Xiao Lang mengerutkan alisnya melihat apa yang dilakukan oleh ketiga ketua klan dewa tersebut, meskipun Xiao Lang sudah mengetahui bahwa mereka akan memanggil bala bantuan, tapi Xiao Lang tidak mengetahui dengan pasti siapa yang akan mereka panggil.
Hingga beberapa saat kemudian, langit tiba-tiba saja bergemuruh, aura yang sangat besar langsung menerpa tubuh mereka semua. Bersamaan dengan itu, muncul sebuah portal yang sangat besar di langit, lalu dari dalam portal tersebut, keluar tiga orang dengan aura yang sangat besar.
Xiao Lang mengangkat sudut bibirnya ketika melihat tiga orang yang baru saja keluar dari portal tersebut, hanya dari merasakan aura mereka yang sangat agung, Xiao Lang sudah bisa menebak bahwa ketiga orang itu adalah dewa, yang tidak lain adalah dewa Api, dewa Angin dan dewa Awan.
Xiao Lang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Sepertinya aku harus segera pergi!" ucap Xiao Lang dalam hatinya.
Setelah itu, Xiao Lang langsung menghilang dan pergi meninggalkan tempat tersebut. Sebenarnya, Xiao Lang bisa saja langsung berhadapan dengan tiga dewa itu, bahkan bukan tidak mungkin bagi Xiao Lang untuk membunuh salah satu dari mereka, tapi untuk saat ini, Xiao Lang masih ingin menjelajahi alam ilahi dan masih belum saatnya untuk menyatakan perang dengan para dewa.
Ke-tiga dewa yang baru saja keluar dari portal yang terbuka di langit, kemudian menghampiri ketiga keturunannya yang sedang bertarung dengan naga Azure, mereka cukup kaget saat melihat sosok naga Azure yang diciptakan dari energi spiritual tersebut, karena mereka bisa mengetahui ada yang aneh dengan kekuatan naga Azure tersebut.
"Pantas saja mereka memanggil kita, karena naga itu memang bukan tandingan mereka!" ucap dewi Api.
Dewa api kemudian mengangkat tangannya dan mengarahkan tangannya pada naga Azure, lalu dari telapak tangan dewa Api, muncul bola api seukuran kepalan tangan anak kecil, tapi aura panas dari bola api tersebut benar-benar sangat luar biasa, serta kekuatannya berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan bola api Huo Bing.
Bola api kecil tersebut melesat dengan kecepatan tinggi menuju naga Azure dan mengenai tubuhnya.
DHUAARRRR!!
Lagi-lagi terjadi ledakan dahsyat saat bola api kecil tersebut menghantam tubuh naga Azure dan berhasil menghancurkannya, bahkan ledakan dahsyat tersebut juga menyebabkan gelombang udara yang sangat besar, sehingga membuat Huo Bing dan dua saudaranya terpental.
"Terimakasih yang mulia" ucap ketiga ketua klan dewa.
"Siapa yang menciptakan naga itu?" tanya dewa Angin.
"Dia di..." perkataan Yun Duan tiba-tiba terhenti saat melihat Xiao Lang sudah tidak ada di tempatnya.
"Sepertinya dia sudah melarikan diri" ujar Huo Bing.
"Apa kalian mengetahui siapa dia?" tanya dewa Awan.
"Maaf yang mulia, kami sama sekali tidak mengetahui siapa dia sebenarnya, tapi sepertinya dia bukan berasal dari kekaisaran ilahi" jawab Feng Bian.
"Sudahlah, biarkan kami yang mencari tahu siapa dia sebenarnya, karena selama dia masih berada di alam ilahi, dia tidak akan pernah bisa menghindar dari kami" ucap dewa Angin.
Setelah itu, ketiga dewa langsung pergi meninggalkan kota dewa, sementara Huo Bing dan kedua saudaranya, memilih untuk kembali ke wilayah mereka masing-masing untuk mengembalikan energi spiritual mereka yang terkuras, terutama Huo Bing, yang sempat terluka saat berhadapan dengan Xiao Lang.
***
Di kedalaman hutan yang sangat jauh dari kota dewa, Xiao Lang nampak sedang beristirahat sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya, karena untuk saat ini, Xiao Lang masih enggan untuk kembali ke kediamannya yang berada desa kecil di kedalaman hutan.
Terlebih lagi dengan sikap Luo Li yang berubah menjadi aneh, bahkan Xiao Lang semakin bingung dengan sikap Luo Li, semenjak usia kandungannya semakin membesar, Luo Li selalu saja bertingkah diluar kebiasaannya, bahkan tidak jarang Xiao Lang dibuat jengkel olehnya.
"Tidak terasa, hanya tinggal menunggu selama beberapa bulan lagi, maka aku akan benar-benar menjadi seorang ayah" gumam Xiao Lang.
Xiao Lang benar-benar sangat bahagia ketika memikirkan tentang anaknya yang sedang dikandung oleh Luo Li, bahkan hanya dengan memikirkan anaknya yang belum lahir tersebut, Xiao Lang bisa dengan mudah melupakan semua masalah yang menimpanya, bahkan beban berat yang ada di pundaknya langsung lenyap saat itu juga.
Beberapa saat kemudian, Xiao Lang memejamkan matanya, lalu memikirkan apa saja yang akan dia lakukan saat anaknya lahir nanti, bahkan Xiao Lang sudah berpikir untuk mempersiapkan beberapa nama untuk anaknya nanti. Tapi sesaat kemudian, Xiao Lang tiba-tiba saja membuka matanya dengan raut wajah yang sangat serius.
"Benar juga, mulai sekarang aku harus berusaha lebih keras lagi untuk menjadi kuat, agar anakku nanti bisa hidup dengan tenang di alam ilahi ini" Gumam Xiao Lang.
Setelah memikirkan tentang anaknya yang akan segera lahir, pikiran Xiao Lang menjadi tenang kembali, ditambah dengan suasana hutan yang sunyi dan terpaan angin yang berhembus dengan lembut, membuat Xiao Lang benar-benar merasakan kenyamanan.
Tapi sayangnya, ketenangan dan kenyamanan tersebut tidak berlangsung lama, karena sesaat berikutnya Xiao Lang bisa merasakan keberadaan aura yang cukup kuat yang sedang mendekat ke arahnya, dari aura besar yang Xiao Lang rasakan, dia bisa menebak bahwa orang itu pastilah ketiga dewa sebelumnya.
"Sepertinya aku memang tidak bisa menghindar dari mereka" gumam Xiao Lang sambil menggelengkan kepalanya.
Karena memang sudah tidak bisa menghindar lagi, Xiao Lang kemudian menghilang dari tempatnya, kemudian muncul kembali di atas awan dengan kedua tangan yang disilangkan di dadanya, tatapan matanya yang tajam tertuju pada arah datangnya aura yang ia rasakan sebelumnya.
Perkiraan Xiao Lang sebelumnya benar-benar sangat tepat, karena beberapa saat kemudian, Xiao Lang bisa melihat dari kejauhan ada tiga orang yang tidak lain adalah tiga dewa sebelumnya, sedang melesat terbang mendekat ke arahnya.
"Akhirnya kami menemukanmu!" ujar dewa Api.
"Aku memang sengaja menunggu kedatangan kalian di sini" ucap Xiao Lang.
"Hahahaha! Terserah apapun yang kau katakan! Yang jelas, sekarang hidupmu akan berakhir!" dewa Angin berkata tegas.
"Kita lihat saja nanti" ucap Xiao Lang santai.
Xiao Lang kemudian mengangkat tangan kanannya ke samping, lalu setelah itu muncul sebuah tombak emas dengan ujung tombak berwarna biru, serta terdapat ukiran naga yang sangat indah, tombak yang telah menemani perjalanan Xiao Lang sampai hari ini dan menjadi senjata kebanggaan Xiao Lang, yang tidak lain adalah Dragon Spear.
"Tombak itu sepertinya tidak asing" ucap dewa Awan.
"Kau benar, aku juga sepertinya pernah melihat tombak ini" ujar dewa Angin.
"Sudahlah, yang penting kita harus memberikan bocah ini pelajaran, masalah tombak itu, kita akan mencaritahu nanti!" ucap dewa Api.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Arie Chaniago70
hancurkan ke3 dewa tersebut,,dewa bertopeng kan setan,,, 😈😈😈
2024-08-19
0
Harman LokeST
kuuaaaaaaaaaaattkkaaaannnnnnn teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssss teekaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaddmuuuuu Xiao Lang untuk menghadapi tiga dewa
2024-03-07
0
Ruslan Derahman
gimbal angin
2024-01-22
1