Selamat membaca ..
- - -
Praaannngg....
Fania tersentak kaget, hatinya menjadi berdebar ga karuan. Saat laki-laki didepannya itu mengucapkan sebuah nama yang berarti untuknya. Nama panggilan dari orang dimasa lalu yang sempat mengisi kenyes kenyes masa remajanya. Entah kenapa tangan Fania tiba-tiba bergetar sampai cangkir ditangannya terlepas dan jatuh tepat diantara kedua kakinya.
'Banyak banget yang mecahin barang si ini malem.'
Mungkin begitu pikir pihak Hotel.
Kalau kiranya tamu biasa yang memecahkan peralatan tersebut, mungkin saja mereka akan segera membahas tentang masalah penggantian. Tapi berhubung hal itu terjadi di acara yang Reno dan Ara hadiri, pihak manajemen memilih untuk diam.
Fania masih bergeming dalam duduknya. Diam terpaku diantara kaget dan entah apa rasanya. Dia mencoba menatap laki-laki yang tadi menyebutkan sebuah nama panggilan dari seseorang yang hanya sedikit saja orang yang tau. ' Ya Tuhan barusan gue ga salah denger kan? .... '
“Donald!.“ Ucap Reno sambil menatap Fania dengan sebutir asa dalam hatinya. “Benar?.“ Ucapnya lagi dengan suara yang sedikit serak. Sementara orang yang sedang dia tatap memandangnya dengan mimik wajah yang sukar untuk dilukiskan, dengan matanya yang kini sudah berkaca kaca.
******
Fania menurunkan sudut matanya dari wajah Reno dan mengangguk pelan sambil memegang kalung berliontin yang melingkar dilehernya. Lidahnya seperti kaku dan tenggorokannya terasa kering walau belum lama ia menyesap Cappucino nya.
“ Fania ... . “ Ucap Reno sambil menyentuh punggung tangan Fania. Setelah Reno melihat kalung Fania yang memiliki liontin berhuruf ‘ F ‘ yang sesuai dengan inisial dari namanya, disaat Fania menunduk dan menjawab pertanyaannya dengan anggukan. dan Reno sangat-sangat yakin ,karna pasalnya kalung itu adalah kenang-kenangan dari Reno dan orang yang di sebut dengan panggilan Donald. Fania terkejut saat Reno menyentuh punggung tangan kemudian menggenggamnya. Fania menatap Reno lagi, kemudian menatap Ara. Sementara Ara tersenyum saat Fania menoleh ke arahnya. Senyum tulus namun sulit diartikan bagi Fania.
“My Little ‘F ( Little F gue )“ Ucap Reno lagi sambil meraih tangan Fania dalam genggamannya. Matanya berkaca kaca , wajahnya menyiratkan berbagai perasaan dalam hatinya saat ini. “This is You , Right?. My Little F ? ( Ini benar elo, kan?. Little F gue? ) “
Reno berucap seraya ia tersenyum getir dan menyentuh liontin kalung Fania.
Air mata Fania sudah ga bisa dibendung lagi, sehingga begitu saja lolos dari kedua mata coklatnya itu. Entah bagaimana ini rasanya untuk Fania. Bahagia, haru , ga percaya. Tapi yang jelas, saat ini hati Fania benar benar susah untuk digambarkan kondisinya.
“Fania.... My Little F....”
Reno membelai rambut Fania kemudian bersimpuh dihadapan gadis itu. Airmata Reno pun turun membasahi pipinya. Bahagia dan Lega , memang ini Fania-nya , ‘Little F nya ‘ gadis tomboy yang mengubah hari sepinya sebagai anak tunggal menjadi lebih berwarna. Yang membuatnya bisa merasakan rasa seorang kakak ,
teman dan sahabat bahkan pelindung bagi Fania walaupun gadis itu sebenarnya ga perlu perlindungan yang berarti.
“Fania... . “ Panggilnya lagi, karena Fania masih saja menunduk dan tak mau menatapnya. Tapi Reno tahu kalo Fania itu sedang menangis dalam duduknya.
“Lo pasti benci ya sama gue ?“ Suara Reno terdengar berat dan lirih. “Maaf .. Maafin gue ya?“ Menarik tubuh Fania dan memeluknya. “ Maaf... . “
Tangis Fania pun pecah saat Reno memeluknya erat , laki - laki itu melepas kangen dan rasa bersalahnya. Ya, rasa bersalah karna kesibukannya di London yang membuat dia sempat melupakan Fania. Mengabaikan keberadaannya.
Lalu, disaat Reno mulai senggang dengan Kesibukannya mengelola Perusahaan di London dan mencoba menghubungi Fania, dia kehilangan catatan yang berisi nomor telpon Fania. Membuatnya gusar dan berusaha mencari cari keberadaan Fania di Indonesia.
Reno sebenarnya sudah menyimpan nomor telpon Fania dalam telpon selularnya. Nomor telpon rumah Fania lebih tepatnya , karna dulu Fania ga punya handphone-itupun nomornya pemilik kontrakan yang ditinggali Fania dan keluarganya.
Saat Reno mau membelikan ponsel untuk Fania, gadis itu menolak.
Tapi sayangnya Reno kehilangan ponselnya itu entah dimana. Seingat Reno dia menyimpan nomor Fania dalam buku sakunya tapi buku itu pun entah nyelip dimana. Bikin Reno frustasi sampai sering bolak balik ke Indonesia cuma buat cari Fania.
Gadis tomboy itu begitu berarti untuk Reno.
Karna dengan Fania , dia bisa berbagi berbagai macam hal.
Membuat hidupnya ga sepi lagi sebagai anak tunggal yang Broken home.
Bahkan sesaat sebelum pindah ke London, Reno sempat mengajak Fania ikut dengannya.
Tapi ditolak oleh Fania. Karena otak polos Fania, yang saat itu ga siap jauh-jauh dari orang tuanya.
Namun Reno pernah berjanji pada Fania, kalau disaat ada waktu atau saat liburan, dia akan pulang ke Indonesia buat Fania dan juga akan sering menelponnya.
Bahkan Reno pun berjanji akan selalu ada buat Fania dan membantunya , serta memberikan segala yang terbaik. Hingga sampai akhirnya Reno hilang kontak dengan Fania selama 6 tahun.
Dan hal inilah yang menjadi suatu penyesalan yang membuat Reno sedih kalau inget Fania.
***
To be Continue..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Bzaa
senang dan. terharu....
2024-04-01
0
Norma Yunita
halo kak... aku mampir nih... udah masuk fav
bawa 12 like dulu.. nanti aku nyicil ya kak😊😊
salam dari menyusur jejak takdir...
jangan lupa mampir🌹🌹🌹
2021-10-07
1
Yanti Evelina
wow...great...keren
2021-06-20
2