Maya memijat pelan kepalanya sesaat setelah Lincoln dan semua orang masuk ke dalam ruangan mereka, beberapa kali dia menghembuskan nafas nya. Bersandar di kursi paling depan badan pesawat sambil berusaha memejamkan bola matanya.
Dia tampak begitu lelah dan mengantuk setelah mengurusi semua kemauan Lincoln selama berhari-hari.
Menjadi sekretaris laki-laki itu memang harus ekstra sabar, bahkan Maya mesti menyembunyi kan karakter aslinya, menjadi sosok dingin sama persis seperti Lincoln.
Tidak banyak bicara, lebih banyak bergerak dan berbuat.
Laki-laki itu selalu menuntut yang terbaik dari para orang-orang kepercayaannya juga bawahannya.
"Jangan terlalu di bawa perasaan"
Ucap laki-laki yang ada disampingnya.
Sang bodyguard pribadi kepercayaan Lincoln.
Laki-laki berwajah tampan itu tampak tersenyum melihat Maya.
"Lincoln cukup membuat kepala ku ingin pecah rasanya,Will"
Yang dipanggil Will mengulas senyumannya.
"Berbalik lah, aku akan memijat mu"
"Oh God, kau begitu baik Will"
Ucap nya pelan, langsung membalikkan tubuhnya.
"Ini benar-benar gila, Lincoln benar-benar berubah sejak 2 tahun yang lalu, sejak Lincoln junior meninggalkan semua orang, sejak Gerry tidak juga kunjung sadarkan diri"
Will hanya diam, tangan nya secara perlahan memijat bahu Maya.
"Tapi aku fikir dia cukup tertarik pada Alicia"
"Lincoln memang menginginkan gadis kecil itu sejak dulu, saat Gerry pernah memperlihatkan foto nya"
Ucap Maya cepat.
Will hanya diam dengan tangan yang mulai berpindah memijat pelipis kiri kanan Maya.
"Dia benar-benar ingin menyiksa Emilia"
Ucap Will pelan.
Maya menghembuskan pelan nafasnya.
"Jika saja Emilia tidak mencari masalah lebih dulu dengan keluarga MC Juan"
"Itu lebih tepatnya sebuah kecerobohan yang berakhir fatal"
Will menghentikan gerakan tangannya.
"Mungkin jika itu terjadi pada ku, aku akan melakukan hal yang sama"
lanjut nya cepat.
Maya langsung berbalik, menatap Will beberapa waktu.
"Tapi bukan berarti orang yang tidak bersalah ikut serta di dalam nya"
"Yang itu aku setuju"
Will mengulum senyuman nya saat melihat Maya mulai melotot Menatap dirinya.
"Jangan lihat aku dengan tatapan mengerikan seperti itu"
Goda Will sambil memencet hidung Maya.
Maya langsung mengusap hidung nya beberapa kali dengan jari telunjuknya.
"Will"
Ucap nya kesal.
Will hanya bisa tertawa terbahak-bahak karena geli melihat ekspresi wajah Maya.
"Kau akan cukup sibuk mengurusi semua kemauan Lincoln selama di Paris"
Ucap Will tiba-tiba.
"Minimal aku tinggal di apartemen sendiri bukan di salah satu tempat tinggal ke dua putri Lucio, aku cukup bisa menarik nafas ku sedikit lebih baik dan lega"
Maya bicara sambil kembali mencoba memejamkan bola matanya.
"Yeah, aku pun lebih gampang mengunjungi mu"
Gumam Will pelan sambil mengembangkan senyumannya.
"Kau bicara sesuatu Will?"
Maya menaikkan alisnya.
"Tidak, come tidur lah"
Will bicara cepat sambil menarik sebuah selimut yang ada di atas sofa di depan mereka, kemudian menyelimuti tubuh Maya secara perlahan.
"Istirahat lah, perjalanan masih sangat panjang sayang"
Bisik Will sambil menatap lekat-lekat wajah Maya.
Beberapa jam kemudian Saat bola mata gadis itu tertutup sempurna dan hanya berganti dengan tarikan nafas nya yang teratur, Will mendekati wajahnya pada gadis itu, melesatkan ciuman nya dengan lembut kemudian Will ikut bersandar di kursi nya, mulai ikut memejamkan bola matanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Greenenly
apa mungkin gery kembarannya? atau saudaranya?
2024-08-06
0
karin Ke
𝗺𝘂𝗻𝗴𝗸𝗶𝗻𝗸𝗮𝗵 𝗺𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘄𝗶𝗹𝗹 𝘀𝘂𝗮𝗺𝗶 𝗶𝘀𝘁𝗿𝗶 🤭🤭
𝗺𝗮𝗸 𝗲𝘃𝗮 𝘀𝗹𝗹𝘂 𝗱𝗴𝗻 𝘁𝗲𝗸𝗮 𝘁𝗲𝗸𝗶𝗻𝘆𝗮😁😁
2023-07-27
0
Wati_esha
Mungkinkah Maya ceroboh mengendarai mobil dan terjadilah tabrak lari?
2023-06-28
0