Xiao Lang melangkahkan kakinya dengan santai sambil bersenandung pelan, senyuman indah terukir jelas di wajahnya yang tertutup oleh topeng, senyuman yang menggambarkan suasana hatinya yang sedang senang. Suasana indah dan tenang di hutan tersebut benar-benar membuat Xiao Lang merasa nyaman, bahkan Xiao Lang sudah melupakan kesialan yang sebelumnya ia alami ketika berada di gurun.
Akan tetapi, ketenangan dan kenyamanan yang dirasakan Xiao Lang harus segera berakhir, tepatnya ketika Xiao Lang merasakan aura yang cukup besar dan mengerikan menerpa tubuhnya. Ketika itu juga, raut wajah Xiao Lang langsung berubah, senyuman indah yang terukir di bibirnya juga langsung menghilang dalam sekejap, lalu dengan perasaan enggan dan malas, Xiao Lang mengarahkan pandangannya ke sumber aura yang ia rasakan.
Aura yang cukup besar dan mengerikan tersebut berasal dari dua ekor harimau hitam yang sangat besar, kedua harimau itu menatap Xiao Lang seperti sedang menatap buruannya, bahkan hanya dari tatapan mereka saja, sudah bisa ditebak dengan jelas apa yang mereka pikirkan tentang Xiao Lang. Tentu saja! Kedua harimau tersebut menganggap Xiao Lang sebagai sarapan untuk mereka.
Xiao Lang menghela nafas panjang, kemudian berkata pelan. "Aku baru saja merasa senang, tapi malah datang pengganggu yang menyebalkan!"
"Ggrrrrr!!"
"Apa kalian mau menyantap ku?... Kalau begitu sebaiknya kalian berpikir seribu kali sebelum melakukannya!" ujar Xiao Lang kemudian langsung menyerang kedua monster harimau tersebut.
Karena kesal ketenangan dan kenyamanannya telah dirusak oleh kedua monster harimau tersebut, Xiao Lang langsung menyerang mereka dengan niat membunuh yang sangat kuat, Xiao Lang bahkan tidak berniat untuk bermain terlalu lama dengan pengganggu seperti mereka berdua.
Sambil berlari mendekati kedua harimau tersebut, Xiao Lang kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas, lalu menciptakan ratusan tombak Yin Yang dengan kekuatan yang besar. Setelahnya, Xiao Lang langsung melemparkan ratusan tombak tersebut ke arah dua harimau dihadapannya.
"Matilah, harimau sialan!" ujar Xiao Lang kesal.
Boom!
Boom!
Dhuar!
Ledakan-ledakan dahsyat terus terjadi ketika ratusan tombak Yin Yang menghantam kedua harimau tersebut, mereka berdua bahkan tidak bisa menghindar apalagi melarikan diri dari serangan bertubi-tubi Xiao Lang, hingga akhirnya kedua monster tersebut musnah begitu saja, tanpa menyisakan apapun.
***
Disisi lain hutan, Shen Huo Yuan dan teman-temannya yang sedang menyusuri hutan, tiba-tiba saja dikejutkan dengan suara ledakan yang terus terdengar bersahut-sahutan, karena penasaran dengan apa yang terjadi, Shen Huo Yuan dan teman-temannya kemudian pergi menuju ke sumber suara ledakan tersebut.
Beberapa menit kemudian, Shen Huo Yuan dan teman-temannya akhirnya sampai di sumber ledakan yang mereka dengar sebelumnya, mereka semua benar-benar sangat kaget, ketika melihat tempat yang telah hancur tersebut, tidak ada apapun di sana, kecuali hanya seorang pemuda bertopeng yang berdiri ditengah-tengah kehancuran.
Shen Huo Yuan segera mengenali pemuda bertopeng tersebut, lalu memanggilnya dan kemudian menghampirinya. "Shen Long, apa itu kau?"
"Ada apa?" tanya Xiao Lang yang juga langsung mengenali siapa pemuda yang menghampirinya tersebut.
"Bukan apa-apa, aku hanya penasaran dengan apa yang telah terjadi di sini" jawab Shen Huo Yuan.
"Seperti yang kau lihat, ditempat ini baru saja terjadi pertarungan, tapi aku juga tidak tahu siapa yang bertarung di sini, karena saat aku sampai di sini, sudah tidak ada apa-apa lagi" ucap Xiao Lang menjelaskan.
"Dari keadaan tempat ini, sepertinya telah terjadi pertarungan antara monster yang sangat kuat, bisa jadi mereka mati karena serangan terkuat masing-masing, sehingga tidak menyisakan apapun" Shen Huo Yuan mencoba menggambarkan apa yang telah terjadi, dengan melihat situasi tempat tersebut.
"Sialan! Kalau begitu sama saja kau mengatakan aku adalah monster itu!" Xiao Lang menggerutu dalam hatinya.
"Sudahlah, karena kita sudah bertemu di sini, bagaimana kalau kita melakukan perjalanan bersama?" tanya Shen Huo Yuan.
"Baiklah, lagipula aku juga sudah bosan sendirian" jawab Xiao Lang.
Setelah Xiao Lang setuju untuk bergabung dan melakukan perjalanan bersama, mereka semua kemudian melanjutkan perjalanannya untuk menyusuri hutan tersebut, selama perjalanan mereka sering berhadapan dengan para monster penghuni hutan.
Akan tetapi, mereka benar-benar sangat beruntung karena tidak bertemu dengan monster yang terlalu kuat, atau monster yang berkelompok seperti sebelumnya, sehingga mereka bisa mengalahkannya dengan usaha serta kerjasama yang sangat baik dan tentunya, dengan rencana yang telah di susun dengan sangat sempurna.
Selama pertarungan berlangsung, Xiao Lang lebih banyak diam dan hanya menyaksikan mereka saja, Xiao Lang hanya akan membantu ketika mereka semua sudah benar-benar terdesak atau sudah tidak mampu lagi menghadapi monster tersebut. Jika tidak, maka Xiao Lang hanya akan duduk dengan santai sambil menyaksikan pertarungan para pemuda tersebut.
Perilaku Xiao Lang yang terlihat seperti seorang pemalas, benar-benar membuat para pemuda lainnya marah, tapi mereka tidak berani menegur ataupun memarahinya, karena mereka menganggap bahwa Xiao Lang adalah teman baik Shen Huo Yuan, lalu mereka juga tidak mengetahui kekuatan Xiao Lang yang sebenarnya, sehingga mereka hanya diam dan tidak menghiraukan Xiao Lang sama sekali.
***
Waktu kembali berlalu dengan sangat cepat, tidak terasa beberapa hari telah berlalu lagi sejak Xiao Lang bertemu dengan Shen Huo Yuan dan teman-temannya. Saat ini, mereka semua sedang berada di depan sebuah reruntuhan bangunan yang sangat besar, yang bisa dikatakan sebagai reruntuhan dari sebuah istana.
Mereka semua terlihat sudah tidak sabar lagi untuk menjelajahi reruntuhan tersebut, karena mereka sangat yakin bahwa di reruntuhan tersebut terdapat banyak sekali harta yang berharga. Bahkan mungkin, mereka akan menemukan artefak kuno yang bisa meningkatkan kekuatan mereka secara instan.
Namun, sebelum masuk dan menjelajahi reruntuhan tersebut, Shen Huo Yuan mengusulkan bahwa mereka harus menyusun rencana terlebih dahulu, setidaknya mereka bisa mengantisipasi ancaman yang bisa datang kapan saja, misalnya seperti jebakan, monster atau hal-hal lainnya yang mungkin telah menunggu kedatangan mereka semua.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya mereka telah berhasil menyusun rencana yang menurut mereka sudah sangat sempurna, dimana mereka akan berjalan berurutan dengan Shen Huo Yuan di posisi terdepan, lalu diikuti dengan pemuda yang kekuatannya di bawah Shen Huo Yuan, sampai akhirnya Xiao Lang yang berada di posisi paling belakang.
"Baiklah, sekarang mari kita masuk ke dalam sana!" ucap Shen Huo Yuan, kemudian memimpin mereka semua memasuki reruntuhan tersebut.
Awalnya, semua berjalan baik-baik saja, tidak ada jebakan, monster atau apapun yang bisa membahayakan keselamatan mereka semua, bahkan mereka semua sempat berpikir jika di reruntuhan tersebut memang tidak ada ancaman sama sekali, kecuali Xiao Lang yang sejak awal sudah merasakan keanehan di tempat tersebut.
"Suasana yang sangat tenang ini, entah mengapa mengingatkanku dengan sesuatu" gumam Xiao Lang dalam hatinya.
"Benar juga, biasanya ketenangan seperti ini adalah pertanda sebelum datangnya badai masalah" lanjutnya.
Tidak lama kemudian, mereka semua sampai di sebuah ruangan yang benar-benar sangat besar dengan patung-patung prajurit raksasa yang tersusun rapi di dinding ruangan, lalu di ruangan tersebut juga terdapat beberapa peti yang terlihat sangat megah, yang dihiasi dengan emas dan permata.
"Hahahaha! Aku sangat yakin kalau peti itu adalah peti harta!" ujar salah seorang pemuda, kemudian berjalan menghampiri peti tersebut.
"Tunggu! Sebaiknya jangan menyentuh peti tersebut, karena mungkin saja ada jebakan di dalamnya" ujar Shen Huo Yuan menghentikan langkah pemuda tersebut.
Xiao Lang mengangguk pelan mendengar perkataan Shen Huo Yuan, karena dia juga merasa sangat yakin bahwa di dalam peti tersebut terdapat jebakan. Keyakinan Xiao Lang semakin bertambah saat perasaan aneh yang menyelimuti dirinya semakin bertambah besar, seolah-olah sedang ada ancaman besar yang sedang menunggu mereka.
"Sejak tadi aku merasakan bahaya yang sangat besar, tapi apa?" gumam Xiao Lang, lalu mengarahkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Harman LokeST
kuuaaaaaaaaaaattkkaaaannnnnnn teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssss teekaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaddmuuuuu Xiao Lang
2024-03-07
0
Ruslan Derahman
bahaya besar menunggu
2024-01-22
1
Jhonson Siregar
tambah ilmu lagi dan menguasai prajurit Dewa Kuno, yang lalu saja (jilid 1) belum pernah digunakan /Facepalm//Facepalm/
2024-01-17
0