Karena tidak memiliki tanda pengenal, Xiao Lang harus melalui pemeriksaan ketat terlebih dahulu, setelah dinyatakan aman dan tidak mencurigakan, barulah Xiao Lang diizinkan untuk masuk ke kota Dewa, tapi tetap harus membayar dengan sejumlah uang atau benda berharga kepada para prajurit tersebut.
Xiao Lang sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena menurutnya, membayar dengan uang atau benda berharga masih jauh lebih baik daripada indentitasnya terbongkar.
Mungkin di tempat tersebut memang tidak ada yang mengenali dirinya, tapi saat identitasnya terbongkar, tentunya berita tentang dirinya akan terdengar sampai ke telinga Shen Dian dan kelima penguasa.
"Baiklah, sekarang kau bisa masuk ke kota Dewa" ucap prajurit yang memeriksa Xiao Lang.
"Terimakasih tuan" ujar Xiao Lang, kemudian berjalan melewati para prajurit penjaga gerbang.
Setelah berada di kota, mata Xiao Lang benar-benar dimanjakan dengan kemegahan dari setiap bangunan yang ada di kota dewa, bahkan kota paling megah di alam fana masih belum sebanding dengan kemegahan kota dewa.
Suasana di kota dewa hampir sama dengan suasana kota yang ada di alam fana, suasana yang sangat ramai dengan suara hiruk-pikuk orang-orang yang sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing.
Jika bukan karena perbedaan energi spiritual, serta tingkatan kekuatan yang berbeda jauh dengan orang-orang yang ada di alam fana, atau kemegahan kota yang sangat luar biasa itu, maka tidak ada yang bisa percaya kalau sekarang mereka sedang berada di alam ilahi, karena memang hampir tidak ada bedanya.
"Sebaiknya aku mencari tempat makan" Xiao Lang bergumam pelan, lalu mempercepat langkah kakinya.
Setelah beberapa menit menyusuri jalanan kota dewa, Xiao Lang akhirnya menemukan tempat makan yang sangat mewah, lalu dengan santainya Xiao Lang masuk kedalam restoran mewah tersebut.
"Selamat datang tuan, anda ingin memesan apa?" tanya seorang pelayan.
"Berikan aku makanan dan minuman terbaik yang kalian miliki" jawab Xiao Lang, kemudian berjalan menuju ke arah meja yang kosong.
"Baik tuan, akan saya siapkan segera" ucap pelayan itu, kemudian bergegas menyiapkan makanan dan minuman untuk Xiao Lang.
Beberapa menit kemudian, pelayan yang sebelumnya datang menghampiri meja Xiao Lang, sambil membawakan makanan serta minuman terbaik yang mereka miliki, lalu meletakkannya di atas meja Xiao Lang.
"Silahkan dinikmati tuan, makanan ini adalah..." pelayan itu tiba-tiba menghentikan ucapannya saat melihat Xiao Lang menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu repot-repot menjelaskan, sebaiknya kau melayani tamu yang lain" ucap Xiao Lang, kemudian tersenyum ramah.
"Baik tuan!" ujar pelayan tersebut, kemudian pergi meninggalkan Xiao Lang.
Meskipun agak jengkel dan kesal dengan sikap Xiao Lang, namun pelayan itu tidak berani menunjukkan kekesalannya secara langsung kepada Xiao Lang, karena dia takut perbuatannya akan menyinggung Xiao Lang.
Walaupun wajahnya terlihat sangat asing, tapi pelayan restoran itu merasa yakin bahwa Xiao Lang bukanlah orang biasa, karena ada aura yang terasa sangat agung dan mendominasi dari tubuhnya, bahkan aura tersebut terasa sangat berbeda dengan aura anggota dari berbagai klan dewa.
***
Selang beberapa menit kemudian, datang beberapa orang pemuda dengan pakaian layaknya seorang bangsawan, para pelayan restoran bahkan memperlakukan mereka dengan sangat hormat, seolah-olah para pemuda itu adalah orang yang sangat disegani.
"Ma-maaf tuan, tapi anda tidak bisa makan di restoran ini, karena semua mejanya telah penuh, jika anda mau anda bisa menunggu sampai pelanggan lain selesai makan" salah seorang pelayan mencoba menjelaskan situasi restoran mereka dengan sangat hati-hati.
"Beraninya kau meminta aku menunggu! Apa kau tidak mengetahui kalau aku adalah tuan muda dari klan dewa api?!" pemuda yang menyebut dirinya sebagai tuan muda klan dewa api nampak sangat marah.
"Aku tidak mau tahu! Bagaimanapun caranya kau harus bisa mencarikan tempat meja untuk kami, atau restoran ini akan aku hancurkan!" ujar pemuda tersebut.
"Ba-baik tuan" para pelayan kemudian menyusuri setiap meja, berharap menemukan ada pelayan yang akan segera selesai, tapi sayangnya, mereka tidak menemukannya.
Tuan muda dari klan dewa api nampak semakin kesal, karena para pelayan itu tak kunjung menemukan tempat duduk untuknya, lalu tanpa sengaja, tatapannya terarah pada Xiao Lang yang sedang makan sendirian di meja yang cukup besar.
"Siapa dia? Apa kalian mengenalnya?" tanya pemuda itu.
"Tidak tuan muda, sepertinya dia pengunjung yang datang dari kota lain" jawab bawahan pemuda itu.
"Baguslah! Kalau begitu aku tidak perlu takut untuk menyingkirkannya!" tuan muda klan dewa api bergumam dalam hatinya, kemudian tersenyum sinis.
Pemuda itu dan para bawahannya kemudian menghampiri meja Xiao Lang, tatapan mereka semua terlihat sangat tajam dan sinis, seperti seekor singa yang sedang melihat buruan besar dan sedang berjalan seorang diri.
"Hei sampah! Pergi dari sini sekarang, karena tuan muda Huo Chen akan makan di meja ini" ujar bawahan pemuda yang bernama Huo Chen.
Xiao Lang menghentikan makannya sejenak, lalu mengalihkan pandangannya kepada para pemuda yang sedang mengelilingi mejanya, tidak lama kemudian, Xiao Lang melanjutkan makannya tanpa mengucapkan sepatah katapun, seolah-olah dia menganggap keberadaan para pemuda itu.
Sikap Xiao Lang yang sangat tidak peduli itu membuat mereka semua kesal, termasuk pemuda yang bernama Huo Chen. Karena merasa Xiao Lang sedang mempermalukan mereka, salah satu bawahan Huo Chen kemudian menggebrak meja dengan sangat keras, sehingga membuat makanan dan minuman Xiao Lang tumpah.
"Sayang sekali, padahal makanannya sangat enak" Xiao Lang berkata pelan.
"Pelayan, bisa kau bawakan aku makanan dan minuman seperti tadi?" Xiao Lang benar-benar tidak menghiraukan para pemuda itu, bahkan dengan santainya Xiao Lang memesan makanan lagi pada pelayan.
"Sialan! Kau benar-benar tidak tahu diri!" Pelayan Huo Chen yang berdiri di samping Xiao Lang benar-benar marah, ia kemudian menyerang Xiao Lang dengan tinjunya.
Tapi sayangnya, serangan pemuda itu tidak mengenai apa-apa selain udara kosong, karena Xiao Lang telah berpindah ke kursi yang lain yang ada di meja tersebut. Mereka benar-benar kaget ketika menyadari Xiao Lang telah berpindah tempat, karena hampir tidak mungkin untuk seseorang bisa menghindari serangan dari jarak sedekat itu.
"Sekarang aku sedang lapar, jadi aku tidak akan melayani kalian" ucap Xiao Lang.
"Jangan sombong! Kau hanya beruntung karena berhasil menghindari serangan ku, karena aku sedikit lengah!" pemuda yang menyerang Xiao Lang semakin marah, ia kemudian mendekati Xiao Lang, lalu menyerangnya lagi.
Kali ini Xiao Lang tidak berpindah tempat seperti sebelumnya, tapi hanya menghindari setiap serangan dari pemuda itu. Para pengunjung lain yang menyaksikan mereka benar-benar dibuat kaget dan kagum disaat yang bersamaan.
Mereka kaget karena tidak menyangka bahwa Xiao Lang, berani memprovokasi Huo Chen yang merupakan tuan muda dari klan dewa api, Huo Chen terkenal sangat kejam dan suka menindas mereka yang lemah, bahkan Huo Chen tidak segan-segan melakukan tindakan tercela sekalipun.
Akan tetapi, mereka juga merasa kagum pada Xiao Lang, karena Xiao Lang bisa menghindari serangan bawahan Huo Chen dengan sangat mudah, bahkan Xiao Lang tidak terlihat kesulitan sedikitpun, yang menandakan bahwa Xiao Lang memang bukan orang sembarangan.
"Sepertinya tuan muda Huo Chen telah salah mengusik orang"
"Yang kau katakan mungkin memang benar, tapi sehebat apapun pemuda itu, dia tetap tidak akan mampu menghadapi klan dewa api sendirian"
Para pengunjung restoran mulai berbisik-bisik membicarakan Xiao Lang dan Huo Chen, ada yang merasa kasihan kepada Xiao Lang, ada juga yang merasa kagum, tapi ada juga yang tidak peduli sama sekali, karena mereka tidak ingin terlibat masalah dengan klan dewa api.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Harman LokeST
baru datang sudah ada masalah
2024-03-07
2
Ruslan Derahman
mempermainkan putera dewa api
2024-01-22
1
Jhonson Siregar
keren2 tinggal author mengarahnya kemana ?
2024-01-17
2