sekretaris Rey melihat itu membalikkan tubuhnya karena setiap Richard membunuh seseorang pasti sangat kejam dan sangat menjijikkan.
.sedikit demi sedikit Richard menggores pisau sampai putus satu persatu.
Faisal membuka matanya
"apakah aku semenakutkan itu "kata Richard
Faisal langsung geleng kepala sedangkan sekretaris rey membalikkan badan dan membatin"dasar,tuan memang menakutkan , misterius dan menyebalkan hampir saja aku salah paham"sambil memutar matanya .
"mengapa, kamu masih disitu kamu keluar sekarang sebelum aku bunuh"ancam Richard dan segera Faisal memeluk Richard
"maafkan aku, aku bersedia jika aku kau jadikan babumu karena kau sudah membeliku"katanya di telinga Richard. "apakah itu benar kamu mau melakukan apapun"tanyanya dan Faisal menganggukkan kepala.
"huff baru saja baikan pasti tuan memiliki ide jahil , yang sabar yah tuan faisal"batin sekretaris Rey setelah mendengar itu
"kamu lepaskan dulu "ucap Richard
"ya"dengan cepat melepas pelukannya.
"hmm kamu harus mengepel kantorku"kata Richard dengan licik. mendengar itu Faisal langsung memelototi Richard
"mending saja aku pergi dari pada kerja begituan itu namanya penindasan "kata Faisal ingin segera pergi. "heh kamu mau kemana, aku belum selesai berbicara"mencegah sahabatnya
"ada apa lagi , aku sudah rindu udara luar ruangan mu ini pengap ditambah lagi aku sudah lapar"
"okay ayo jalan, oh iya tadi kamu harus mengepel kantorku jika kamu melanggar janjimu, aku hanya ingin kamu menjadi tangan kanan ku setelah sekretaris Rey.
"ooh dari tadi kek "kata Faisal sambil menggemplak kepala Richard
"dasar kamu, kamu pergilah dulu aku mau Kekantor"karena sejak tadi Siska menelepon.
"baiklah
sekretaris Rey dan Richard pun pergi ke kantor disana sudah ada Siska "huh nenek lampir lagi"batin sekretaris Rey.
Richard pun turun dan Siska bergelayut manja pada Richard"sayang ayo ke rumahmu minta restu "ajak Siska sambil menarik Richard ke mobil mau tak mau Richard pun masuk dan menuju mansion.
Di kampus Morista.
Morista dan teman temannya pergi ke kantin , Morista sengaja menjaga jarak kepada Dimas dan Sebastian karena statusnya mesti mereka belum menyadarinya.
Di kantin
"kak sini kak gabung"kata Raisa sambil berdiri
sontak teman Morista bingung aa hubungan mereka sehingga dekat sekali yang mereka tau Raisa adalah adik dari orang terkaya nomor satu di Asia dan tidak sembarangan orang dapat berkenalan dengannya.
"iya"Morista segera kesana
"pesan apa kak"tanya Raisa
"samain aja "jawab Morista
langsung saja Raisa memesan dan menyajikannya setelah duduk dan mulai mengobrol
"kenalin kak namaku Raisa temannya kak Morista"sengaja Raisa menyebutnya teman karena Morista sudah memberi kode.
"oh iya kenalin aku Sebastian Rival, ini Dimas Anggara, yang itu Rina alvian, dan yang satu ini Rita Anggara kembarannya Dimas"jawab Sebastian.
"salam kenal kak "kata Raisa dengan ramah merekapun kagum meski Raisa putri konglomerat tetap juga tidak sombong seketika Sebastian menyukainya.
merekapun makan sampai habis.
"kak Morista hari Minggu kakak datang kerumah biar kita liburan dan belanja "
"iya Raisa kakak akan datang, udah dulu ya udah mau masuk ruangan nih"kata Morista
"oh iya kak "sampai jumpa kak
Morista dan sahabatnya segera masuk ruangan kelas. "woy jelasin kekita dari mana lo kenalan dia "tanya Rita
"ooh dia, aku kenal dia sewaktu jogging dan taka sengaja aku melihat dia di kejar preman bangkotan, ya aku selamatin lah dari situlah aku temanan dengan dia "jawab Morista panjang lebar temannya pun hanya ber oh ria
"eh btw kamu ada nomornya kan rugi anak orang kek gitu udah bening, cantik baik lagi kan sayang kalo gak di embat"kata Sebastian memang Sebastian meskipun tampan tetap juga jomblo karena dia masih fokus dengan karirnya.
"dasar kamu tapi kamu janji harus baik jangan kau rusak anak orang kasian"kata Morista sambil menyodorkan hpnya.
"ya elah tenang aja"
"hm baiklah "
Dosen pun datang mereka fokus melanjutkan pelajaran kuliah mereka.
Di mansion
Richard dan Siska sudah berada di ruang tamu bersama orang tua Richard.
"kenapa kalian datang dan ini mengapa kau bawa perempuan ini, huft kamu sudah menikah mengapa tidak membawa istri kamu ini malah perempuan matre ini kamu bawa"omel ibunya. Siska masih menahan emosinya.
"bu dia ini bukan matre, kan ini memang kekasihku"jawab Richard
"Hai tante aku dan Richard memang sepasang kekasih dan kami kesini mau meminta persetujuan tante kami akan tunangan 3hari lagi"jawab Siska dengan ekspresi yang dibuat buat.
"apa aku tidak setuju dan ya jika kamu memilih wanita ini dari pada Morista maka silakan angkat kaki dari rumah ini dan warisan akan kami berikan kepada Morista kamu pilih mana terserah "kata ayahnya dengan marah dan dingin penuh penekanan yang disetujui oleh ibunya.
"tapi bu, yasudah terserah ibu "dengan lesu karena dia memikirkan nasibnya yang hanya tergantung pada warisan tersebut. Siska pun langsung pergi dari mansion dengan marah karena tidak dapat restu dan tidak dapat menguasai harta Richard dia pun menggerutu"awas saja akan kubuat kalian menderita dan menyesal"dengan amarah yang sudah sampai di ubun ubun.
Richard ingin mencegah Siska pergi tetapi langsung ditahan oleh ibunya dia pun pasrah mendapatkan omelan dari ibunya. sekretaris Rey melihat dan mendengar perdebatan hanya bisa menyumpahi tuannya dalam diam"rasain tuh nenek Lampir itu pantas untukmu dan tuan ini juga udah dapat yang baik eh masa di mau pake yang sudah sampah, rasain tuh kekuatan seribu jurus omel dari ibu ah mending aku kekamar biar terhindar dari virus kebegoan percintaan"setelah selesai menyumpahi tuannya dia pergi kekamarnya memang kamar itu khusus untuknya lalu rebahan diapun teringat dengan Lentika lalu dia berinisiatif untuk melakukan VC.
tut tut tut HP Lentika bergetar dan menjawabnya dengan senyum. "halo kak ada apa "langsung mendapatkan plototan dari Sekretaris Rey, Lentika pun sadar salah Ucap
"hehehe halo sayang ada apa "tanyanya lagi . sekretaris Rey mendengar langsung tersenyum.
"gak ada aku cuman rindu wajahmu "kata sekretaris Rey
"okey yaudah kamu gak rindu lagi kan, aku tutup nih "
"eh jangan sayang aku masih kangen"dengan manja
"yaudah kalau masih kangen datang ke restoran lah langsung aku masih sibuk "dan menutup telepon. sekretaris Rey pun langsung ke restoran ingin membuat kejutan.
Di ruang tamu sekretaris Rey pamit ingin pergi.
"bu , ayah, tuan kau permisi dulu mau ke restoran" ibu Richard langsung berhenti mengomeli Richard dan menengok sekretaris Rey.
"ngapain "tanya ayah
"gak ngapa ngapain ayah "
"tidak boleh sebelum kamu jujur"kata sangat ibu, akhirnya sekretaris Rey jujur.
"aku ingin berencana melamar kekasih ku supaya suprise aku tidak memberitahu"
"hah dasar kamu mengapa tidak memberitahu ibu biar kami ikut, dan coba jelaskan wanita mana yang dapat merebut hati putra ibu "kata sang ibu sambil memeluk sekretaris Rey.
Rey pun merasa nyaman dan menjelaskan awal pertemuan dan Lentika tinggal di apartemen miliknya. sedangkan Richard yang merasa diacuhkan pergi dengan mengendap-endap supaya aman dari omelan ibunya.
ibu dan ayahnya sadar hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan putranya.
sekian dulu
jangan lupa like, komen, vote
juga follow akun IG ku tohonanrohani
Shalom
sampai jumpa di part berikutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments