Vandra tidak langsung menjawab.
Risa tersenyum tipis, meskipun senyumnya terasa dipaksakan, seolah Vandra bisa melihatnya. "Kalau begitu, sepertinya Levia sekarang jauh lebih menarik perhatian."
Vandra mengerutkan kening. "Maksudmu?"
"Enggak ada." Risa segera mengubah nada suaranya. "Aku cuma berpikir... kalau dia terus berkembang seperti sekarang, mungkin banyak pria yang akan tertarik padanya."
Garis rahang Vandra menegang. Foto Levia bersama Andri kembali muncul dalam ingatannya. Senyum perempuan itu, cara ia berdiri dengan percaya diri. Dan tatapan Andri yang terlihat begitu menghargai perempuan tersebut. Entah kenapa, bayangan itu kembali membuat dadanya terasa tidak nyaman.
Risa menunggu beberapa detik. "Kak Vandra?"
"Hm?"
"Kamu..." Nada suara Risa terdengar lebih hati-hati. "...masih ingin menceraikan Levia?"
Pertanyaan itu membuat Vandra terdiam cukup lama. Risa menahan napas, menunggu jawabannya.
Namun Vandra hanya berkata, "Itu urusan kami."
"Jadi masih?" Risa ingin mendapatkan jawaban pasti.
Vandra menatap kosong ke depan. Untuk pertama kalinya, pertanyaan itu tidak lagi terasa mudah untuk dijawab.
"Aku belum tahu," jawab Vandra akhirnya.
Risa membeku. "Apa maksudnya?" tanya Risa dalam hati. "Apa dia mulai ragu untuk menceraikan Levia?"
Vandra sendiri kembali terdiam setelah menyadari apa yang baru saja keluar dari mulutnya.
Belum tahu.
Dua kata sederhana itu justru membuat pikirannya semakin kacau. Karena beberapa bulan lalu, ia begitu yakin ingin mengakhiri pernikahannya. Sekarang, semakin dekat kemungkinan kehilangan Levia, semakin sulit baginya mengatakan bahwa ia benar-benar ingin pergi.
"Risa, aku masih ada urusan," tutup Vandra akhirnya.
"Oh... iya," sahut Risa. "Kak Vandra jaga diri, ya."
"Kamu juga," balas Vandra singkat.
Panggilan berakhir. Risa masih memegang ponselnya sambil menatap layar yang kini telah gelap. Ia tidak mendapatkan jawaban yang diinginkannya. Namun justru dari percakapan singkat itu, ia mendapatkan sesuatu yang jauh lebih meng…
Transmigrasi Menjadi Istri Gendut Sang Kapten
55. Keraguan yang Terucap
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments
Siska Sutartini
ninis ini definisi org udah dibantu tapi gak tau diri amat. begitu keji hatinya ingin menjatuhkan levis dg sgala cara. kenapa elo gak cari cara sendiri buat maju, dg kerja keras sendiri. bukti kejahatan ninis mesti segera ditemukan nih
2026-09-03
1
Yuni Alyssa
si levia kan mah udah pinter diambil pun masih inget n bs bikin lg cuma jd kerja dua kali aja... lah ninis mau nuduh dya plagiat 🤣🤣🤣 dr segimanapun bakal menang levia apalagi ninis modal nekat doank ga ngerti apa2 😂😂😂
2026-08-21
1
Elina thea
sampai segitunya si Ninis/Angry/... berharap aja si apa yg di bicarakan levia dan ayahnya tadi jebakan,biar dia langsung di depak dari rumah pak Gultom,udah muak sama si Ninis Lampir itu...
2026-08-21
1