Selamat membaca...
Reno dan Ara berada sudah dalam perjalanan pulang menuju kediaman mereka setelah berpamitan dari rumah
Fania.
Malam ini Reno serta Ara yang juga merasa senang bisa bercengkrama dengan Fania dan keluarganya.
Betapa hangatnya keluarga Fania meskipun mereka orang – orang yang cuek, tapi
menurut Reno dan Ara mereka apa adanya , tidak jaim dan memperlakukan Reno serta Ara seperti keluarga tanpa ada pamrih sama sekali meskipun Reno dan Ara tanpa dikatakan pun adalah orang yang Berasal dari Kehidupan yang Jauh lebih mewah dari keluarga Fania.
Dari sejak Fania kenal dengan Reno beberapa tahun lalu, dia adalah sosok Tuan Muda yang sangat humble dan
tidak pernah merendahkan orang meski dengan pandangannya. Reno itu seperti Paket Sempurna
Seorang Pria. Tampan, Kaya, Baik hati pula. Sementara Ara juga berasal dari keluarga Menengah ke atas, walaupun keluarganya tidak sekaya Reno. Hanya saja Ara adalah anak Yatim sejak umurnya 10 tahun , ayahnya sudah tiada dan ia hanya tinggal bersama ibunya.
Reno dan Ara sama-sama anak tunggal, jadi mereka dengan mudah memahami satu sama lain sebagai pasangan
karena sama-sama tidak memiliki saudara kandung. Jadi bagi mereka, bertemu Fania dan keluarganya, itu seperti memiliki keluarga baru yang bikin mereka bahagia. Karna tadi di rumah Fania, mereka merasa nyaman bercengkrama dengan banyak tawa dalam obrolan mereka. Apalagi mamanya Fania yang lucu menurut
mereka.
Author POV
“ Maaf tante Bella, Ara perhatiin tante ngeliatin Reno seperti ada yang mau ditanya? “. Tanya Ara
pada mama Fania, setelah ia lihat mama Fania memandangi suaminya dengan muka
yang sukar dijelaskan karena sedikit lucu untuk Ara. Saat Reno sedang mengobrol santai
tentang hobi papa Fania yang diturunkan ke anak-anaknya. Sementara mama Fania ngeliatin Reno dengan kepala yang tenggleng ke kanan dan ke kiri sambil wajahnya memperlihatkan kalo otak si tante lagi menerawang wajah suaminya.
Mama Fania yang lagi fokus banget ke Reno, tidak terlalu memperhatikan omongan Ara
sampai suaminya menyenggol tangan mama Fania. “ Mah, woy “. Ucap Papa Kania membuat mama Fania
setengah kaget.
“ Apaan sih Pa “.
“ Itu diajak ngomong sama non Ara juga, malah bengong “
“ Ih siapa yang bengong coba “. Ucap mama Fania santai, membuat Fania, Prita dan papanya
geleng-geleng karena si mama. “ Eh non Ara, maaf ya tante lagi ngeliatin suaminya nak Ara kok kayaknya tante pernah liat “.
Lalu Ara tersenyum . “ Oh ya ? “
“ Iya, beneran “. Sahut mama Fania kemudian menoleh ke Reno yang sedang tersenyum mendengar perkataan mama Fania. “ Nak Reno nih Artis Ftv ya ? “
Whaaaattt ???
Mendengar mama Fania bilang Reno artis Ftv, seketika Ara pun tertawa dan Reno tersenyum lebar.
Sementara Fania ga abis pikir mamanya bilang begitu soal Reno.
“ Yassalam mamaaa ..”. Ucap Fania sambil menepuk jidatnya. “ Apaan sih mah, yang engga engga aja “.
“ Masa tante ga ngenalin saya ? “. Tanya Reno dalam senyumnya sambil meluruskan wajah tampannya
ke arah mama Fania. Dan mama Fania tampak mengernyitkan dahi .
“ Serius bukan kamu artis ? “. Tanya mama Fania tanpa dosa.
“ Bukan tante, saya bukan artis “. Ucap Reno sambil menggeleng. “ Muka saya standar soalnya “
“ Standar dari mananya coba ih, lah muka kamu aja lebih cakep dari Fernando Jose “. Kata mama Fania
yang notabene adalah Fans Telenovela kayak anaknya. Malahan dia yang dulunya nularin Fania nonton telenovela.
“ Fernando Jose ? “. Tanya Reno karna ga paham.
“ Jangan didengerin kak. Si mamah korban Telenovela tuh “. Sahut Fania
Reno tersenyum lagi. “ Saya Reno tan, yang dulu pernah main kerumah om dan tante yang dijakarta “. Jelas
Reno pada mama Fania dan spontan mamanya Fania membelalakkan matanya.
“ Haa.. Ka..mu.. KAKAK GANTENGNYA FANIA yang dulu itu ?! Yang Beneerrr??!!”. Ucap mama Fania dengan kencang.
' Bikin Malu '. Kata Fania dalam hatinya
Dan Reno pun mengangguk. Dulu Fania dan mamanya memberinya julukan ‘ Kakak Ganteng ‘
pada Reno, karna emang beneran ganteng. Saking sering menyebut Reno Kakak ganteng,
sampe sampe mama Fania juga ga terlalu memperhatikan nama si pemilik julukan ‘Kakak Ganteng’ itu.
Papanya Fania juga setengah terkejut mendengar perkataan Reno. “ Masa iya, kamu temennya Fania
yang dulu suka ke rumah ? “. Beda banget soalnya Reno yang sekarang sama yang dulu.
“ Iya om , tante, saya orang yang sama yang dulu sering ajak Fania main dan dateng ke rumah
om dan Tante di Jakarta “. Jelas Reno lagi. “ Wah saya terlupakan nih “
“ Ya Allah, Kakak Gantengnya Fania... udah berapa tahuuuun ini ??.
Beneran tante ga ngenalin. Beda banget sekarang, walaupun gantengnya ga
ilang malah nambah. Kemana ajaaaaaa ? ...“.
‘ Astaga .. si mama ... ‘. Fania membatin
“ Bisa aja tante “. Reno senyum - senyum
“ Masa sih Reno ganteng tante? “. Ara ikut menimpali
“ Cuma orang yang matanya picek aja kalo bilang nak Reno itu jelek. Udah gitu punya istri cakepnya Masya Allah
kayak nak Ara lagi. Pas udah ini Rosalinda sama Fernando Jose “. Mamanya Fania terkekeh termasuk juga suami, dua anaknya serta Reno dan Ara.
Lucu banget mamanya Fania. Batin Ara
“ Syukurlah kalau om dan tante ga lupa sama saya. Saya mohon maaf udah lama ga nemuin om dan tante “. Ucap Reno.
“ Ga koq nak Reno, om tante itu ga akan lupa sama nak Reno. Kamu kan dulu baik banget sama Fania dan kami semua “. Ucap papa Fania. “ Lagian ... “. Papa Fania menggantung kalimatnya.
“ Lagian apa om ? “. Tanya Reno
Sementara Fania menatap papanya. ‘ Mau ngomong apa sih si papa ?. Jangan aneh - aneh. Pliiissss .....
“ Lagian gimana bisa lupa Ren, Lah si Fania itu sedih berkepanjangan sejak nak Reno udah ga hubungin
dia lagi “. Kalimat Papa Fania di lanjutkan mamanya. Sontak membuat mata Fania membulat.
Kini semua mata mengarah pada Fania dan bikin dia rada salting.
“ Maaf Ya Fan, udah bikin lo sedih “. Kata Reno dengan lembut dan masih ada rasa sesal dihatinya.
“ Mama ember banget sih mulutnya “. Celetuk Prita
“ Kalo mama Ember berarti kamu gayung “. Timpal mama Fania pada anak bungsunya itu. Lagi – lagi mereka
semua tertawa.
Tante Bella masih aja lucu kayak dulu . batin Reno sambil dia masih senyum senyum ngeliat mama Fania.
Malam itu dilewati dengan hangat oleh Reno, Ara bersama Fania dan Keluarganya.
Menuliskan bahagia pada mereka semua. Terutama Fania dan Reno.
Kemudian Ara dan Reno berpamitan karena mereka sudah merasa lelah dan hari sudah semakin larut. Reno pun sudah mengetahui dari cerita mama dan papanya Fania kalo esok hari Fania harus berangkat kerja pagi – pagi buta. Sekali lagi membuat Reno merasakan penyesalan dalam hatinya.
' Maaf ya Fan .... '
Author POV off
To be Continue ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Fatmawati Alican
jd ngebayangin ayu ting ting dan kel..
2022-11-07
0
Siti Jufrah
hahahaha lucu y keluarga yg hangat😄😄😄😄
2021-06-19
4