Selamat Membaca ..
“ Oh ya, kamu sudah lama jadi Vokalis Fan?. “ Tanya Ara memecah keheningan antara dirinya dan Fania.
“ Lumayan sih kak , dari lulus SMA “. Jawab Fania .
“ Wow lumayan lama dong kalau begitu?, pantes kamu kayaknya udah keliatan pro di panggung ya?. Keren lah pokoknya. " Ucap Ara seraya memuji.
“ Masih lebih senior ka Vivi, dia mah dari SMP udah wara wiri di panggung “.
“ Maaf permisi. “ Pelayan wanita yang tadi bertanya, datang dengan membawa minuman yang Ara dan Fania pesan. “ Ini minumannya nyonya, kak Fania. “ Ucapnya lagi sambil meletakkan dua cangkir Cappucino panas diatas meja dengan hati-hati. “ Silahkan .... “
“ Ma kasih ya mba. “ Ucap Fania sopan disertai anggukan oleh Ara.
" Kamu dari yang saya denger katanya reguler juga ya di Hotel ini, manggung di Kafe bawah ? ". Sambil Menyesap Cappucino nya.
" Iya Kak. " Sahut Fania.
" Pantes karyawan sini kayaknya kenal kamu ". Ucap Ara.“ Oh iya Fan, kamu tau daerah Menteng ga? “. Ara kemudian bertanya.
“ Menteng ? ... Tau Kak. “ Jawab Fania. 'Tau banget.' Batin Fania. Tapi kemudian Fania membuang pandangannya seperti teringat akan sesuatu. Ara menyadari kalau Fania sedang memikirkan suatu hal dalam kepalanya atau daerah tersebut mengingatkan dia pada satu hal. Begitu pikir Ara
“ Kenapa Fan? Something wrong?”. Tanya Ara lagi.
“ Eeeh , engga kak. Ga papa . Cuma inget aja dulu punya temen deket di sana. “ Jawab kania sambil menghela nafas pelan.
“ Oh ya ?, Siapa namanya ? “. Ara memposisikan tubuhnya menghadap Fania dan wanita itu terlihat antusias saat mendengar kalau Fania punya temen di daerah itu.
Eh, kenapa nih orang?. Batin Fania. Saat melihat sikap Ara yang aneh menurutnya yang terlihat antara kepo sama excited saat mendengar Fania pernah punya teman di daerah itu.
“ Namanya... Reno Kak.... “
Deg !
...
Prang....
Seketika Fania dan Ara menoleh ke arah bunyi gelas pecah yang mengagetkan mereka berdua.
“ Honey .... “ Ara langsung beranjak dari duduknya, menghampiri seseorang yang berdiri terpaku , dimana didekat kakinya terdapat pecahan gelas. Cangkir sepertinya. Pria super tampan yang menjadi sumber rasa aneh dalam hati Fania. “ Sayang .... “ Panggil Ara lagi.
Seketika pria itu melihat ke arah Ara . “ Sorry ... “. Ucapnya . Kemudian menoleh ke arah Pelayan dan memberi kode untuk membersihkan gelas yang ia pecahkan. “ Sorry ya kalau ngagetin kalian “. Tersenyum kepada Ara kemudian pada Fania.
“ It’s okay....” Ucap Fania dengan canggung.
“ Oh iya Fania, kenalin ini suami aku “ . Jelas Ara sambil merengkuh pinggang Reno dan laki-laki itu juga melakukan hal yang sama pada Ara masih dengan senyumnya, kemudian melangkah mendekati Fania.
“ Nice perform ( Penampilan yang bagus ). Fan.. Fania.... “ Reno terdengar sedikit gugup.
“ Terima kasih Tuan, saya senang kalau penampilan kami bisa membuat Tuan dan yang lainnya merasa puas. “ Fania berkata dengan sopan pada suami Ara.
“ Oh iya sorry tadi sempet denger kalian bicara sebelum insiden tadi, katanya kamu tau daerah Menteng?. Pernah tinggal disana?.“ Tanya Reno santai tapi tersirat rasa ingin tahu dalam hatinya. Penasaran ...
Ya Penasaran dengan gadis bernama Fania yang sedang berdiri di depannya ini. Karna sebenarnya Reno menyimpan harapan besar untuk bisa menemukan Fania tomboy yang hilang dari hidupnya beberapa tahun ini. Hanya saja walaupun gadis yang sedang ia ajak bicara ini juga bernama Fania, tapi penampilannya berbeda 360 derajat dari Fania yang ia kenal. Reno ragu bahwa dia adalah gadis tomboy yang dulu.
“ Oh itu .. i-iya siiihh ... tapii....“ Fania menggantungkan jawabannya. Kenapa ni laki bini kepo soal itu daerah sih?. Begitu yang ada di hati Fania.
“ Kita ini tinggalnya di daerah Menteng Fan, makanya kalo kamu tau, kita jadi bisa undang kamu main ke rumah kita. Ya kan Hon?”. Ucap Ara yang kemudian memandang suaminya dan di balas dengan senyuman lagi.
“ Ohh ... gitu kak. Jadi kak Ara dan suami tinggal di daerah sana ya? “. Sahut Fania dan Ara pun mengiyakan.
“ Aku tahu koq, tapi udah lama banget ga kesana . Soalnya temen aku juga udah lama ga ada di daerah itu, jadi ga ada alasan lagi buat maen maen kesana kecuali sekedar lewat . “. Jelas Fania kepada suami istri di depannya itu. Ada rasa yang ga mengenakkan hati saat Fania mengucapkan kalimat tersebut. Di daerah itu dulu 2 sahabat laki - lakinya tinggal. Bohong kalo Fania bilang ga tau. Karna Fania sering banget datang ke rumah mereka buat main bahkan menginap.
“ By the way, Temen kamu itu...pindah kemana? “. Kini Reno yang bertanya.
“ London .... “
*
To Be Continue ... *
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Sandisalbiah
hah.. masih teyep berasa nyeseknya... fart ini selalu buat tahan nafas... deg2an banget.
2025-02-06
0
Bzaa
duhhhhh jdi ikutan deg2an dan seneng
2024-04-01
0
Afkar Mafaza
aduh duh. makin seru kak
2022-11-29
1