Selamat membaca ..
*****
Minggu pagi menjelang siang di Apartemen kak Rita.
Fania, kak Rita dan Vivi sedang berleha – leha di ruang TV sambil menunggu orderan makanan yang sudah mereka pesan melalui aplikasi.
Vivi berbaring diatas sofa setelah sebelumnya minta iji ke yang punya sofa, takut dibilang songong. Sementara Fania dan Kak Rita tiduran di atas karpet bulu dengan bantal besar di kepala mereka sambil ngotak ngatik channel TV.
Kemudian suara bel Apartemen terdengar.
Ting..tong....
“Aku aja yang ambil,“ Ucap Fania sambil bangun dari posisi wenaknya.
Ting..tong...
Bel berbunyi lagi
“Iya bentar,“ Sahut Fania sambil membuka pintu.
“Dengan Mbak Fania atau Mbak Rita?“ Seorang driver ojek online berdiri dan berbicara pada Fania.
Kak Rita sudah menitip pesan pada resepsionis dibawah, agar membiarkan driver ojek online yang mengantar pesanan atas namanya atau Fania datang langsung ke unit apartemennya, karena malas kalau harus turun ke lobi apartemennya.
“Iya betul sekali“
“Ini pesenan nya mbak“
“Jadi berapa semuanya, Mas?“
“Dua ratus lima puluh ribu mbak“
“Oke bentar“
Fania mengambil uang dari kantong celana pendeknya, lalu memberikan 3 lembar uang seratus ribuan pada si driver.
“Kembaliannya, Mbak“
“Buat Mas aja“
“Beneran mba? ini banyak banget“
“Ga apa-apa . Rezeki Mas-nya “
“Alhamdulillah, ma kasih banyak mbak. Udah cakep bae lagi“
“Sama-sama,“ Sahut Fania seraya melayangkan senyum keramahannya pada si driver Ojol tersebut.
Kemudian sang driver berjalan meninggalkan unit apartemen kak Rita, dan Fania masuk kembali membawa bungkusan makanan ke dalam.
“Makanan dataaang ..“ Ucap Kania sambil mengangkat bungkusan makanan di kedua tangannya.
Kak Rita dan Vivi langsung tergerak bangun dari posisi masing-masing mengingat cacing diperut dah pada demo.
Sambil membuka bungkusan makanan Vivi memulai obrolan.
“Dek,“ Panggil Vivi ke Fania.
“Hmmm..“ Jawab Fania sambil menggigit big mac-nya.
“Ceritain yang semalem,“ Ucap Vivi lagi
“Ceritain apaan?“ Fania menjawab Vivi dengan mulut terisi .
“Telen dulu itu yang dimulut!“ Protes Kak Rita.
“Tau ih kak Vivi, kepo nya di tahan dulu napa. Orang lagi makan,“ Timpal Fania.
“Sebenernya ada apaan sih antara elu dan laki bini super cakep itu?“ Alih-alih makan dengan khusyuk, kini malah Kak Rita yang melemparkan pertanyaan pada Fania di sela makannya.
“Yeee ini lagi mak tiri, tadi gue ngomong lagi makan di protes!“
Kak Vivi pun terkekeh.
“Jiwa kepo dah meronta, apalah daya“
Dan mereka bertiga pun tertawa bersama.
“Ya udah cepetan cerita,“ Ucap Vivi ga sabar saat mereka hampir menghabiskan makanannya.
“Panjang deh ceritanya,“ Sahut Fania.
“Pendekkan“
Kak Rita menyambar, membuat Fania memutar bola matanya.
“Iya, iya gue cerita nih“
Fania memulai ceritanya kemudian, tentang dia yang memiliki dua sahabat laki-laki yang begitu berarti untuknya waktu dia masih remaja. Tapi kemudian satu satu pergi buat melanjutkan studi mereka di luar negeri.
Sampai akhirnya Fania lose contact dengan kedua abang-abangan nya itu selama 6 tahun. Dan tadi malam dia sudah ketemu sama salah satunya, yaitu Reno.
**
“So jadi lu itu Maria Cinta yang Hilang?“ Celetuk kak Rita setelah Fania menyelesaikan ceritanya. Membuat Fania dan Vivi terkekeh
“Ah kau bisa saja Esmeralda,“ Timpal Vivi.
“Diam Kau Betty La Pea!“ Sahut kak Rita lagi.
Dan ketiganya kembali tergelak bersama.
“Sudah cukup Esmeralda, Betty la Pea“
Fania akting mengkopi gaya bicara ala-ala telenovela dan membuat mereka spontan terbahak-bahak.
Mereka pun terus saja berguyon seperti halnya Drama Telenovela sampai Fania teringat akan Amplop yang diberikan Ara saat di toilet Ballroom Hotel.
“Alamak!“
Fania menepuk jidatnya membuat kak Rita dan Vivi heran
“Ada apa denganmu Maria?“ Mulai lagi kak Rita. Sementara Fania mengingat ingat dimana dia menyimpan amplop yang dikasih Ara.
“Bentar – Bentar ...“ Ucap Fania menuju kamar kak Rita, karena semalem mereka tidur bertiga dalam satu ranjang mengingat apartemen kak Rita hanya memiliki satu kamar aja.
Fania kemudian mengambil tas miliknya dan langsung memeriksa isinya. “Mudahan ga ketinggalan di Hotel itu amplop,“ Gumam Fania. “Ah ini dia!“
Fania girang setelah menemukan amplop coklat pemberian Ara yang tanpa di sadari sudah dimasukkan oleh Reno ke dalam tasnya.
Setelah mengambil amplop, Fania kembali pada Kak Rita dan Vivi yang masih setia di tempatnya tadi. “Kak .....“ Ucap Fania sambil duduk. “Nih!“ Seraya menyodorkan amplop ke kak Rita.
“Apaan nih? Honor kan ditransfer. Ntar tapi ya“ Sahut kak Rita.
“Dari Kak Ara“ Lanjut Fania.
“Buat lu pribadi kali dek,“ Timpal Vivi.
“Engga ini buat kita semua,“ Kata Fania lagi.
“Wuih , yang boneng lu?!!!!....“ Vivi berbinar binar.
“Mata duitan, dasar!“ Kata Kak Rita pada Vivi.
Yang dikatain malah cengengesan. Kemudian kak Rita mengambil amplop dari tangan Fania.
“Gue buka ya, koq perasaan gue enak ya? ....“ Kak Rita cengar cengir sambil membuka amplop dan seketika mata kak Rita ga kalah berbinar dari mata Vivi setelah melihat isinya.
“Weewww duit banyak banget!!!!!“ Seru kak Rita sambil mengeluarkan isi dari dalem amplop dengan muka emak emak madut alias mata duitan.
“Uweewww banget sih ini“
Vivi sumringah melihat Special Tips dari Job mereka semalam yang jumlahnya sekitar tujuh jutaan.
**
To be Continue....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Bundaani Nuraeni
ada yah istri sebaik ara
2021-05-06
2
HiR2iZ
kocak thooorrrr seru bacanya....
2021-02-28
3