Beberapa hari telah berlalu, pemukiman sederhana yang berada di tengah-tengah hutan di alam Ilahi, nampak ramai seperti biasanya, karena para prajurit yang sedang sibuk melakukan kegiatan mereka masing-masing, ada yang berlatih tanding, ada juga yang melakukan kegiatan seperti penduduk biasa.
Semuanya nampak sangat tenang tanpa gangguan sedikitpun, bahkan suasana tenang tersebut sampai membuat mereka semua merasa sangat nyaman dan merasa enggan untuk meninggalkan hutan tersebut, karena memang suasana tenang dan aman seperti sekaranglah yang mereka inginkan.
"Sudah sangat lama aku tidak merasa setenang ini" ucap Xiao Lang, sambil memandangi para prajurit melakukan kegiatan mereka.
"Yang kau katakan memang benar Lang'er, karena itu, kita harus berjuang lebih keras lagi untuk mempertahankan ketenangan ini" kata Shen Liu.
"Ayah, aku ingin mendengar lebih banyak informasi mengenai alam Ilahi, termasuk dengan orang-orang yang tinggal di sini" ucap Xiao Lang.
"Ayah tidak bisa memberikan banyak informasi, kalau kau mau mengetahui semuanya, sebaiknya kau datang ke kota dewa" jawab Shen Liu.
"Kota dewa? kota seperti apa itu, ayah?" tanya Xiao Lang penasaran.
"Kota dewa adalah salah satu kota terbesar di alam Ilahi, selain itu, dikota dewa juga merupakan tempat berkumpulnya para pemimpin klan dewa, bisa dikatakan kalau kota dewa merupakan pusat dari seluruh kota di alam ilahi ini" jawab Shen Liu.
"Sepertinya menarik, kalau begitu aku akan mengunjungi kota tersebut" ucap Xiao Lang.
"Kalau kau mau ke sana, sebaiknya jangan mencari masalah dan jangan sampai identitas mu terungkap" ujar Shen Liu.
"Baik ayah" jawab Xiao Lang.
Setelah cukup lama mengobrol, Xiao Lang kemudian berpamitan kepada ayahnya untuk pergi menghampiri Luo Li dan Xiao Lien, yang sedang berada di bawah pohon dekat dengan tempat prajurit melakukan latih tanding.
Xiao Lang juga tidak mengerti kenapa, tapi sejak dua hari yang lalu, Luo Li selalu mengajak Xiao Lien untuk menyaksikan para prajurit melakukan latih tanding, Luo Li nampak sangat bersemangat ketika menyaksikan mereka berlatih tanding, bahkan tidak jarang Luo Li bersorak gembira seperti sedang menyaksikan turnamen.
"Bagaimana latihannya?" tanya Xiao Lang, kemudian duduk di sebelah Xiao Lien.
"Latihannya sangat seru, mereka semua benar-benar sangat hebat!" jawab Luo Li dengan semangat.
"Benarkah?" tanya Xiao Lang.
Luo Li tidak menjawab pertanyaan Xiao Lang, dia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, raut wajahnya benar-benar menunjukkan kebahagiaan, padahal yang dia saksikan hanyalah latihan biasa antara para prajurit, tapi Luo Li benar-benar menyaksikan mereka dengan sangat serius.
Xiao Lang membalas senyuman istrinya dengan tersenyum juga, walaupun dia tidak mengerti kenapa sikap istrinya seperti itu, tapi dia benar-benar sangat senang, karena istrinya bisa merasakan kebahagiaan dari hal-hal sederhana seperti itu.
"Suamiku, dimana Xiao Guang?" tanya Luo Li.
"Dia sedang melakukan sesuatu bersama She Long" jawab Xiao Lang.
"Panggil dia kemari, aku ingin dia mencarikan sesuatu untukku" ucap Luo Li.
"Mencari apa? Biarkan aku saja yang mencarinya" ujar Xiao Lang.
"Tidak! Aku ingin Xiao Guang" ucap Luo Li tegas.
"Baiklah" ujar Xiao Lang, kemudian memanggil Xiao Guang.
Beberapa saat kemudian, Xiao Guang muncul di hadapan mereka bertiga dan langsung berlutut untuk memberikan rasa hormatnya. "Ada apa tuan?" tanya Xiao Guang.
"Xiao Guang, bisakah kau mencarikan buah untukku di hutan?" tanya Luo Li.
