Esoknya mereka melakukan aktivitas seperti biasanya
Di mansion Richard mereka berkumpul di meja makan. "cepetan sini kak aku udah lapar "Raisa menarik Richard di supaya duduk di sampingnya. "iya bentar sabar aku pun lapar gak kek gitu juga kali"
ibu dan ayahnya pun segera menengahi supaya tidak berlanjut lagi
"shuttt udah sini makan gak usah ribut lagi"sambil menyendok makanan
"kak kakak yang buat doa pokoknya karena kakak gak pernah lagi buat doa masa udah sukses gak inget Tuhan "menunjuk kakaknya
"iya cecunguk bawel"dan mulai berdoa
mereka pun berdoa. setelah selesai dan mereka pun beraktifitas seperti biasanya.
Siang hari ayahnya Morista menelepon ayah Richard
📲:hy bro apa kabar
"hay juga baik kok "jawab ayah Richard
ibu Richard yang sedang lewat
"itu siapa pah "setengah berbisik
"ooh ini yang nelpon ayah Morista"
"emangnya ada apa "
Ayah Richard pun bertanya"ada apa"
"gini gimana soal perjodohan itu putriku setuju dengan perjodohan yang kita bicarakan yang waktu lalu"tanya ayahnya Morista.
"gimana nanti malam kita pertemukan dan kita tentuin tanggal pernikahan biar cepat aku juga sudah mikirin itu lama jadi kita akan bicarain nanti malam di rumahmu "
"iya oke syalom bro " tuttttt
Setelah selesai bicara ayahnya Richard pun menelpon putranya
tutttt Richard pun langsung menjawab ayahnya
"halo ayah ada apa "
"iya son kamu pulang cepat nanti sore kita ada pertemuan tentang perjodohan mu"
"tapi yah aku nanti meeting mungkin aku pulang malam "
"ayah tak mau tau pokoknya kamu harus datang rapat itukan dapat kamu tunda "ayahnya berbicara dengan marah tutttt ayahnya pun langsung menutup teleponnya sebenarnya ayahnya gak marah malah ayah dan ibunya senyum senyum karena mereka tidak sabar melihat putranya menikah
Sementara Richard mengumpat ayahnya kesal "\*\*\*\* "mengacak acak rambutnya "kenapa nasib ku kek gini ,perjodohan masa masih ada padahal aku sudah mempunyai pacar"
Sementara sekretarisnya hanya senyum melihat bosnya yang pusing dan mengumpati bosnya "rasain emang enak aku mah kalau dijodohin kek gitu apalagi udah pilihan ibuku pasti itu cantik huh dasar makan tuh pacar bos udah matre, kek orang gila, dasar perempuan jadi jadian yang kelakuannya kek hewan ku ups salah" sekretarisnya pun bergidik ngeri dan kemudian senyum senyum.
Bosnya yang melihat itu pun membentak sekretarisnya "woi kamu kenapa , kamu nertawain saya kamu senang melihat ku kek gini dasar" menepuk bahu sekretarisnya
"gak ada bos, aku pergi dulu bos" sekretarisnya pun langsung berlari keluar menghindari amukan bosnya
"awas kamu"
sementara di sekretarisnya diluar mengelus dadanya "selamat untung bos sialan itu jadi dijodohin moga aja calon ibu bos itu kek singa biar kapok tuh bos dan tunduk Amin" sambil berharap kepada Tuhan biar permohonannya dikabulkan.
Malamnya
keluarga Richard kecuali Raisa karena kakinya yang belum sembuh juga tugasnya yang menumpuk dan keluarga Morista berkumpul di rumah Morista
Morista hanya menunduk sehingga dia tidak melihat calonnya
"hei nak jangan cuman nunduk aja "kata ayahnya , Morista pun langsung tegak .
Richard pun terpesona tapi langsung menggantikan kekagumannya dengan muka songongnya dan arogannya
"heh lo ngapain ke sini "nunjuk wajah Richard
"kan memang ini calonnya kalian sudah saling kenal "ibunya Richard menanggapi perkataan Morista
"nih berarti kita tinggal nentuin tanggalnya "ayahnya Morista mengajukan pendapatnya
"tapikan yah kami belum saling kenal"jawab Richard
"pokoknya kalian harus cepat ayah sudah nentuin,hari sabtu depan kalian menikah"
"ayah, ibu bukannya terlalu cepat "
"iya ayah benar tuh please ayah"
orang tua Morista dan Richard pun tidak menanggapi perkataan anak mereka malah merubah ekspresi se menyedihkan mungkin sehingga mau tak mau Morista menerima karena tidak tega
"baik yah aku setuju aja " dengan menekuk wajahnya
langsung saja yang disana semua bahagia kecuali Morista dan Richard
sekretarisnya Richard terus saja senyum dan cekikikan melihat bosnya kemudian melontarkan candaan kepada bosnya
"Bos klo aku dijodohin sama perempuan ini aku langsung mau saja udah bening cantik lagi"melirik ke arah Morista
"kamu" Morista dan Richard menunjuk ke arah nya dengan tatapan marah
seketika para orang tua senyum senyum melihat kelakuan anak dan sekretaris yang sudah seperti anaknya sendiri
"sudah sudah mari kita makan "ajak ibu Morista ke meja makan sontak mata sekretarisnya Richard pun berbinar
"ayo aku sudah lapar tadi bos ku yang pelit ini gak ngasih aku makan "
"apa kamu bilang awas saja kepotong gajimu "sontak sekretarisnya tidak Terima dan memelas kepada orang tua bosnya
"bu tolong bu aku dari mana nanti uang untuk biaya hidup ku"dengan wajah se menyedihkan mungkin
"sudah kalau dipotong kasih tau aku"
"seriusan bu makasih "
mereka pun makan dengan lahap apalagi sekretarisnya
sekian dulu ya nantikan upnya jangan lupa like, komen, vote dan kasih tips
juga follow ig aku:tohonanrohani nanti di folback deh
sekiannnnn
dan
Terima kasih
SHALOM 😙☺☺☺☺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments