Selamat membaca...
Akhirnya Fania sampai di rumahnya kemudian menghampiri papa dan mamanya yang sedang berada di ruang tamu sekaligus ruang nonton TV mereka kalo lagi ngumpul.
“ Assalamu’alaikum “. Ucap Fania saat masuk dan langsung mencium tangan kedua orang tuanya.
“ Udah pulang Ka .. gimana semalem acaranya, lancar ? “. Tanya papa Fania
“ Alhamdulillah lancar Pah “. Jawab Fania sambil duduk di sofa single deket papanya yang sedang membersihkan keyboard kesayangannya.
“ Udah makan ? “. Mama Fania nanya
“ Udah mah tadi di apartemen Kak Rita sebelom pulang “
“ Ya udah istirahat sana. Besok kerja kan ? “. Ucap Papa Fania lagi
“ Iya kerja Pah “. Jawab Fania kemudian dia teringat kalo harus kasih tau Kak Reno bahwa dia udah sampe rumah. Fania mengklik nama Kak Reno di hp nya kemudian membuka layanan aplikasi Whatsap dan mengetikkan pesan pada Abang ketemu gedenya itu.
Kak Gue udah sampe . Ketik Fania dan tidak langsung di baca oleh Reno. Fania menoleh pada mamanya. “ Mah, masak apa? “
“ Liat sono di meja makan “. Ucap sang mama yang lagi fokus nonton tivi.
“ Ih, si mama timbang jawab doang apa susah si ? “. Fania berdecak
“ Sayur asem, ikan asin, tempe ama sambel “. Ucap mama Fania
“ Lah enak “. Ucap Fania
“ Lah banget “. Sahut mamanya
Fania bergegas menuju meja makan, karena menu yang mamanya sebutkan adalah salah satu masakan kesukaan Fania yang rasanya Indonesia banget menurutnya.
Saat mau mengambil piring makan Fania inget kalo Reno sama Ara berencana datang ke rumah mereka hari ini.
“ Eh iya Mah, temen Fania ada yang mau dateng “
“ Hmmm terus ? “. Tanya mama Fania sambil menghampiri Fania ke meja makan saat tayangan di tivi sedang iklan.
“ Mama ga ada bikin makanan yang laen dari ini gitu ?. Kue kek “
Rupanya papa Fania mendengar pertanyaan anaknya itu yang ditujukan pada sang mama. “ Tuh ada Brownies ka. Tadi ada tante Risa dateng bawa itu “. Ucap papanya
“ Mana ? “. Tanya Fania
“ Ada di kulkas “. Saut mamanya. “ Temen apa pacar nih yang dateng, kayaknya bau bau pengen keliatan oke penyambutan. Segala nanya ada apaan di rumah. Biasanya juga engga. “. Cerocos Mama Fania.
“ Dih emak-emak komplek suka bikin gosip “. Goda Fania
“ Emang siapa yang mau dateng Ka ?. Temen yang mana ? “. Papa Fania ikut gabung dengan dia dan mamanya.
“ Temen lama “
“ Temen apa Pacar “. Kini Papanya yang Menggoda Fania
“ Temen Paahhh .. “
Tak lama kemudian notifikasi di WA di Hp Fania terdengar nyaring. Dia langsung menyentuh hp nya dan membuka pesan tersebut.
'Share Location Little F'
‘Oke Kak’. Kemudian Fania membagikan lokasinya pada Reno melalui aplikasi sejuta umat tersebut.
***
“ Kak Faniaaa “. Prita, adik Fania tiba-tiba masuk ke dalam rumah sambil bersuara kenceng memanggil kakak kesayangannya setelah dia pulang dari Mushola.
“ Apaan sih nih anak, masuk bukannya ngucapin salam “. Mama yang baru keluar dari kamarnya menghampiri dan menoyor kepala anak bungsunya itu. Sementara Prita Cuma cengengesan.
“ Lupa , hehehe... “
“ Ada apaan emang ? “. Tanya mamanya
“ Itu mah ada yang nyari Kak Fania di depan. Cakep banget mah masa , kayak Barbie sama Ken . Udah gitu mobilnya Alpard pula. Ampe ga keliatan pager rumah saking ketutupan ama itu mobil “. Cerocos Prita.
“ Jelek – jelek gini juga rumah sendiri tau “. Mama Fania celingak celinguk ke arah pintu ruang tamu. “ Mana tamunya ? “
“ Masih di depan kali ngobrol ama si Papa “. Ucap Prita. Kemudian mama Fania berjalan untuk menemui tamu Fania.
“Ih si papa ada tamu bukan di suruh masuk “. Ucap mama Fania saat sudah berada di teras rumah mereka.
“ Ini baru mau diajak Mah . Mari Nak Reno, nak Ara Silahkan masuk. O iya ini mamanya Fania “ Ucap Papa Fania.
“ Halo Tante , apa kabar ? “ . Sapa Reno sambil bersalaman. Kemudian berlanjut dengan Ara.
“ Kabar baik Alhamdulillah. Yuk Masuk “. Mereka pun masuk ke dalam ruang tamu dan Mama serta Papa Fania mempersilahkan Reno dan Ara duduk di sofa panjang.
Mama Fania memperhatikan wajah Reno dengan seksama. kayaknya mukanya pernah liat dimana ya?. Artis bukan ya?. Begitu batin mama Fania.
“ Mah Fania mana?” . Suara papa Fania membuyarkan konsentrasi daya ingat si mama. Seketika Fania muncul dari arah kamar saat papanya menanyakan Fania pada sang mama.
“ Nah ini Fania “. Ucap mama Fania. “ Eh iya , siapa tadi namanya ? “
“ Saya Reno dan ini istri saya Ara, Tante “. Jawab Reno sopan dengan tersenyum. Begitu juga Ara yang ikut tersenyum.
Masya Allah . Cakep amat ini anak dua . Batin mama Fania
“Kak Reno, kak Ara" Fania menghampiri keduanya lalu mencium punggung tangan mereka. Membuat Reno dan Ara sedikit kaget karena kurang terbiasa.
“ Ya udah kalian ngobrol senyaman nya ya, papa sama mama ke dalem dulu “. Ucap papa Fania , coba memberikan ruang pada Fania dan tamunya.
“ Terima kasih om “. Jawab Reno
“ Oh iya kalian mau minum apa ? “. Tanya mama Fania
“ Apa aja tante “. Jawab Ara dan Reno hanya tersenyum
“ Tunggu sebentar ya. Ayo Pah “. Ucap mama Fania sambil mengajak suaminya beranjak dari ruang tamu.
“ Ganggu ya ? “ Tanya Reno pada Fania saat mama papa nya Fania sudah meninggalkan mereka di ruang tamu.
“ Ya engga lah. Malah gue ini yang ga enak . Kak Reno sama kak Ara jadi repot dateng kesini “.
“ Kenapa harus ga enak sih Fania? “. Ucap Ara
“ Takut Kak Reno sama kak Ara ga nyaman namu di rumah ini Kak “
“ Lo nih Fan masih aja mikir begitu “. Reno bicara sambil menggelengkan kepalanya , ga habis pikir ama gadis tomboy nya ini yang selalu merasa malu soal kondisi rumahnya dari dulu. Padahal Reno ga pernah mempermasalahkan meski dulu tempat tinggal Fania masih lebih sempit dari yang sekarang.
Ditengah obrolan mereka tiba-tiba seorang pria yang sepertinya adalah supir Ara dan Reno datang dengan membawa kotak Kue di tangannya, datang dan berdiri dekat pintu .
“ Maaf Nyonya, ini kuenya ketinggalan “. Ucap si Supir Sopan
“Oh ya ampun, sampai lupa" Ara beranjak menghampiri pria itu dan menerima kotak kue tersebut. “Terima kasih pak Yanto“. Ucap Ara pada supirnya. Begitu santun walau bicara dengan seorang supir.
Disaat yang sama Prita muncul dari arah dapur membawa minuman serta Brownies diatas nampan dan diikuti oleh mamanya dari belakang . Prita meletakkan suguhannya di atas meja ruang tamu . “ Silahkan diminum dan dimakan cemilan nya. Maaf ya seadanya “. Ucap mama Fania pada tamu anaknya yang keliatan bukan orang biasah.
“ Terima kasih tante, maaf jadi merepotkan “. Ucap Reno. Ara juga mengucapkan hal yang sama pada mama Fania dan tersenyum pada Prita.
“ O iya Tan, ini aku sama Reno Cuma bisa bawain ini aja “. Ucap Ara sambil menyerahkan kotak kue yang tadi dibawakan supirnya.
“ Ya Allah repot banget kalian “. Ucap mama Fania sambil menerima kue tersebut dari Ara. Sementara Prita, terlihat berbinar melihat kotak kue yang bertuliskan salah satu nama toko Kue yang terkenal dan mahal.
“ Hmm .. ada yang ngiler deh tuh liat kue enak “. Goda Fania yang melihat ekspresi muka ade nya saat Ara memberikan kue itu pada mamanya.
“ Apaan sih Ka Fania, iseng “. Ucap Prita sambil mengerucut kan bibirnya, membuat Reno dan Ara tersenyum lebar.
“ Ini Prita kan ? “. Ucap Reno setengah bertanya
“ Iya Kak “. Prita mengangguk. Sementara mama Fania jadi penisirin kenapa tamunya Fania udah kenal Prita.
“ Nak Reno koq tau ini Prita ? “. Tanya mama Fania yang penasarannya ga bisa ditunda.
Sesaat kemudian papa Fania muncul. “Mah, nimbrung aje“ Ucap papa Fania memberi kode pada istrinya supaya meninggalkan Fania dan tamunya agar bisa leluasa ngobrol.
“ Ga apa – apa koq Om, udah lama juga saya ga ngobrol sama om dan tante “. Reno berdiri merasa ga enak karna kedua orang tua Kania berdiri sementara dia duduk.
“ Eh nak Reno duduk aja ga apa-apa santai aja. Ayo nak Ara duduk juga “. Kata mama Fania , membuat Reno dan Ara duduk kembali.
“ Iya om, tante, sama kamu anak manis gabung disini aja. Kita ngobrol bareng bareng biar ramai “. Ucap Ara dan Reno pun mengiyakan.
*
To be continue ..*
Noted: Nikmatin aje dulu ye ini bacaan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments