Setelah mematikan sambungan telfon nya sepihak Yufika memasukan hpnya ke dalam saku bajunya dia kaget keempat sahabatnya menatapnya dengan tatapan bingung.
" Ada apa kalian menatapku begitu..." seru Yufika.
" Gak apa-apa kita hanya kaget aja biasanya kamu ketus gitu dingin gitu kalau bicara kenapa tadi kamu lembut sekali bicaranya..." seru Mikhayla.
" Oh..." seru Yufika hanya ber oh ria saja.
" Hmmmm gini nih kalau lagi gak mod..." seru Safani.
" Kamu kenapa sih fik..." tanya Mikhayla.
" Aku...." seru Yufika sambil menunjuk dirinya sendiri dan dianggukan kepala oleh Mikhayla dan Safani.
" Kemari lah kalian berdua biar aku berbisik" seru Yufika lalu kedua orang itu mendekat dan Yufika berbisik.
" Aku sedang LAPAR.. dan sekarang mood ku sedang tidak baik-baik saja jadi jangan memancing kemarahanku oke..." bisik Yufika membuat keduanya ingin tertawa.
Setelah Yufika selesai berbisik keduanya tersenyum lalu.
" Emang tadi kamu gak sempat sarapan..." tanya Safani.
" Enggak ..." sahut Fika singkat.
" Yaudah kalau gitu nantik aku traktir makan siang deh..." sahut Safani.
" Enggak usah... nantik aku ada janji sama orang mau ke taman belakang..." seru Yufika jujur.
" Kamu tu jujur banget sih..." seru Mikhayla.
" Hmmmmmm" di balas deheman oleh Yufika.
" Yaudah ih gak usah cuek gitu napa sih aku kan jadi gak kuat lihat kamu begitu..." seru Safani.
" Gak tau dan gak mau tau ..." seru Yufika sambil menatap lurus ke depan.
Tanpa mereka sadari ada 2 pasang mata yang melihat dan mendengar mereka bertiga berbicara tanpa ikut menyahuti.
Namun salah satu dari dia mencoba bicara kepada Fika.
" Fik...." panggil orang itu
Namun fika tak menghiraukannya hingga Safani menepuk bahunya barulah dia sadar.
" Ada apa fan..." tanya Yufika tanpa berbalik menatap Safani.
" Itu Rahayu manggil kamu..." seru Safani lalu pandangan Yufika menuju ke arah Rahayu.
" Kamu manggil saya..." tanya Yufika pada Rahayu. dsn dianggukan kepala oleh Rahayu.
" Ada apa...?" tanya Yufika tanpa menatap Rahayu.
" Fika kamu kenapa kek menghindari ku begitu ada apa...?" tanya Rahayu.
" Ada apa....? kamu nanya ada apa...?" seru Yufika.
" Iya Fika kamu kenapa...?" tanya Rahayu kembali . Namun saat Yufika ingin menjawab tak lama guru pun masuk dan memulai pelajaran mereka
Saat jam istirahat Yufika dengan cepat memasukan barangnya lalu mengambil handphonenya dan langsung keluar kelas tanpa menghiraukan tatapan keempat sahabatnya itu. Namun saat fika ingin menuruni anak tangga sekilas dia melihat Zahra... Liza... dan Putri lalu dia bersembunyi menunggu ketiganya pergi setelah itu dia berjalan menuju taman... ternyata di taman Ranti sudah menunggunya.
" Hai... maaf nunggu lama aku harus menghindari panggilan teman-teman ku dulu hahahaha,,," seru Yufika.
" Iya gak apa-apa.." sahut Ranti
" Eh iya Fik... kamu mau gak ikut organisasi gitu..." seru Ranti.
" Hmmmm organisasi apaan...?" tanya Yufika.
" Hmmm OSIS sama PMR " seru Ranti.
" Mungkin dengan aku menyibukkan diri aku bisa mencari tau apa masalah teman-teman ku itu... ya cuman ini caranya ..." gumam Yufika dalam hati.
" Hmmmm setelah aku pikir-pikir itu ide yang cukup bagus... aku mau lah.." seru Yufika.
" Iya sudah nantik aku daftarkan jadi calon anggota OSIS ya..." seru Ranti pada Yufika.
" Oke... yaudah kita ke kantin yuk..." ajak Ranti dan dianggukan kepala oleh Yufika.
Sesampai di kantin keduanya duduk berpisah dari keempat sahabat Yufika...
Safani yang saat itu melihat Yufika bersama seorang yang selalu dianggap musuhnya dengan kesal memasukan makanan ke dalam mulutnya
" Fika... kenapa dia bisa kenal sama Ranti... akh... gadis itu selalu saja merebut sahabatku..." gumam Safani kesel.
" Woi kenapa loh kesel kesel gitu..." tanya Mikhayla
" Gak apa-apa " sahut Safani.
" Saat Yufika dan Ranti sedang duduk santai sambil menunggu pesanan mereka.. tiba-tiba beberapa siswa mendatangi keduanya"
" Hallo adek-adek... apa boleh kakak duduk di sini..." seru salah satu senior mereka.
" Silakan kak.." sahut Ranti dan Yufika bersamaan...
" Kakak udah pesan makanannya kak..." tanya Ranti
" Udah... hmmm kakak kesini mau nawarin kalian sesuatu... mau gak.." seru senior tadi.
" Hmmm sebelumnga perkenalkan nama kakak..Mayanisa... boleh panggil kak may atau kk nisa oke..." seru Mayanisa.
" Iya kak Nis..." sahut Ranti dan Yufika bersamaan.
" Emangnya kakak menawarkan apa kak...?" tanya Ranti.
" Hmmmm kakak mau kalian ikut menjadi kandidat OSIS... apa kalian bersedia..." seru Mayanisa mewakili teman-temannya.
" Kenapa harus kita kak kan yang lain bisa kak..." seru Yufika.
" Karna kalau kakak perhatikan dalam diri kalian bersua memiliki jiwa kepemimpinan apa lagi beberapa hari ini kakak perhatikan kalian berdua selalu datang pagi... itu yang membuat kami yakin kalau kalian bisa jadi kandidat anggota OSIS.. terutama kamu..." seru Mayanisa sambil menunjuk ke arah Yufika.
" Emangnya ada apa dengan ku kak..." seru Yufika heran .
" Saya mendengar kamu bisa mengubah kelas yang di cap sebagai kelas pembuat onar menjadi kelas berbintang... itu yang membuat kamu ISTIMEWA di mata kami... jadi kami memutuskan memilih kamu sebagai calon sekretaris OSIS dan kamu sebagai wakil ketua OSIS.." seru Mayanosa kepada Yufika lalu kepada Ranti.
" Sebelumnya makasih banyak kak... atas kepercayaan ya ke kami... mudah-mudahan jika kami terpilih kami bisa menjalankan amanah dari kakak kakak senior..." jelas Yufika.
" Ya sudah dari tadi kita bicara... kita belum kenalan..." seru Maya.
" Saya Fika... kak.." seru Yufika sambil mengulurkan tangannya.
" Desi Fatmala..." seru Desi.
" Rikayla... panggil saja lala..." seru Rikayla.
" Saya Ranti kak.." seru Ranti sambil menerima uluran tangan dari Desi dan Rikayla.
Setelah perkenalan Mayanisa dengan Yufika mereka makan bersama dan saling melempar candaan...
dari kejauhan Yulina dan ketiga sahabatnya menerka-nerka apa yang sedang di bicarakan senior mereka kepada Yufika.
" Eh lin..kamu gak khawatir kalau Yufika diapa-apain sama senior itu..." seru Indah.
" Iya enggak lah... dia kan pandai karate..." seru Yulina santai membuat ketiganya melongo.
" Seriusan..." seru ketiganya bersamaan dan dianggukan kepala oleh Yulina.
" Wah... bisa nih kita latihan karate sama dia..." sahut Intan yang paling kalem itu.
" Haaaaaaa.....?" kaget Indah dan Raisa bersamaan.
" Kok kalian kaget sih..." tanya Intan.
" Gimana kita gak kaget... Intan... kamu kan kalem... ngomong juga lemah lembut... terus tiba-tiba mau ikutan karate sama Yufika emang kamu bisa..." seru Indah.
" Iya di coba lah.." sahut Intan kalem.
" Nah aku setuju kalau kalian mau latihan sama Fika.." seru Yulina.
" Emangnya kamu bisa karate juga lin..?" tanya Raisa.
" Enggak aku gak bisa... aku malas latihan..." seru yulina jujur.
" Nah kalau gitu gimana kalau kita belajar latihan sama Fika saja..." seru Indah.
" Setuju..." seru yang lain bersamaan...
" Yaudah besok aku tanyakan sama fika ya..." seru Yulina dan dianggukan kepala oleh ketiga temannya.
Mereka sepakat untu latihan karate bersama Yufika.
🌷🌷🌷🌷 BERSAMBUNG 🌷🌷🌷🌷
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments