Sebelum mengantarkan Raisa Morista memberitahukan ibunya melalui telepon pulang kesiangan supaya ibunya tidak khawatir.
Sesampainya didepan rumah raisa
"eh beneran nih rumahmu jangan ngaco deh "tanya Morista keterangan
"iya kak beneran kok ini rumah ku yuk masuk "ajaknya
lalu Morista membopong tubuh Raisa masuk ke rumah mu
"wow keren dan ferfeck rumah mu ini mah istana bukan rumah lagi " terkagum kagum dan Raisa hanya terkekeh memang Morista memang kaya tetapi dia lebih memilih hidup sederhana.
Richard yang turun dari kamarnya heran melihat adiknya sudah dirumah dan membawa teman karena setaunya adiknya tidak pernah membawa satupun temannya mansionnya setelah sampai dibawah diapun terkejut melihat adiknya.
"loh kamu kenapa dek, kaki kamu dan ini siapa ?".tanyanya dan memeriksa kaki adiknya dan mengobatinya.
"ooh ini gara gara kakak pokoknya aku benci kakak dan ini "sambil menunjuk kearah Morista "ini baru kakak ku yang nyelemetin aku pokoknya jangan dekat dekat titik " lalu pergi kekamar dengan tertatih tatih. kebetulan kamar Raisa berada di lantai bawah dan dekat.
Richard yang melihat adiknya ingin mencegah tetapi dia takut adiknya tambah marah.
"nih pasti gara gara kamu kenapa adikku seperti itu "sambil mencengkeram tangan Morista dengan tatapan marah dan penuh selidik.
"heh bukannya ngucapin Terima kasih malah menuduh orang sembarangan aku sudah nyelemetin adikmu dari preman " dengan marah.
"hah terserah kamu pasti itu hanya modus untuk mendapatkan uang nih ambil dan pergi " dengan memberi cek sebesar lima juta
Tetapi Morista menepis dan pergi dari sana. Richard pun mengumpatinya dengan sumpah serapah.
Adiknya yang sudah siap mandi dan mau mengambil cemilan untuk Raisa menuju dapur tanpa melihat Morista ada atau tidak.
Di sofa Richard masih sibuk dengan pikirannya dikejutkan oleh adiknya.
"eh kak mana kakak itu kan tadi aku belum ngucapin terimakasih " sambil melihat ke kiri dan kanan dan fokus sama cek yang dimeja
"loh kak ini apa "?. mengambil dari meja
"oh ini buat itu perempuan yang tadi supaya gak dekat dekat lagi cari modus sama kamu".
"kakkkk tadi kakak yang tadi udah nyelamatin aku kalau gak aku mungkin sudah gak ada "menahan tangis mau pergi keluar meminta maaf kepada Morista. tetapi ditahan oleh kakaknya.
"dek uda lah ya kakak minta maaf "sambil memeluk adiknya hatinya sakit melihatnya.
"pokoknya kakak harus minta maaf sama kak Morista itu SE KA RANG. " menekan kata sekarang.
"udah lah itu dek iya aku minta maaf jangan nangis aku akan minta maaf jika ketemu dia "dengan terus memeluk adiknya.
"janji " mengulurkan jari kelingkingnya
"iya janji tapi harus senyum dong " memegang wajah adiknya
"hm oke deh "sambil senyum
mereka pun ke meja makan kebetulan sudah jam dua belas siang
Morista sudah sampai di rumahnya langsung masuk setelah ngucapin syalom dan dijawab ibunya. karena ibunya hanya dirumah saja tidak bekerja di luar.
" Bu aku kekamar dulu ya soalnya udah bau keringet dan lelah "
"iya kak tapi cepetan biar makan mamah udah lapar nih "
"iya bu bentar tungguin ya awas siapa makan duluan dan gak nungguin berarti daj.. "bercanda tapi langsung dijawab ibunya
"jaaall cepat sana nanti kulempar wajan ini ke wajahmu ".Morista pun langsung berlari kamarnya walaupun sebenarnya ibunya hanya bercanda. ibunya pun hanya geleng geleng kepala sambil bergumam"dasar anak sama bapak sama sama membuat aku makin lapar tahan tahan ya perut dan cacing jangan langsung demo dulu" sambil mengelus perutnya yang lapar kemudian menyajikan makanan di meja dengan rapi dan menunggu Morista datang.
Hai 👋para readers tungguin aku up ya
dan aku juga butuh asupan dari kalian like, vote, komen dan follow aku.
ikuti ig aku tohonanrohani.
Richard:huh bisa diam gak sih malas nih dengar ocehan mu terus
be like :biarin nanti aku buat kamu menderita
Richard:awas saja
be like :bleeeee😋😋😋😋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Leli Leli
dasar Richard bknnya terimakasih malah nuduh pengen tak jitak palanya
2021-11-19
4