Meskipun sudah mengetahui bahwa masalah yang ia alami tidak akan berhenti hanya sebatas itu saja, bahkan pelayan restoran sudah mengingatkan Xiao Lang untuk segera pergi, karena yang akan dia hadapi adalah klan dewa api, yang terkenal kejam, tapi Xiao Lang sama sekali tidak berniat untuk kabur dari masalah.
Xiao Lang bukanlah orang sombong yang gemar memamerkan kekuatan, apalagi mencari masalah dengan orang lain, terlebih lagi, dia sekarang berada di tempat yang baru dan benar-benar berbeda dari benua bintang. Tapi saat ada masalah datang menghampirinya, sangat pantang bagi Xiao Lang untuk mundur, meskipun hanya satu langkah.
Setelah selesai makan dan membayar makanannya, Xiao Lang kemudian pergi meninggalkan restoran, lalu melanjutkan perjalanannya untuk menyusuri kota Dewa, ketika keluar dari restoran, Xiao Lang cukup kaget, karena Huo Chen dan bawahannya sudah tidak ada di sana.
"Lari mereka cepat juga" Xiao Lang bergumam dalam hatinya.
Orang-orang yang tadi menyaksikan bagaimana Xiao Lang menghajar Huo Chen dan bawahannya, memandang Xiao Lang dengan tatapan aneh, ada rasa takut, kagum, serta rasa iba dalam tatapan mereka padanya, tapi Xiao Lang sama sekali tidak menghiraukan tatapan mereka, lalu melanjutkan perjalanannya.
***
Sementara itu, di klan dewa api. Huo Chen serta lima bawahannya telah sampai di sana, mereka berlima nampak ketakutan menghadapi amarah Shen Huo Bing, yang merupakan ayah Huo Chen sekaligus pemimpin klan dewa api.
Shen Huo Bing benar-benar sangat murka saat melihat anaknya kembali dalam keadaan tidak sadarkan diri, terlebih lagi, anaknya mendapatkan luka yang sangat parah, yang membuat wajahnya hampir tidak dikenali dan dilumuri oleh darahnya sendiri.
"Katakan! Siapa orangnya? Siapa yang telah membuat putraku begini?!" Shen Huo Bing bertanya dengan penuh amarah.
"Ka-kami juga tidak mengetahuinya patriark, tapi dia adalah seorang pendatang dan bukan penduduk kota dewa" jawab salah seorang bawahan Huo Chen.
"Kalian benar-benar tidak berguna! Bawa aku pada orang itu sekarang juga!" ujar Shen Huo Bing.
"Ba-baik patriark"
Sebelum berangkat mencari Xiao Lang, Shen Huo Bing terlebih dahulu membawa anaknya ke dalam kamar, agar bisa di obati oleh para tabib klan dewa api, lalu setelah itu, barulah Shen Huo Bing pergi ke kota untuk mencari Xiao Lang.
Tidak tanggung-tanggung, Shen Huo Bing bahkan membawa puluhan prajurit terbaik bersamanya, karena Shen Huo Bing telah berniat untuk melenyapkan siapa saja yang telah membuat anaknya terluka.
Kemunculan Shen Huo Bing bersama pasukannya di kota, langsung menimbulkan kegaduhan, para penduduk kota juga nampak ketakutan, karena mereka yakin, kedatangan Shen Huo Bing pasti akan menyebabkan kekacauan yang hebat di kota dewa.
Tentu saja para penduduk kota dewa tidak mau terkena dampak dari amarah Shen Huo Bing, sebab mereka juga telah mengetahui seperti apa kejamnya Shen Huo Bing kepada siapa saja yang berani mengusik anggota keluarganya.
"Di restoran inilah kami bertemu dengan orang itu" ucap salah seorang bawahan Huo Chen, setelah mereka sampai di restoran sebelumnya.
"Tunggu apa lagi! Masuk dan seret dia keluar sekarang juga!" ujar Shen Huo Bing.
Ke-lima bawahan Huo Chen kemudian masuk kedalam restoran untuk menemui Xiao Lang, tapi setelah berada di dalam, mereka tidak berhasil menemukan Xiao Lang, namun salah seorang pengunjung juga mengatakan, bahwa Xiao Lang telah pergi beberapa waktu yang lalu.
"Patriark, orang itu sudah tidak ada di restoran ini" ucap bawahan Huo Chen, setelah mereka keluar dari restoran.
"Cari dia dan temukan dia! Aku yakin dia masih berada di kota ini!" Shen Huo Bing langsung memerintahkan pasukannya untuk bergerak dan mencari Xiao Lang di seluruh penjuru kota dewa.
***
Di alun-alun kota Dewa, Xiao Lang nampak sedang duduk santai di taman kecil yang ada di sana, bahkan Xiao Lang terlihat seperti sedang menunggu kedatangan seseorang, karena sejak awal, dia sudah yakin akan ada yang datang ke sana untuk mencari dirinya.
Benar saja! Tidak berselang lama, salah seorang bawahan Huo Chen tiba di alun-alun kota, namun dia tidak langsung menghampiri Xiao Lang, tapi mengeluarkan batu giok berwarna merah dari cincin penyimpanannya, lalu memecahkan batu giok tersebut.
Setelah beberapa menit berlalu, datang seorang pria tua bersama puluhan prajurit menghampiri bawahan Huo Chen, kemudian bawahan Huo Chen tersebut menunjuk Xiao Lang yang sedang duduk santai di bangku yang ada taman alun-alun kota.
"Persis seperti dugaan ku" Xiao Lang bergumam dalam hatinya, kemudian tersenyum.
Shen Huo Bing dan pasukannya kemudian menghampiri Xiao Lang, raut wajahnya menunjukkan kemarahan dan kebencian yang sangat besar pada Xiao Lang, tapi Xiao Lang masih tetap santai dan tenang di tempat duduknya.
"Bagus sekali! Aku pikir kau akan segera melarikan diri setelah membuat masalah dengan putraku!" ujar Shen Huo Bing.
"Membuat masalah? Apa kau tidak salah?" tanya Xiao Lang.
"Apa maksudmu sampah?!" ujar Shen Huo Bing.
"Aku sama sekali tidak membuat masalah dengan putramu itu, aku hanya memberikan sedikit pelajaran agar dia tahu siapa sampah yang sesungguhnya!" jawab Xiao Lang.
"Jadi maksudmu putraku adalah sampah?!" Amarah Shen Huo Bing semakin memuncak, dia benar-benar tidak menyangka bahwa pemuda di hadapannya masih berani berkata seperti itu padanya.
Xiao Lang hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan pria tua di hadapannya itu. "Menurutmu?" tanya Xiao Lang.
"Brengsek! Habisi dia sekarang juga!" ujar Shen Huo Bing.
Puluhan prajurit yang berdiri di belakang Shen Huo Bing kemudian bergerak dan menyerang Xiao Lang, tapi dengan santainya Xiao Lang bisa menghindari serangan mereka semua, bahkan Xiao Lang masih menunjukkan senyuman indah di bibirnya, ketika menghindari serangan mereka.
Para prajurit tersebut semakin kesal, karena setiap tebasan pedang mereka tidak ada yang berhasil mengenai tubuh Xiao Lang. Padahal, mereka sudah menyerang Xiao Lang dengan sangat cepat, bahkan mereka semua adalah prajurit terbaik klan dewa api.
Mengetahui bawah mereka tidak akan pernah bisa menyentuh Xiao Lang, para prajurit itu kemudian berpencar dan membentuk lingkaran, sementara Xiao Lang berada di tengah-tengah mereka, lalu para prajurit itu mengangkat tangan mereka ke depan dan mengarahkannya pada Xiao Lang.
Dari telapak tangan para prajurit itu muncul bola api dengan ukuran yang cukup besar, kemudian bola api itu melesat dengan cepat ke arah Xiao Lang, seperti anak panah yang telah dilepaskan dari busurnya. Xiao Lang tidak tinggal diam, ia kemudian menciptakan perisai cahaya di sekelilingnya untuk menahan serangan bola api itu.
BBOOOMMMMM!!
Ledakan dahsyat terjadi ketika serangan bola api para prajurit itu menghantam perisai cahaya Xiao Lang, mereka semua nampak tersenyum penuh kemenangan, karena berpikir bahwa perisai cahaya Xiao Lang tidak akan mampu menahan serangan sebanyak dan sekuat itu.
Tapi apa yang terjadi selanjutnya benar-benar sangat mencengangkan, jangankan untuk menghancurkan perisai cahaya Xiao Lang, bahkan serangan mereka tidak berhasil membuat perisai cahaya Xiao Lang retak sedikitpun.
"Sekarang giliran ku!" ujar kemudian mengangkat tangannya ke atas.
Disaat bersamaan, ratusan tombak cahaya Yin dan Yang muncul di atas Xiao Lang, lalu Xiao Lang menurunkan tangannya dan ratusan tombak tersebut, langsung bergerak menyerang para prajurit klan dewa api.
BBOOOMMMMM!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
SADI POGUNG
harusnya jgn pake elemen cahaya... memang sengaja ni biar menarik perhatian dewa... kan punya elemen petir, dll... kyk gak ada jurus laen aja...
2024-12-03
0
Harman LokeST
haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaabbbbiiiiiiiiiiiiiiiii
2024-03-07
0
Ruslan Derahman
ratusan tombak turun menyerang perajurit kln api
2024-01-22
1