Saat jam istirahat Yufika mengobrol dengan Liza... serta Zahra dan Putri...
" Ra... Put... Liz...hmmm seandainya aku pindah kelas kalian masih.....-" seru Yufika terhenti.
" Apa....?! kamu mau pindah kelas... kenapa....?" seru Zahra.
" Iya Fika... kamu kenapa tiba-tiba pengen pindah kelas..." tanya Liza.
" Hmmm aku mau sekelas sama saudari ku Yulina..." seru Yufika bohong.
" Fik... aku tau kamu pasti bohong soal itu... pasti kamu nyembunyiin sesuatu dari kita... ayolah fik... kita sahabat jadi kalau ada apa-apa cerita lah sama kita... siapa tau kita bisa bantu..." seru Putri yang sepertinya dia tau isi hati Yufika.
" Hmmm aku gak ada masalah apa-apa kok..." seru Yufika.
" Aku bisa tau kok Fik... kalau kamu serius bicara atau sedang menyembunyikan sesuatu aku tau loh..." seru Putri.
" Hmmm aku bisa tebak ... perubahan sikap kamu begini setelah 2 siswi baru itu masuk kekelas kita....betulkan ..." sambung Putri menebak.
" Hmmmm gak ada kok udah lah... kan tadi kataku SEANDAINYA..." seru Yufika menekankan kata seandainya.
" Yaudah yuk kita masuk kedalam kelas..." seru Liza mengajak ketiga sahabatnya untuk masuk kedalam kelas.
Lalu keemlat orang itu masuk kedalam kelas .... Yufika melihat Sarina dan Mitha sedang mengobrol lalu pandangannya ke arah Kharisma lalu dia berjalan ke arah kursi Di sama dan duduk di sampingnya.
" Hei... sendiri saja... lagi apa...?" seru Yufika sambil menyenggol pelan lengan Kharisma dengan lengannya.
" Hmmm aku lagi buat tugas kemaren belum selesai..." seru Kharisma.
" Kamu kenapa...?" tanya Yufika yang tau perubahan sikap Kharisma.
" Aku gak kenapa-napa kok fika..." seru Kharisma sambil menutup bukunya lalu menatap Yufika.
" Aku rasa kamu sedang ada masalah ada apa... cerita sama aku..." seru Yufika.
" Emangnya kamu masih anggap aku teman..." seru Kharisma ketus.
" Hmmm kamu kenapa...sih ya aku masih anggap kamu teman aku lah... masa aku gak anggap kamu kan teman sekelas ku..." seru Yufika santai.
" Kamu hanya anggap aku teman sekelasmu saja... jadi gak usah peduli..." seru Kharisma.
" Iya sudah kalau kamu gak mau kasih tau apa masalah kamu dan gak mau cerita ke aku..." seru Yufika sambil berdiri dan berjalan menuju kursinya namun sesaat dia berbalik dan mengatakan.
" Hmmm Ris... aku mintak maaf kalau aku ada salah sama kamu... makasih...sudah mau jadi teman aku makasih..." seru Yufika sambil melanjutkan jalannya fika tidak langsung menuju kursinya tapi dia langsung pergi keluar.
Yufika pergi ke ruang kepala sekolah...
( tok...tok...tok...) suara ketukan pintu.
" Masuk..." seru kepsek Hamdan
" Selamat siang pak..." seru Yufika sambil tersenyum
" Eh nak Fika ada apa nak...?" seru kepala sekolah.
" Begini pak... saya berencana mau pindah kelas... pak... tapi tidak sekelas dengan saudara saya ya pak... di kelas lain saja..." seru Yufika menyampaikan tujuannya.
" Kenapa kamu mau pindah kelas nak.." tanya pak Hamdan.
" Saya hanya ingin saja pak...tapi saya dengar kelas 10 D itu terlihat cukup bagus untuk saya pak..." seru Yufika membuat pak Hamdan kaget.
" Nak... 10 D itu tidak baik buat kamu di sana anaknya nakal-nakal nak... masa kamu mau pindah di kelas itu..." seru pak hamdan.
" Pak kasih saya waktu 3 bulan saya akan buat mereka jadi penurut pak..." seru Yufika tegas.
" Lalu pak Hamdan pun pasrah dan dia bersedia memindahkan Yufika di kelas 10 D... lalu pak hamdan juga menghubungi wali kelas Yufika sekarang dan juga menghubungi wali kelas 10 D.
Buk Nurhalima pun kaget saat tau Yufika ingin pisah ke kelas 10 D... sedangkan buk Rumanah.. dengan senang hati menyambut Yufika.
" Fika... nak... kenapa kamu mau pindah di kelas 10 D... apa ada masalah sama teman-teman nak..." tanya buk Nurhalima.
" Tidak buk..!!! saya hanya ingin mencari suasana kelas yang hidup buk..." seru Yufika santai... Lalu buk Nurhalima menghela nafasnya berat... karna baginya Yufika itu bisa menjadi bintang di kelasnya selain putrinya.
" Huuuuuuffff baiklah...kalau itu keinginan kamu...ibuk akan terima..." seru buk Nurhalima.
" Baiklah besok kamu sudah mulai di kelas 10 D..." seru pak Hamdan.
" Dan ibuk Rumanah tolong di bimbing anak murid baru ini... " sambung pak Hamdan kepada buk Rumanah.
" Baik pak...." seru buk Rumanah.
" Hmmm pak.. buk kalau begitu saya kembali ke dalam kelas sebentar lagi bel berbunyi...dan ini hari terakhir saya di kelas 10 B... saya permisi dulu pak buk... mari..." seru Yufika sopan dan berpamitan
Setelah keluar dari ruangan pak Hamdan Yufika menghela nafasnya.
" Huuuuufff mungkin ini sudah keputusan terbaik... semoga aku bisa merubah anak-anak nakal itu semangat fika...semangat..." seru Yufika menyemangati dirinya sendiri lalu berjalan menuju kelasnya.
" Fik.... kamu dari mana...?" tanya Liza.
" Dari ruang kepala sekolah...?" seru Yufika jujur
" Ngapain..." tanya ketiga sahabatnya bersamaan.
" Ih... kompak ya... hehehehe...😀😀" seru Yufika sambil nyengir
" Ya jawab aja... kamu ngapain diruang kepala sekolah...?" seru Liza sambil menatap wajah Yufika.
" Aku hanya ada urusan sama pak kepala sekolah" seru Yufika.
" Masa sih kok aku gak percaya ya..." seru Putri sambil menatap wajah Yufika namun Yufika mengalihkan pandangannya...
" Fik... tatap mataku..." seru Putri namun tak dihiraukan oleh Yufika.
" Fika... kamu gak mau natap aku..." seru Putri.
" Iya Fika kamu kenapa sih... katanya tadi habis dari ruang pak kepsek terus kenapa mukanya sedih gitu..." seru Zahra.
" Aku gak apa-apa ra... aku gak sedih hanya saja aku terhura sama kalian..." seru Yufika.
" Haaa.... terhura...." sahut Liza.
" TERHARU..." ralat Zahra dan Putri bersamaan.
" Iya itu maksudku..." Yufika tak lama gurupun masuk dan ternyata mata pelajaran bersama buk Nurhalima.
Sesaat pandangan buk Nurhalima kepada Yufika.
Setela membari materi dan tugas buk Nurhalima terdiam dan melamun dan dia sudah iklas jika nantik dia tak lagi melihat Fika di kelasnya..
Skip jam pulang sekolah
Semua siswa dams siswi mulai berhamburan untuk pulang kerumahnya... sedangkan Yufika pulang bersama Yulina...
Sepanjang jalan Yufika hanya diam saja. dan Yulina menatap wajah saudarinya itu.
" Fika kamu kenapa...?" tanya Yulina.
" Hmmm kita bicara dirumah saja ya..." seru Yufika dan dianghukan Kapala oleh Yulina.
Sesampai dirumah Yufika langsung menuju kamar nya.
Yulinanpun juga begitu dia masuk kamarnya.
💐💐💐💐 BERSAMBUNG 💐💐💐💐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments