Richard yang arogan tidak ikut serta dalam mengurus pernikahannya. Dia masih bingung dan tidak Terima pernikahan yang dibuat orang tuanya Richard hanya menjalankan perintah orang tuanya.
Di rumah Raisa
"huff Ya Tuhan semoga keputusan ku ini yang terbaik dan semoga Tuhan membantu saya menghadapi pria yang tidak saya cintai juga pernikahan ini jadi yang pertama dan yang terakhir "berbicara sendirian dengan sedih karena dulu iya hanya ingin menikahi pria yang dicintainya.
tok tok tok
"permisi nona kami dari salon kecantikan datang merias nona "tanya dari karyawan salon yang telah dipesan
"baiklah masuk saja "jawab Morista
Morista di make up sangat cantik siapapun yang melihat akan terpana.
"wah nona anda sangat cantik "puji sangat make over laki laki yang bertingkah seperti perempuan
"benar Terima kasih pokoknya kalian the beast" mengacungkan dua jempolnya
"permisi nona tugas kami sudah selesai kami keluar dulu "3 karyawan permisi
"oh ya baik lah, tapi tunggu apakah dia bisa tinggal disini dulu biar ada temen ngobrol "morista memohon
"bisa nona kami keluar dulu"2 make over pun keluar
"perkenalkan namaku naomi tapi versi laki laki namaku Baron,nona anda sangat baik, untung saya ditinggal pas banget aku malas kerja "morista hanya menganggukkan kepala
"siapa nama nona , dan apakah nona bahagia hari ini kalau enggak biar aku saja yang jadi pengantin laki lakinya "tawarnya tetapi morista hanya geleng geleng kepala.
"oh namaku morista sebut aja rista, pernikahan ku ini mau bahagia ataupun tidak tetap saja harus dia calonnya demi orang tuaku " dengan raut wajah sedih
"maaf nona telah menyinggung hati nona "Baron memeluk morista seperti seorang kakak perempuan.
"gak papa, nih lepasin aku ini perempuan dan kita tidak ada hubungan awas nanti jadi salah paham " melepaskan pelukan
"yah nona eike kan cuman nenangin nona, nanti klo nona nangis aku juga yang susah memake up nona "dengan nada seperti perempuan.
"hei gak aku tak mungkin menangis tapi btw kenapa kamu menjadi seperti perempuan maaf jika menyinggung"dengan nada bersalah
"tidak apa apa nona, kepribadian ku ini karena dulu pacarku tega menyelingkuhi aku dan itu saya tau sewaktu aku memeriksa kebersihan hotel milikku sendiri aku melihat mereka melakukan hal yang tidak pantas"jeda setelah melihat perubahan ekspresi morista
"tapi nona tak perlu risau aku sudah nyaman begini "terangnya lalu morista beranjak dari kursinya dan memegang tangan Baron
"sebaiknya kamu kembali lagi seperti dulu masih banyak wanita dan ya kamu sudah kuanggap teman mulai sekarang rubah pribadimu itu pasti orang tuamu
bangga "memang sejak awal niat morista ingin membuat Baron berubah sehingga dia mengajak Baron tinggal. Baron pun sadar bahwa selama ini yang orang tuanya katakan benar.
Memang sejak Baron berubah orangtuanya dan kakaknya sudah berusaha membawa anaknya ke psikiater tetapi anaknya tidak mau .
"thanks, benar kata nona "dengan tegas menjawab tidak seperti perempuan lagi Morista pu senyum
"nona bagi nomor ponsel nona supaya nanti aku bisa menghubungi nona dan jika nona butuh saya nanti saya bisa bantu "menyodorkan ponselnya. setelah selesai mereka pun keluar dari kamar.
"wow putri ibu sangat cantik "puji ibunya dan disusul oleh anggukan ayahnya
"iya ma itukan berkat teman ku ini"menyenggol Baron, tetapi yang disenggol hanya senyum
"Terima kasih dan ya sudah kita berangkat "
merekapun masuk kedalam mobil bersama Baron karena morista ingin teman barunya ikut.
morista tidak memberitahu adik dan kakeknya karena iya tidak mau adiknya khawatir karena adiknya menikah karena perjodohan. Richard juga tidak tau Morista mempunyai adik hanya sekretarisnya saja yang tau tentang keluarga morista yang dipikirkan Richard hanya pernikahan saja dia tidak mau tau tentang keluarga Morista.
juga Morista tidak mengundang para sahabatnya tentang pernikahannya karena Richard mau pernikahannya di gelar tertutup dan tidak ada resepsi .
Di Gereja
Sudah ada keluarga Richard menunggu yang dihiasi omelan Richard.
Pintu terbuka datang lah keluarga morista semua mata tertuju pada kecantikan Morista, Richard sempat terpesona tetapi langsung ditepisnya keluarga pun memerintahkan Richard menjemput Morista hanya dijawab anggukan.
Lain dengan Raisa justru dia sangat senang mengetahui mempelainya adalah orang yang menolongnya.
Foto Richard menggandeng Morista menuju altar pemberkatan pun dimulai
Pendeta: "untuk menegakkan perjanjian anda, bahwa anda harus menikah menurut firman Tuhan, membiarkan anda berdiri dan berjabat tangan, dan menjawab pertanyaan ini."
pertanyaan kepada mempelai laki laki:"apakah anda mengaku di hadapan Allah dan jemaat yang anda terima Morista lourist untuk menjadi istri anda yang telah dinikahkan secara resmi dan anda berjanji untuk mengasihi dan merawat dia, baik dalam sukacita maupun dalam dukacita dan tidak menceraikannya sampai akhir kehidupan anda? "
Mempelai laki-laki menjawab: "saya Richard Nixxon Dawkins di sini, di hadapan Allah dan Gereja-nya, membawa Morista Lourist menjadi istri saya yang sah. Saya berjanji untuk mengasihi anda baik di saat-saat baik maupun buruk, untuk melayani anda dengan setia dan iman dalam segala hal menurut injil kristus, sampai kematian memisahkan kita.
Lalu kepada
kepada mempelai wanita:"apakah anda mengklaim di hadapan allah dan jemaat-nya bahwa anda mengambil: Richard Nixxon Dawkins menjadi suami anda yang sah dan anda berjanji untuk mengasihi dan merawat dia, apakah dalam sukacita atau dalam kesedihan dan tidak menceraikan dia sampai akhir hidup anda? "
Lalu Morista menjawab dengan yakin setelah menghembuskan nafasnya
Saya Morista Lourist mengaku di sini, di hadapan Allah dan jemaat-nya, membawa Richard Nixxon Dawkins untuk menjadi suami sah saya. Saya berjanji untuk mengasihi dan mengasihi anda baik melalui suka maupun duka, untuk melayani anda dengan setia dan setia dalam segala hal menurut injil kristus, sampai kematian memisahkan kita "
para Orang Tua pun terharu termasuk Raisa dan undangan yang hadir.
pemberkatan pun selesai...
selanjutnya pertukaran cincin dan mempelai wanita dan laki laki memeluk dan mencium bergantian walaupun Richard tidak sudi. mereka hanya pura pura bahagia.
Setelah selesai mereka pun melakukan sesi berfoto bersama dan mengucapkan selamat setelah itu pulang .
Richard langsung saja pulang ke mansionnya bersama Morista. untuk keluarga lainnya mereka masih bercengkrama
sumber:Google
setelah sampai Richard langsung langsung membawa Morista dengan kasar kekamar.
"tunggu aku bisa sendiri kakiku sakit"tetapi Richard tidak mengindahkannya.sesampai di kamar langsung mendorong Morista
"kamu jangan senang dulu menjadi nona muda Dawkins , ini baru permulaan dan ya jangan harap kamu bisa menyentuh barang dan kasur di kamar ini kamu tidur di sana " dengan arogan menunjuk kearah sofa dan melemparkan selimut dan bantal. Morista hanya diam mau menangis tetapi dia tahan dengan menggigit bibir kecilnya sampai berdarah tetapi Richard melihat itu tidak peduli.
Lalu dia istrahat tapi lain dengan Morista dia langsung membersihkan diri dan menggantikan pakaiannya dengan baju tidur selutut kemudian turun dan bertanya semua tentang ruangan kepada sekretaris Rey yang ada di bawah Sekretaris Rey menjelaskan dengan detail setelah selesai.
"terimakasih tuan "menunduk
"sama sama nona,panggil saja aku sekretaris Rey"
"baiklah, antarkan aku ke dapur"
"iya nona di sebelah sana "menuntun morista menuju dapur dan hendak memasak
"nona biarkan para pelayan melakukannya nona istrahat saja"sekretaris Rey memohon
"tidak aku ingin memasak"
Setelah banyak drama Morista pun jadi memasak dengan syarat dibantu pelayan dan sekretaris Rey mengawasi.
sekian dulu jangan lupa like, komen dan vote juga follow IG aku tohonanrohani
see you and bye👋👋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments