Selamat membaca ...
************************
Suara tepuk tangan terdengar menggema di dalam Ballroom tersebut di saat Ara mulai bernyanyi dan menyelesaikan lagu milik Christina Perri tersebut.
Setelah itu ada beberapa tamu yang kemudian juga ikut serta bernyanyi diatas panggung.
Sampai akhirnya beberapa ada yang berpamitan dan meninggalkan tempat acara.
Sebagian masih betah duduk berlama – lama mengobrol dan sebagainya. Pelayan pun masih terlihat sibuk mengantarkan berbagai jenis minuman bersoda sampai yang ber alkohol.
Dan kemudian salah seorang panitia acara memberi tahukan ka Rita kalau Bandnya sudah boleh menutup penampilan mereka. Karna sudah tidak ada lagi tamu yang mau bernyanyi dan sebagian sudah terlibat obrolan satu sama lain sambil menikmati musik yang masih terdengar.
Kak Rita memberikan aba aba ke panggung kalo mereka sudah bisa memberikan satu lagu penutup.
“ Baik semuanya, sebelum dan sudahnya kami ucapkan banyak terima kasih untuk malam ini. “ Vivi berbicara untuk menutup penampilan mereka di acara tersebut. “ Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan. Untill we meet again . “ Sambungnya lagi.
“Kami The Boyz ‘n Girl Band Undur diri, Kiki On Guitar, Samuel on Bass, Yuza on Keyboard also Alan on Drum“ Sambung Fania.
“Dan Saya Vivi on Vocal beserta rekan saya yang luar biasa ini...“ Sahut Vivi.
“ Fania ! also on Vocal, pamit undur diri dan terimalah persembahan terakhir kami . “.Pamit Fania pada para tamu yang masih tersisa dan memberikan Applause yang meriah.
******
Disaat yang sama ketika Fania menyebutkan namanya, ada dua orang yang seketika itu langsung menoleh dengan ekspresi sedikit terkejut sambil memandangi Fania dengan intens dari tempat duduknya.
“Mungkin kebetulan namanya sama”. Gumam seorang pria yang masih tertegun dalam lamunannya sambil masih memandangi Fania. Wanita disebelahnya seperti menyadari keterkejutan si pria. “Hon, are you okay? ( Hon, apa kamu baik - baik saja? ).” Tanya si wanita dengan berbisik sambil menoleh pada pria itu yang kemudian mengangguk dan tersenyum tipis.
Fania tanpa sengaja melihat ke arah meja dimana pria tadi memandanginya. Di area meja yang sama tempat pria yang bernama John dan wanita cantik yang bernama Ara itu duduk.
'Kayak kenal gue sama itu cowok' Batin Fania. 'Mirip sih .....'
“What’s wrong R? ( Ada apa, R? ).” Tanya John yang terlihat heran dengan raut wajah sahabatnya itu karna sebelumnya tidak terlalu memperhatikan penampilan musik di panggung tapi tiba tiba terlihat intens memandangi band yang baru saja menutup penampilannya. “Ada yang lo kenal?”. Sambil ikut mengalihkan pandangan ke panggung. Terlihat Fania dan rombongannya bergegas turun. John sedikit memperhatikan mereka.
Sudah merupakan kebiasaan Fania dan Bandnya menyapa para tamu setelah mereka selesai manggung.
Tujuannya apalagi selain untuk mengakrabkan diri dan juga sebagai wujud terima kasih mereka untuk para penonton setia band mereka. Hal ini membuat Fania dan bandnya memiliki nilai plus dimata para penonton yang menyaksikan penampilan mereka. Bahkan dengan sikap mereka yang ramah ini , banyak pengunjung kafe yang datang secara reguler di setiap penampilan mereka. Selain talenta , Fania dan Bandnya memang orang orang
yang mudah bergaul dan mampu mencairkan suasana.
Begitupun malam ini, setelah selesai merapikan ini itu diatas panggung, Fania , Vivi beserta The Boyz tidak langsung pulang setelah turun dari panggung. Mereka menyambangi para tamu undangan yang masih tersisa untuk sekedar berkenalan dan berterima kasih secara personal. Tak lupa kak Rita juga menghampiri anak-anak band asuhannya itu dan ikut bergabung untuk menyalami para tamu.
Satu persatu meja mereka datangi dengan sapaan serta berjabat tangan dengan ucapan terima kasih dan sedikit basa basi, mereka disambut hangat oleh para tamu di acara tersebut. Hingga Fania dan rombongan menghampiri meja tempat di mana John, Ara beserta suaminya serta 2 orang teman mereka. Kelimanya pun berdiri menyambut Fania dan rombongan.
“Selamat malam , Tuan – Tuan dan Nyonya – Nyonya” Sapa Kak Rita dengan sopan kepada kelima orang tersebut.
“ Selamat malam”. Jawab mereka berbarengan.
“Perkenalkan saya Rita Manajer mereka.” Sambung Kak Rita dengan sopan sambil menyalami mereka. Diikuti oleh Fania, Vivi dan The Boyz sambil tersenyum.
“Kalian keren sekali!“ Ucap John. “And You Girls ... are awesome ( Dan kalian cewe - cewe... kalian menakjubkan )“ Sambungnya lagi sambil sok akrab pada Fania dan Vivi. Keduanya pun tersenyum mendengar sanjungan dari John.
“ Ma kasih “. Jawab Fania dan Vivi barengan.
“Gabung Ya“ Ajak salah seorang dari kelompok John sambil menaikkan tangannya memanggil pelayan.
Kak Rita kemudian menoleh ke arah anak – anak asuhannya untuk melihat tanggapan mereka. The Boyz hanya mengangkat bahunya memberi sinyal kalo terserah si ibu Manajer aja. Vivi pun merasa oke oke aja. Sekedar duduk dan bercengkrama bareng tamu sudah biasa kan.
“ Fan, kamu gimana?. Buru buru pulang ga?”. Tanya kak Rita karna sepertinya Fania terlihat kurang fokus dengan ajakan bergabung setelah bersalaman dengan Pria Kelewat tampan di samping Ara.
Bukan karna kecentilan, tapi karna Fania merasa familiar dengan wajah si pria. “ Eh, maaf. Iya gue ikut aja “. Merasa ga masalah untuk ikut gabung karna malam ini Fania juga bakal menginap di apartemen kak Rita bareng Vivi.
“Eh iya, gue permisi ke toilet dulu yah” Sela Fania sebelum ikut bergabung .
Sambil berjalan ke arah toilet Dalam area Ballroom Fania merasakan gelenyar aneh dalam hatinya. “ Kenapa ni hati
perasaan koq berdebar – debar gini coba. Aneh ..”. batin Fania sambil masuk ke toilet.
Berdiri di depan kaca wastafel sambil otaknya mencoba sinkron dengan hatinya. 'Masa iya segitu terpesonanya
gue ama itu cowo. Inget Faaaan, itu laki orang biar kata itu cowo gantengnya kelewatan' Kata hatinya Fania.
“Fania .... “ Sebuah suara merdu membuyarkan lamunan Fania.
*
To be continue..*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 347 Episodes
Comments
Bzaa
nah siapa kira2 yg berdua merdu ituh....
2024-04-01
0
Jamidin Abu Yasmin
n tdjAetnt
2022-03-03
1