"pokoknya kita tunangan 3 hari lagi "paksa Siska
"iya tapi kita harus lebih dulu dapat restu orang-tua ku "
"okey ayo sekarang kerumah mu "tantang Siska
"sayang besok saja kerjaanku sedang menumpuk "sengaja mencari alasan.
"yaudah besok dan sekarang aku butuh uang untuk belanja aku udh lama tidak belanja ,aku sudah bosan memakai pakaian semua"dengan nada manja dan bergelayut manja di tangannya
"nih kamu ambil "memberikan cek sebesar 5 juta
"fix makasih sayang aku pergi dulu bye"setelah mengambil cek Siska pergi
"hm"
Richard pun melanjutkan pekerjaannya begitu juga sekretaris Rey merasa lebih tenang dan tidak bersungut-sungut lagi.
Malam pun telah tiba
Morista sudah selesai memasak untuk suaminya hanya tinggal menunggu suaminya saja, walaupun dia tidak dianggap pokoknya sudah melakukan kewajiban sebagai istri .
Di kantor
"tuan ini sudah malam, mari pulang tuan "ajak sekretaris Rey
"baiklah "dengan arogan dan berdiri dari kursi kebesarannya lalu pulang.
Didepan rumah
"sudah sampai tuan "Richard turun mendengar ucapan sekretarisnya
"saya pergi dulu tuan, selamat malam"dan hanya dijawab Richard dengan anggukan kemudian melanjutkan langkahnya masuk kedalam rumah tanpa mengetuk. Kemudian mengganti pakaiannya.
Morista melihat suaminya turun karena tadi dia masih di kamar mandi dapur sehingga tidak melihat suaminya pulang.
"Tttuan mari makan ini sudah siap "sambil menyajikan makanan "dengan gagap dn menunduk
"saya tidak butuh perhatian kamu, saya tau kamu hanya cari muka di depan saya "ejek Richard dengan sinis
"tidak tuan makanlah sedikit ini untuk kebaikan tuan "tetap menunduk
"kalau saya tidak mau ya tidak mau , saya tidak mau memakan makanan dari tangan kotormu itu dasar perempuan murahan dan ya besok dan seterusnya tidak perlu memasak karena aku tak butuh perhatianmu"Richard membentak dan memlempar semua makanan dengan kasar dan kembali ke kamarnya .
Morista menangis mendengar ucapan suaminya
"ya tuhan, mengapa harus begini tolong berikan aku kesabaran yang lebih, semoga mas Richard berubah"batinnya kemudian membersihkan makanan yang berserakan lalu pergi kekamar dan meminum obat tidur yang di baru ia beli.
Pagi hari.
Morista melakukan runitas memasak hanya untuknya, dan pergi kekampus sedangkan Richard baru bangun dan langsung mandi dan berganti pakaian kemudian bergegas kekantor karena sekretaris Rey sudah memesan makanan untuk tuannya.
"Tuan apakah kita kekantor atau ke markas karena Faisal masih di sana sejak penembakan kepada tuan sewaktu melakukan transaksi"sekretaris Rey mengingatkan tuannya
"yasudah kita ke markas dan makanan yang kamu pesan langsung ke markas saja "
"baik tuan"
Lalu sekretaris Rey melajukan mobil ke markas setelah sampai .
Sekretaris Rey dan Richard makan dulu sebelum mengeksekusi Faisal. mereka berdua pun selesai dan bergegas masuk kedalam sebuah ruangan yang disana hanya ada mereka bertiga.
"plok plok plok apa kamu masih mau membunuhku dengan rencana licikmu itu " kata Richard dengan arogan dan dingin, ruangan tersebut dipenuhi Aura mencekam.
"cih kamu yang membuat aku begini "Faisal meludah yang memancing emosi Richard
"Rey ambilkan pisau kesayanganku"
"baik tuan " sekretaris Rey mengambil pisau dan memberikannya.
"aku ingin bermain dulu sebelum membunuhmu "perlahan Richard menggores pisau di wajah Faisal.
Faisal pun langsung merintih kesakitan
"apa alasan kamu melakukan penembakan itu mengapa kamu dendam kepadaku" Richard mengatakan itu karena mengingat Faisal adalah sahabatnya sewaktu kuliah
"cih kamu jangan munafik, apakah kamu tidak ingat sewaktu kuliah " Faisal tidak langsung mengatakannya
"apa memangnya yang kuingat dulu kita selalu sahabat tidak ada dendam"jawab Richard memang itu benar
"hahah hanya itu kau ingat dulu laki laki yang kamu tembak pas di perut seperti yang kamu lakukan"tanyanya kepada Richard
"ya memang siapa dia "
"itu adalah ayah ku dan sejak itu aku tidak punya ayah dan ibuku pergi entah kemana yang meninggalkan aku sendirian yang harus menjalankan bisnis dengan sendiri"Faisal kembali mengingat kepahitan yang dia rasakan dulu
"hah hanya itu tapi kamu bodoh dan tidak tau Terima kasih "Faisal pun bingung
"memangnya ada apa"
Richard pun menceritakannya
flasback
Richard memang membunuh seorang laki laki
tetapi itu memang keinginannya sendiri.
kasus ayah Faisal memang tidak bisa Richard maafkan karena dia telah membunuh kakeknya, membocorkan rahasia perusahaan itu semua bedampak fatal tetapi Richard tidak memberitahu kematian kakeknya karena dibunuh melainkan karena kecelakaan.
ayah Faisal juga yang membunuh istrinya dan menjual anaknya sebagai ganti rugi kepada Richard. memang Richard tidak menolak tetapi tetap juga tidak puas.
"Tuan saya tau saya salah , saya bersedia jika saya mati sekarang ditangan tuan tetapi biarkan anakku itu hidup tetapi aku mohon juga tuan tidak memberitahukan bahwa aku yang membunuh ibunya" ayah Faisal memohon dengan berlutut
"baiklah "kemudian Richard menembak perut dan kepala ayah Faisal
Richard tidak mengetahui sewaktu menembak Faisal ingin masuk tetapi tidak sengaja melihat ayahnya di tembak oleh sahabatnya sendiri lalu terjadi kesalahan pahaman.Sejak itulah Faisal merasa dendam lalu pergi ke Amerika dan melatih dirinya dan membangun perusahaan dan kelompok mafia untuk membalaskan dendamnya.
Richard tidak menyelidiki anak dari laki laki yang di bunuhnya sehingga ia tidak tau bahwa yang dibunuhnya adalah ayah sahabatnya.
flasback off
"ya begitulah yang terjadi dan maaf telah membunuh ayahmu "
"seharusnya aku yang minta maaf karena akulah yang salah paham kepadamu dan Terima kasih telah tidak membunuhku"sesalnya
"tidak apa apa "Richard mendekati sahabatnya dan mengangkat pisau kesayangannya.
Faisal pun menutup mata pasrah memang dia pantas dibunuh.
sekretaris Rey melihat itu membalikkan tubuhnya karena setiap Richard membunuh seseorang pasti sangat kejam dan sangat menjijikkan.
.sedikit demi sedikit Richard menggores pisau sampai putus satu persatu.
sekian dulu semoga Tuhan selalu memberkati
jangan lupa like,komen,vote dan follow IG aku tohonanrohani.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments