"Nak kamu ingin melamar calon menantu tetapi kamu gak kasih tau mama sama ayah mu ini dasar kau kutu kupret"kata ibu Richard sambil memegang telinga
"iya Maaf ibu ayah , aku ingin setelah melamarnya berniat langsung membawa calon menantu ibu dan ayah biar suprise"mendengar itu ibu Richard melepaskan jeweran di telinganya dan ayah Richard tersenyum.
"yaudah ayo kita ke restoran tempat calon menantu ku itu aku sudah memesan cincin untuk lamaran mu"kata ayah
"benarkah pah makasih, dan makasih buat mama aku berhutang budi sangat banyak buat keluarga ini :"katanya sambil memeluk ibu dan ayah Richard yang sudah dianggap sebagai keluarga kandung.
"sudah tidak ada namanya hutang budi kita sama sama keluarga jadi tidak ada hutang hutang budi ayo berangkat"kata ayah sambil mengelus kepala sekretaris Rey.
mereka segera ke restoran.
Direstoran
Lentika heran mengapa sekretaris Rey membawa orang tua angkatnya dan segera menghampiri.
"kak ada apa"tanya Lentika tetapi tidak ditanggapi dan ia pun langsung peka.
ibu Richard yang melihat putranya tidak menanggapi mencubit tangannya.
"bu kenapa"sambil mengelus tangannya. ibunya hanya geleng kepala.
"eh iya sayang ada apa mengapa kamu membawa tante kesini "tanyanya dengan heran
ibu dan ayah yang mendengar langsung tertawa geli tetapi tidak ditanggapi oleh sekretaris Rey
"ooh jadi ceritanya ngambek dasar putra mamah bucin ini"batin ibunya.
sekretaris Rey yang mendengar pertanyaan Lentika segera berlutut dan mengeluarkan cincin berlian yang limited edition yang khusus dipesan untuk calon istrinya dari ayah.
"maksudnya apa ini "tanya Lentika gugup dan bingung
"aku melamar kamu, apakah kamu mau jadi istriku dan ibu untuk anak anakku, maaf aku tidak bisa berkata kata romantis tapi sungguh aku sangat mencintai kamu apakah kamu bersedia "tanya sekretaris Rey dengan nada memohon, Lentika mencari kebohongan di mata kekasihnya yang ia temukan hanya ketulusan dan keseriusan.ia pun menjadi gugup, senang dan terharu
"tidak "jawab Lentika tapi langsung di jawab sekretaris Rey
"hah yaudah kalau kamu memang tidak mau"kata sekretaris Rey dengan lesu dan hampir rubuh ke lantai.melihat itu ayah dan ibu memeluk putranya yang rapuh
"hey kamu kenapa "tanya Lentika. seketika ibu, ayah dan sekretaris Rey langsung melihat ke wajah Lentika.
"aku tadi mau bilang aku tidak menolak , aku ingin membangun rumah tangga denganmu eh malah kamu potong untung saja aku sabar dan kamu tidak stroke"cibir Lentika.
"benarkah Terima kasih telah menerima aku"kata sekretaris Rey dengan wajah berbinar.
"makasih nak semoga kalian bahagia"kata ibu
"ya tidak apa apa tante"
"eh jangan panggil tante dong anggap saja aku dan suamiku ibu dan ayah "kata ibu sambil memeluk Lentika, Lentika menangis karena baru kali ini dia merasakan keluarga.
"eh jangan menangis ayo makan dulu "ajak ibu
"iya baik tan eh ibu "sambil menuju meja makan setelah selesai mereka mengobrol lagi.
"nak kapan rencana kamu melakukan pernikahan, jangan lama lama dong nanti keburu di embat orang"ancam ayah
"iya kami menikah hari jumat saja pah mah"jawab sekretaris Rey
"yasudah terserah kamu saja dan kamu "sambil menunjuk Lentika
"kamu tinggal dimansion saja mulai sekarang biar saja Rey di rumahnya sendiri biar kamu aman ".
"bu di apartemen saja bu bagaimana aku jika rindu dia "mohon sekretaris Rey
Lentika hanya tersenyum"ternyata bisa juga dia kekanak-kanakan hihihi "batin Ketika.
"biar di mansion saja biar aman dan juga kami bisa saling kenal dan untuk persiapan pernikahan kalian bisa kami urus nanti dengan mudah "pesan ibu
"ya baiklah mah tapi jangan larang aku bertemu dengan nya ya boleh lah "katanya merajuk
"hey son, ayah dan Ibu tidak melarangmu kami hanya jaga jaga saja "kata ayah
"baiklah "
Setelah selesai berbincang hari pun sudah sore Ibu, ayah, Lentika pulang ke mansion sedangkan sekretaris Rey langsung kerumah pemberian Richard.
Dirumah Richard
Richard mabuk dan masuk kedalam rumah Morista yang melihat ingin marah, memukul, dan ingin membunuh Richard karena Morista paling benci pria pemabuk, untunglah Morista dapat mengontrol emosinya.
Morista langsung membopong tubuh Richard ke dalam kamar dan menggantikan pakaian Richard karena pakaiannya sudah banyak terkena muntahan ia sendiri. dan Morista pun bisa istrahat.
besoknya
Morista sudah pergi kekampus. sementara Richard baru bangun.
"hoamnn "meregangkan otot ototnya sambil mengumpulkan nyawanya..
"huh siapa yang menggantikan pakaianku semalam aku mabuk dan baju itu kan ku pakai semalam"sambil mengecek pakainya semalam dan seketika muntah melihat bajunya yang kotor.
"eh berarti Morista yang menggantikan huh baik juga perempuan murahan itu eh tapi berarti dia melihat tubuhku "Richard berbicara sendirian
"ah tidak huh tapi gak papa memang itu haknya " Richard bergegas melakukan runitas paginya dan pergi ke kantor setelah dijemput sekretarisnya. Richard pun makan di kantor karena perintahnya tempo lalu.
.
..
sekin dulu ya
jangan lupa like, komen dan vote.
dan follow akun IG author :tohonnrohani
Shalom
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments