persahabatannya hancur sampai dia gak percaya ada nya persahabatan yang tulus itu..." jelas Yulina... dan membuat ketiga sahabat yulina itu kaget.
" Seriusan lo..." seru Indah.
" Iya..." sahut singkat oleh Yulina.
Saat Intan ingin mengatakan sesuatu terdengar Yufika memanggil Yulina dan mengajak ke ruang makan ...
" Ayo nak... makan siang dulu." seru mama Nia.
" Iya tante..." sahut ketiga teman Yulina.
" Huuuuuuuffffh..." Yufika menghela nafas.
" Kamu kenapa...?" tanya Yulina saat melihat kembaran nya mengehela nafas kasar.
" Aku lelah..... aku ingin tidur...." seru Yufika sambil berdiri dari duduknya.
" Lah... nak... makanan mu belum habis lo..." sahut mama cepat.
" Aku pusing mah... nantik saja aku makannya.. aku mau kekamar dulu..." sahut Yufika sambil berjalan menaiki anak tangga lalu masuk kedalam kamarnya....
Skip
" Lina..." panggil mama Nia.
" Iya mah..." sahut Yulina.
" Kamu masih belajar nak...?" tanya mama Nia.
" Iya mah..." sahut singkat Yulina.
" Nantik coba kamu lihat saudaramu itu siapa tau dia beneran sakit..." sahut mama Nia.
" Iya mah nantik aku akan lihat dia..." seru Yulina sambil berpamitan kembali ke ruang tamu.
" Kamu kenapa...?" tanya Raisa.
" Aku khawatir sama kembaran ku..." seru Yulina cemas.
" Gak usah cemas kita akan bantu kamu kok..." seru Indah.
" Iyah deh makasih ya..." seru Yulina.
" Gak usah makasih kita kan teman jadi sudah seharusnya kita saling menolong kita akan buat Yufika percaya sama yang namanya sahabat sejari itu ad..." seru Intan.
" Iya aku percaya kok sama kalian..." seru Yulina sambil melanjutkan menulisnya.
Setelah. selesai mengerjakan tugasnya yulina pun pergi menuju kamar Saudaranya bersama ketiga sahabatnya itu... saat ini keempat orang itu sedang berdiri di depan pintu kamar Yufika
Keempat orang itu menatap pintu kamar Yufika sebelum masuk kedalam kamar Yufika. Yulina menghela nafas dan lalu mencoba memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar adiknya itu
🌹🌹🌹🌹 BERSAMBUNG 🌹🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
Fie F.s (Mama Adara) 💕
semangat kak 😊
2021-08-27
1