Nyonya MC juan tampak memejamkan bola matanya, dia tampak duduk bersandar di kursi dorong milik nya sambil tubuhnya menghadap kaca besar dimana cakrawala jelas terbentang lebar.
Beberapa kali dia menarik berat nafasnya, bahkan terkadang dia mencoba mengatur baik-baik tarikan dan hembusan nafasnya untuk waktu yang cukup lama.
Sekelebat ingatan soal sang cucu kecil nya dimasa lalu membuat air mata nya tiba-tiba tumpah, dimana ada banyak selang menghiasi tubuh kecil itu yang usia nya mungkin belum genap 4 tahun, tangisan dan ringisan dari bibir mungil itu begitu memilukan, bahkan di saat waktu kematian nya semakin mendekat masih lirih Terdengar keinginan sang cucu untuk bisa tidur didalam pelukan nya.
Bocah ceria dan cerewet itu benar-benar terkapar tidak berdaya, bahkan seluruh tubuhnya sudah nyaris tidak dapat digerakkan, saat itu jelas semua tim dokter telah berusaha sekuat tenaga dalam menangani kondisi bocah itu, tapi pada akhirnya mereka hanya bisa menggelengkan kepala mereka dan pasrah.
"Maafkan kami, nyonya"
Dokter kepala hanya bisa bicara sambil menarik berat nafasnya.
Nyonya MC juan berusaha diam didalam tangisan, mencoba menarik nafasnya sepanjang mungkin agar air matanya tidak tumpah saat ini juga.
"Apa kau menangis, mom?"
Lincoln tiba-tiba mucul dari arah belakangnya, mencoba memijat lembut kedua bahu sang mommy.
"Kapan kau akan membawa mereka kembali ke Paris?"
Tanya sang mommy pelan sambil membuka bola matanya perlahan.
"Besok pagi"
Jawab Lincoln pelan.
"Aku tidak akan memaafkan mu jika memperlakukan gadis lusio itu dengan baik"
"Aku tahu itu mom, dia tidak akan pernah mendapat kebebasannya seperti yang dia harapkan"
Ucap Lincoln dengan suara yang begitu tenang
"Dan Aku ingin gadis itu segera mendapatkan keturunan mu"
Lincoln diam sejenak, menghentikan pijatan nya.
"Secepatnya"
Ucap Lincoln pelan.
"Kau sudah melakukan nya?"
"He em"
Lincoln hanya ber dehem, terus memijat-mijat bahu mommy nya.
"Sudah 2 tahun berlalu, mungkin Lincoln kecil sudah bahagia sekarang dan Gerry entah kapan akan bangun dari tidur panjangnya"
ucap Nyonya Mc juan pelan.
"Setiap kali mendatangi Gerry, mommy selalu berfikir bisa jadi ini adalah yang terakhir kalinya mommy melihat dirinya"
Seketika air mata wanita paruh baya itu tumpah.
"Mommy begitu merindukan canda tawa dan keceriaan nya, tapi Langit seakan-akan berkata itu tidak mungkin terjadi"
Lincoln mengeratkan rahangnya, giginya jelas menyatu dengan sempurna.
"Itu tidak akan terjadi, Gerry akan kembali sesuai waktu nya, percayalah pada ku mom"
Seketika nyonya MC juan meraih tangan kanan Lincoln yang berada di bahunya, dia menuntut Lincoln agar duduk dihadapan.
"Kau satu-satunya milik mom saat ini, berjanjilah tidak akan meninggalkan mommy, Lincoln"
"Yes mom, jangan khawatir soal itu"
Seketika bola mata mommy nya berkaca-kaca, tampak berembun dan mukai membasah, lalu beberapa buliran kristal menetes lembut di balik wajah tua itu.
Lincoln meraih wajah tua itu, menghapus lembut air mata itu secara perlahan.
"Keluarga lusio akan membayar semuanya air mata ini mom, hingga mereka bahkan tidak bisa bernafas dengan sebaik-baiknya hingga akhir"
Kemudian Lincoln memeluk erat tubuh mommy nya secara perlahan, membiarkan sang mommy tenggelam dalam perasaan nya.
"Semua akan baik-baik saja, percayalah"
Bisik Lincoln pelan, sambil menarik panjang nafasnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Kholifah
penasaran... ada dendam apakah lincon dgn lusio
2024-05-26
1
Yulvita Darnel
sebenarnya ada kejadian apa, kok sampai begitu dendamnya keluarga Lincoln pada keluarga lusio.
2024-03-06
0
Wati_esha
Mengapa ada dendam dari keluarga MC Juan kepada keluarga Lusio?
2023-06-28
0