Meskipun ketiga dewa tersebut merasa tidak asing dengan tombak Xiao Lang, tapi mereka bertiga tetap menyerang Xiao Lang tanpa ingin mencari tahu lebih jauh, karena menurut mereka, setelah berhasil mengalahkan Xiao Lang nanti, maka mereka akan mendapatkan informasi apapun yang mereka inginkan darinya.
"Bocah, karena kami adalah dewa maka kami akan memberikanmu kemudahan, katakan saja siapa yang ingin kau hadapi lebih dulu?" dewa Angin berkata angkuh.
"Tidak usah basa-basi, kalian bertiga bisa maju bersama-sama untuk melawanku!" jawab Xiao Lang.
"Hahahaha! Aku cukup terkesan karena kesombongan mu itu. Tapi sayangnya, kau bahkan tidak sadar siapa yang sedang berhadapan denganmu sekarang!" ucap dewa Awan.
"Tentu saja aku tahu, kalian bertiga adalah orang tua yang datang untuk membalaskan dendam anaknya yang tidak tahu diri!" Xiao Lang berkata dengan santai.
"Lancang sekali kau bocah!" ujar dewa Api.
Seperti api yang akan langsung membakar dan menghanguskan apapun yang ada di hadapannya, seperti itu pula dewa Api yang telah terpancing oleh perkataan Xiao Lang, tanpa memikirkan apapun lagi, dewa api langsung menyerang Xiao Lang dengan ganas.
Xiao Lang tersenyum puas ketika melihat kemarahan yang sangat besar pada raut wajah dewa Api, bahkan Xiao Lang benar-benar tidak menyangka, bahwa seorang dewa yang sangat agung akan mudah terprovokasi hanya dengan ucapan belaka.
"Rasakan kemarahan dari seorang dewa Api!" ujar dewa Api, kemudian menciptakan ratusan bola api berukuran besar, lalu melemparkannya kepada Xiao Lang.
Xiao Lang memutar tombaknya, lalu melesat ke arah dewa Api dengan sangat cepat, sambil terus menghindari setiap bola api yang dilemparkan padannya, tidak hanya bisa menghindari setiap bola api yang dilemparkan padannya, Xiao Lang bahkan bisa menghancurkan beberapa bola api tersebut dengan tombaknya.
"Apa hanya ini serangan dari seorang dewa?" Xiao Lang merendahkan dewa Api dengan sengaja.
"Kau benar-benar membuatku marah, bocah sialan!" ujar dewa api kesal.
Dewa Api kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas, kemudian menciptakan bola api yang benar-benar sangat besar, lalu saat dewa Api hendak melemparkan bola api tersebut, Xiao Lang sudah berada di hadapannya dan langsung menyerang dewa api dengan Dragon Spear.
DHUAAR!!
Serangan Xiao Lang mengenai tubuh dewa api dengan telak, sehingga membuatnya terlempar cukup jauh dan bola api yang ia ciptakan sebelum, langsung menghilang begitu saja. Tapi Xiao Lang masih belum menghentikan serangannya, ia kemudian menghilang dan muncul lagi di atas tubuh dewa api yang sedang terlempar, kemudian menghantam tubuhnya dengan Dragon Spear sekali lagi.
DHUUAAARRRR!!
Dewa api terjatuh ke tanah dengan sangat cepat dan menyebabkan ledakan besar saat tubuhnya menghantam tanah dengan keras, tapi lagi-lagi, Xiao Lang masih belum menghentikan serangannya, ia kemudian menciptakan tombak Yin dan Yang yang sangat besar, lalu melemparkannya ke arah dewa Api yang masih tergeletak di tanah.
DHUUAAARRRR!!!
Ledakan besar kembali terjadi saat tombak Yin dan Yang menghantam tubuh dewa Api, namun sayangnya, serangan tersebut tidak berhasil melukai dewa api, karena ada sebuah perisai cahaya berlapis dan sangat tebal yang melindungi dewa api, yang diciptakan oleh dewa Angin.
"Sepertinya kami memang telah meremehkan mu bocah! Siapa kau sebenarnya?" tanya dewa Angin, kemudian menghilangkan perisai yang melindungi dewa api.
"Siapa aku tidaklah penting bagi kalian" Xiao Lang menjawab pertanyaan dewa Angin dengan santai.
"Kalau begitu, kami berdua akan ikut menghadapi mu!" ujar dewa Awan.
"Benarkah? Bukankah sejak awal sudah aku katakan untuk menghadapi ku bersama-sama?" tanya Xiao Lang.
"Hahahaha! Kau benar-benar sombong bocah! Kalau begitu, kami tidak akan menahan diri lagi!" jawab dewa Angin.
Dewa Angin dan dewa Awan kemudian melepaskan aura mereka yang sangat agung untuk menindas Xiao Lang. Tapi sayangnya, Xiao Lang tidak merasakan apapun saat aura mereka menerpa tubuhnya.
"Sepertinya bocah ini memang bukan bocah sembarangan" gumam dewa Awan.
Karena tidak berhasil menindas Xiao Lang dengan aura mereka, dewa Awan dan dewa Anging kemudian menggunakan energi spiritual mereka untuk menciptakan armor, lalu mereka juga mengeluarkan senjatanya masing-masing, begitu juga dengan dewa Api yang telah berada di sisi dewa Angin dan dewa Awan.
Xiao Lang tersenyum sinis, kemudian melepaskan kekuatan darah naga Azure di tubuhnya, beberapa saat kemudian, seluruh tubuh Xiao Lang langsung di tutupi oleh armor yang sangat megah, bahkan armor tersebut jauh lebih megah dibandingkan dengan armor ke-tiga dewa.
"I-itu, itu armor naga!" ujar dewa Angin.
"Benar itu memang armor naga, berarti tombak di tangannya adalah Dragon Spear!" ucap dewa Awan.
"Armor naga dan Dragon Spear? Itu artinya dia adalah manusia yang telah berani menantang penguasa dewa, yang mulia Shen Dian!" dewa Api menimpali.
"Hahahaha! Jadi perkiraan ku sudah benar, ternyata kalian semua memang kaki tangan Shen Dian!" ujar Xiao Lang, kemudian menghilang dari pandangan.
Beberapa saat kemudian, Xiao Lang tiba-tiba muncul di hadapan mereka bertiga, lalu menyerang mereka dengan menggunakan Dragon Spear. Saat ini, Xiao Lang tidak ingin bersantai lagi, terlebih setelah mereka menyebutkan nama Shen Dian, yang membuatnya ingin segera menghabisi ke-tiga dewa itu secepat mungkin.
Walaupun sedang menghadapi tiga dewa sekaligus, tapi Xiao Lang tidak terlihat kesulitan ataupun terdesak, justru ke-tiga dewa itulah yang nampak kewalahan menghadapi serangan tombak Xiao Lang.
Berbagai macam pertarungan yang telah Xiao Lang lewati saat masih berada di dunia fana, memberikannya pengalaman bertarung yang sangat besar dan berhasil meningkatkan kemampuan bertarungnya, sangat berbeda dengan para dewa, meskipun mereka sangat kuat, tapi mereka jarang melakukan pertarungan secara langsung.
Tentu saja dengan pengalaman yang banyak, serta kekuatan yang sangat besar, membuat Xiao Lang bisa dengan mudah menghadapi mereka bertiga, bahkan Xiao Lang berhasil melihat celah dari setiap serangan ataupun pertahanan mereka bertiga.
"Sial, ternyata dia sangat kuat!" ujar dewa Angin.
"Teruslah bertahan atau kita akan mati!" ucap dewa Api.
Waktu berlalu dengan sangat cepat dan Xiao Lang masih melakukan serangan terhadap mereka bertiga, bahkan Xiao Lang tidak memberikan mereka bertiga kesempatan untuk melakukan serangan balasan.
Beberapa saat kemudian, Xiao Lang menghentikan serangannya, lalu menjauh dari ketiga dewa yang nampak kelelahan karena menghadapi serangan Xiao Lang. Setelah itu, Xiao Lang mengangkat tangan kirinya ke atas, lalu dari telapak tangannya muncul bunga teratai yang tercipta dari energi spiritualnya.
Tidak hanya sekedar energi spiritual saja, tapi teratai tersebut juga tercipta dari gabungan antara kekuatan elemen cahaya dan kekuatan bintang, yang dinamakan dengan jurus teratai semesta.
"Ke-kekuatan macam apa ini?!"
Ke-tiga dewa tersebut gemetar ketakutan saat merasakan aura yang sangat dahsyat dari teratai semesta, mereka bahkan tidak yakin apakah mereka akan selamat atau tidak, setelah terkena serangan tersebut, oleh karena itu, mereka bertiga bermaksud untuk pergi dari sana. You sayangnya, tubuh mereka tiba-tiba saja kaku dan tidak bisa digerakkan.
"Kekuatan ruang dan waktu" ucap Xiao Lang sinis, "sekarang kalian tidak akan bisa pergi dari tempat ini." lanjutnya, kemudian melemparkan teratai semesta kepada tiga dewa tersebut.
(Assalamu'alaikum semuanya, maaf ya hari ini cuma bisa update satu chapter, karena hari ini Author benar-benar sangat sibuk, tapi jika ada waktu luang, author akan update 3 atau 4 Chapter sekaligus.
Sekian dari Author, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, see you next chapter, Baibai.)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Harman LokeST
buuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
2024-03-07
0
Joni Asmal
mangkin hebat & kuat aja xiao Lang..
2024-02-16
0
bear641
wkwkkk diganti 1 huruf jadi dewa guguk donk
2024-01-31
1