Setelah meninggalkan ruang latihan, Vandra tidak langsung menuju ruang tengah. Ia justru berjalan ke kamar tamu.
Levia yang baru saja selesai merapikan rambutnya tidak terlalu memerhatikan ketika mendengar suara pintu dibuka. Namun beberapa menit kemudian, saat melewati lorong menuju kamarnya, langkahnya terhenti.
Vandra keluar dari kamar tamu sambil membawa beberapa helai pakaian.
Levia mengerutkan kening. “Kapten, kamu mau ke mana?”
“Pindah kamar," jawab Vandra dengan seulas senyum tipis.
“Pindah kamar?” ulang Levia.
Vandra tidak menjawab. Ia langsung masuk ke kamar Levia dan membuka salah satu bagian lemari yang masih kosong.
Levia menyusul dengan wajah tidak percaya. “Serius?”
Vandra mulai memasukkan pakaiannya satu per satu ke dalam lemari. “Bukankah kita sudah membuat taruhan?”
Levia berdiri di ambang pintu sambil melipat tangan di dada. “Aku menyesal.”
“Sayangnya, penyesalanmu datang terlambat.” Vandra memasukkan kemejanya dengan tenang, bahkan sempat merapikan bagian kerahnya.
Levia menghela napas panjang. “Kalau aku tahu kamu sesulit itu disentuh, aku gak akan pernah nerima taruhan tadi.”
Vandra menahan sudut bibirnya yang hampir terangkat. “Bukankah kamu tadi sangat yakin akan menang?”
“Itu karena aku menghitung berdasarkan aturan yang kamu buat.”
Vandra menoleh. “Dan hasil perhitungannya?”
Levia mendengus. “Salah.”
“Berarti kamu harus belajar menghitung lebih baik," ujar Vandra ringan sambil merapikan susunan pakaiannya.
Levia memelototinya. “Jangan tunjukkin muka puasmu itu.”
“Aku memang puas.”
Jawaban itu keluar begitu saja, membuat Levia semakin kesal.
Vandra kembali mengambil beberapa pakaian dari tumpukan yang dibawanya. Gerakannya terlihat begitu santai, seolah sejak awal ia memang sudah yakin akan memindahkan semua barang itu.
Levia memerhatikan beberapa detik sebelum akhirnya berkata, “Jangan memenuhi lemariku.”
“Tenang," sahut Vandra. "Aku hanya membawa barang yang penting.”
Levia mengangkat alisnya. “Kalau nanti gak cukup?”
“Aku bisa pakai seten…
Transmigrasi Menjadi Istri Gendut Sang Kapten
117. Kemenangan Kecil Sang Kapten
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 124 Episodes
Comments
Anitha
Modus nih Vandra ngajak taruhan biar bisa tidur satu kamar dengan Levia tapi bagu dong reader juga dukung biar kalian semakin dekat dan Levia biar luluh hatinya mulai bergetar🤣
woow Nama Risa yang jadi Terdakwah sudah rame...bersiaplah Jendral dan siapkan mentalmu Risa
2026-09-10
1
abimasta
akhirnya sempat juga bacanya,maaf ya thor tidak bermaksud menumpuk bab
2026-09-10
1
Uthie
sedari pagi di tunggu, hanya up 1 kah Thor? 🙏😇
2026-09-10
1