Malam harinya, Xiao Lang menghabiskan waktu sebelum kepergiannya bersama Luo Li, meskipun sebelumnya Xiao Lang sudah berjanji akan kembali saat Luo Li melahirkan anak mereka, tapi Xiao Lang merasa tidak yakin akan bisa menepati janji tersebut, karena dia sendiri tidak mengetahui berapa lama dia akan pergi.
Xiao Lang duduk ditempat tidur dan bersandar pada dinding kamarnya, sementara Luo Li membenamkan dirinya dalam pelukan hangat suaminya tersebut, Luo Li benar-benar tidak rela dengan kepergian Xiao Lang kali ini, terlebih dengan kondisinya yang sedang mengandung anak mereka berdua.
Tapi di sisi lain, Luo Li juga mencoba untuk memahami situasi yang terjadi saat ini, meskipun sangat berat, Luo Li tetap berusaha untuk merelakan kepergian Xiao Lang, karena Luo Li sangat yakin, bahwa keputusan yang Xiao Lang ambil, semata-mata hanya karena mementingkan keselamatan calon anak mereka.
"Meskipun berat untuk mengatakan ini, tapi seandainya jika kau tidak bisa kembali saat aku melahirkan nanti..."
"Aku akan berusaha untuk kembali, bagaimanapun caranya! Karena aku ingin menyaksikan kehadiran anakku" Xiao Lang buru-buru menjawab perkataan Luo Li, karena dia tidak ingin membuat istrinya merasa sedih.
"Terimakasih suamiku, tapi jika memang tidak bisa kembali juga tidak apa-apa. Dan aku yakin, anak kita juga mengerti tugas berat ayahnya" ucap Luo Li sambil mengelus perutnya yang mulai membesar.
"Sudahlah, sebaiknya kau tidur sekarang, karena sekarang sudah sangat larut" ujar Xiao Lang.
"Tidak! Aku tidak ingin tertidur walaupun hanya sejenak, karena aku ingin menghabiskan seluruh malam ini bersamamu" ucap Luo Li.
Pada akhirnya, mereka berdua benar-benar menghabiskan malam tersebut tanpa tidur sedetikpun, sepanjang malam mereka habiskan dengan mengobrol serta bermesraan dan tidak lupa, mereka berdua memikirkan nama yang cocok untuk anak mereka nanti.
***
Keesokan harinya, tepat di saat matahari terbit dan sinarnya yang hangat mulai menyinari seluruh daratan di alam ilahi, Xiao Lang nampak sedang berpamitan kepada istrinya serta kedua ayahnya dan semua orang yang ada di sana.
"Baiklah semuanya, aku harus segera pergi sekarang!" ucap Xiao Lang.
"Selamat jalan yang mulia!" ujar semua orang yang telah berkumpul di halaman kediaman Xiao Lang yang luas.
"Xiao Lien, jagalah ibu dan calon adikmu dengan baik selama ayah tidak berada di sini" Xiao Lang berkata pelan sambil mengelus rambut anak angkatnya tersebut.
"Baik ayah" jawab Xiao Lien.
Setelah selesai berpamitan kepada mereka semua, Xiao Lang kemudian melesat terbang menuju ke tempat pertarungannya dengan tiga dewa sebelumnya untuk menghapus jejak auranya. Dengan begitu, Xiao Lang bisa pergi dengan tenang dan tidak akan ada yang menemukan desa kecilnya.
Sesampainya di tempat tersebut, Xiao Lang cukup kaget karena di sana ternyata telah ada beberapa dewa lainnya, tidak hanya beberapa dewa saja, bahkan Huo Bing dan dua ketua klan dewa lainnya juga ada di sana. Mereka semua nampak sedang menyelidiki tempat pertarungan tersebut.
Karena penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, Xiao Lang kemudian mencoba untuk mendekati tempat tersebut. Tapi sebelum itu, Xiao Lang sudah menyembunyikan aura keberadaannya, agar tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui keberadaannya.
"Aura dari dewa Api, dewa Angin dan Dewa awan berakhir di tempat ini, itu artinya mereka bertiga memang terbunuh di tempat ini" ucap dewa petir.
"Kita tidak bisa diam saja dan harus segera melaporkan masalah ini kepada yang mulia kaisar, agar kita bisa mengambil tindakan untuk masalah ini" ujar dewa air.
"Baiklah! Kalau begitu mari kita kembali sekarang" ujar dewa Petir, kemudian kembali ke ibukota kekaisaran dewa bersama dengan para dewa lainnya, sedangkan Huo Bing dan tiga ketua klan lainnya langsung kembali ke kota dewa.
Setelah mereka semua pergi meninggalkan tempat tersebut, Xiao Lang kemudian keluar dari tempat persembunyiannya dengan menunjukkan senyuman sinis.
"Ternyata kematian mereka bertiga telah menyebar dengan cepat, tapi tidak masalah, karena aku akan siap menghadapi kalian kapanpun juga!" Xiao Lang bergumam dalam hatinya, kemudian terbang meninggalkan tempat tersebut.
Karena tidak mengetahui harus pergi kemana, Xiao Lang kemudian memutuskan untuk terbang menuju ke arah manapun yang ia sukai, Xiao Lang juga berharap agar tidak sampai di sebuah kota ataupun kerajaan yang dipimpin oleh para dewa, jika itu sampai terjadi, maka dia akan berada dalam masalah lagi.
***
Setelah terbang selama berhari-hari, Xiao Lang akhirnya sampai di sebuah desa yang cukup besar, dengan suasananya yang ramai serta suara hiruk-pikuk dari orang-orang yang melakukan aktivitas atau pekerjaan mereka masing-masing.
Karena sudah merasa lelah, Xiao Lang kemudian memutuskan untuk singgah di desa tersebut, sambil mengisi kembali tenaga dan persediaan makanannya selama perjalanan nanti. Setelah masuk ke desa tersebut, Xiao Lang kemudian langsung pergi ke tempat makan yang ada di sana, kemudian memesan makanan untuknya.
Sambil menunggu makanannya datang, Xiao Lang kemudian menajamkan indera pendengarannya untuk mendengarkan percakapan beberapa pengunjung yang ada di sana. Dari sekian banyak obrolan yang mereka bahas, hanya ada satu yang menarik perhatian Xiao Lang, yaitu tentang gerbang dunia dewa kuno yang akan terbuka sebentar lagi.
"Sepertinya aku harus datang ke dunia dewa kuno itu, mungkin saja aku bisa menemukan sesuatu yang menarik di sana, tapi sebelum itu aku harus menyembunyikan identitas ku" Xiao Lang bergumam dalam hatinya.
Beberapa saat kemudian, pelayan tempat makan tersebut akhirnya datang menghampiri meja Xiao Lang, dengan membawakan makanan serta minuman yang sebelumnya telah dipesan oleh Xiao Lang.
"Silahkan dinikmati tuan!" ucap pelayan tersebut, kemudian pergi meninggalkan Xiao Lang.
Karena memang sudah sangat lapar, Xiao Lang langsung menikmati makanan yang sudah ada di atas mejanya, tanpa menghiraukan perkataan pelayan tersebut.
Setelah selesai menyantap makanan dan menghabiskan minumannya, Xiao Lang kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut, tentunya setelah membayar makanan serta minuman yang tadi ia pesan.
Xiao Lang berjalan dengan santai menyusuri jalanan desa tersebut, sambil memikirkan cara terbaik untuk menyembunyikan identitasnya, Xiao Lang memang bisa menggunakan jurus penyamaran sampai tahap sempurna, tapi menurutnya itu saja tidak cukup, sampai akhirnya Xiao Lang tanpa sadar sampai di sebuah toko yang menjual topeng dan benda-benda lainnya.
"Kebetulan sekali" gumam Xiao Lang, kemudian mendekati toko tersebut.
Setelah berada di dalam toko tersebut, pandangan Xiao Lang langsung tertuju pada sebuah topeng putih polos dengan gambar kepala naga kecil berwarna biru pada bagian tengah dahi topeng tersebut, karena sangat tertarik pada topeng tersebut, Xiao Lang kemudian langsung membelinya dengan harga yang tidak bisa ditolak oleh pemilik toko tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
@rt
buat apa punya ilmu nyamar tp malah milih topeng...dasar iq jongkok 😜😜😜
2024-10-19
2
@rt
tengokin anaknya ya 😍😍
2024-10-19
0
HartOhar
Thor dia kan punya ilmu penyamara
seharusnya pakai ilmu itu buat nyamar biar wajah aslinya tidak ter ekspos,
2024-10-17
0