"Tentu saja yang yang mulia, aku akan mencarinya untuk yang mulia, tapi yang mulia ingin buah apa?" tanya Xiao Guang.
"Buah apa saja, aku benar-benar ingin makan buah sekarang" jawab Luo Li.
Xiao Lang nampak mengerutkan alisnya saat mendengar permintaan Luo Li, dia benar-benar tidak menyangka bahwa istrinya akan meminta Xiao Guang mencarikan buah untuknya, padahal Xiao Lang sendiri bisa melakukan hal tersebut.
"Li'er, kenapa harus Xiao Guang? Bukankah aku sendiri bisa mencarinya untukmu?" tanya Xiao Lang.
"Sudah aku katakan, kalau aku hanya ingin Xiao Guang!" bentak Luo Li.
"Baiklah yang mulia, kalau begitu aku akan pergi sekarang" ucap Xiao Guang, kemudian menghilang dari tempat tersebut.
Karena bingung dengan sikap istrinya tersebut, Xiao Lang kemudian berpamitan kepada Luo Li, karena Xiao Lang ingin datang ke kota dewa, untuk mencari lebih banyak informasi mengenai alam Ilahi, akan tetapi, Luo Li malah tidak menghiraukannya dan hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi sekarang" ucap Xiao Lang, kemudian pergi meninggalkan Luo Li dan Xiao Lien.
***
Setelah itu, Xiao Lang langsung melesat terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Utara, tempat dimana kota berada. Saat sedang melesat terbang dengan kecepatan tinggi, Xiao Lang tiba-tiba teringat dengan perkataan Shen Liu sebelumnya.
"Benar juga, aku harus menyamarkan identitas ku" gumam Xiao Lang, kemudian mengubah tampilan wajahnya dengan jurus penyamaran.
Setelah terbang selama hampir dua puluh menit, Xiao Lang akhirnya bisa melihat kota dewa dari kejauhan, kota tersebut nampak sangat besar dan sangat megah, bahkan Xiao Lang belum menginjakkan kakinya di kota tersebut, tapi kemegahan kota dewa, sudah bisa ia lihat dari kejauhan.
Saat jaraknya dengan gerbang kota dewa sudah agak dekat, Xiao Lang kemudian turun ke bawah, lalu melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki. Awalnya Xiao Lang ingin turun di depan gerbang, namun karena melihat antrian yang panjang, Xiao Lang kemudian memutuskan untuk turun sedikit lebih jauh dari gerbang.
"Ternyata pengunjung kota ini banyak juga" gumam Xiao Lang, kemudian masuk ke barisan antrian.
"Hei! Kau berasal darimana?" tanya seorang pemuda di samping Xiao Lang.
"Aku baru saja datang ke alam Ilahi" jawab Xiao Lang ramah.
"Oh! Jadi kau berasal dari alam fana?" tanya pria tersebut, dengan maksud merendahkan Xiao Lang.
"Benar sekali" jawab Xiao Lang santai.
"Sebaiknya kau berhati-hati, karena kehidupan di alam Ilahi sangat berbeda dengan kehidupan di alam Fana, semua yang ada di sini, bergantung pada kekuatan, jika kau tidak memiliki kekuatan maka kau akan tersingkirkan" ucap pria tersebut.
"Terimakasih karena sudah mengingatkan aku" jawab Xiao Lang.
"Jangan terlalu angkuh, kau itu hanya manusia biasa yang bermimpi untuk menjadi dewa. Tidak seperti ku, yang sejak awal memang terlahir sebagai dewa" ucap pria tersebut.
Xiao Lang tidak menghiraukan lagi perkataan pria di sampingnya, karena menurut Xiao Lang, semua yang dikatakan oleh pria itu kepadanya, hanyalah omong kosong belaka, bahkan kekuatan pria tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan dirinya.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya tiba giliran Xiao Lang untuk diperiksa, para prajurit penjaga gerbang kemudian menanyakan identitas Xiao Lang, sama seperti pengunjung yang lainnya.
"Maaf tuan, aku sama sekali tidak memiliki tanda pengenal" ucap Xiao Lang.
"Kalau begitu, kau harus diperiksa terlebih dahulu!" ujar prajurit penjaga gerbang tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusss
2024-03-07
0
Ruslan Derahman
tiada tanda pengenal
2024-01-22
2
Jhonson Siregar
keren choy
2024-01-17
0