Vandra membeku. Ia mengenali suara itu. Suara yang selama berbulan-bulan hanya bisa ia dengar melalui telepon. Suara istrinya.
Setelah hampir satu tahun tidak bertemu, akhirnya ia akan melihat istrinya secara langsung.
Namun yang tidak pernah ia bayangkan adalah... pria lain akan berdiri di antara mereka ketika pertemuan itu terjadi.
Dan beberapa detik kemudian, Levia muncul dari ujung lorong. Rambutnya sedikit berantakan, tetapi wajahnya masih terlihat segar setelah bangun tidur. Tatapannya langsung jatuh pada pria yang berdiri di dekat pintu. Langkahnya berhenti.
"Vandra?"
Untuk sesaat, tidak ada seorang pun yang bergerak.
Vandra hanya menatap perempuan di hadapannya. Perempuan yang selama ini ia rindukan. Perempuan yang sekarang terlihat jauh lebih berbeda daripada bayangannya selama ini.
Namun sebelum ia sempat mengatakan apa pun, Andri menoleh kepada Levia.
"Via, ini suamimu?"
Dan entah kenapa, mendengar Andri memanggilnya Via di depan dirinya membuat dada Vandra terasa kembali sesak.
Levia tidak langsung menjawab. Tatapannya masih tertuju pada Vandra, seolah-olah otaknya membutuhkan waktu untuk menerima bahwa pria yang selama ini hanya ia dengar suaranya dari ponselnya kini benar-benar berdiri di depan matanya.
"Vandra..." ulangnya pelan.
Vandra mengangguk. "Iya."
Hanya satu kata yang keluar dari mulut Vandra. Padahal selama berbulan-bulan ia membayangkan begitu banyak hal yang ingin dikatakannya ketika akhirnya bertemu Levia. Namun sekarang, semua kalimat itu seolah menghilang.
Tatapan Vandra perlahan menyapu wajah istrinya. Levia benar-benar berubah. Tubuh yang dulu jauh lebih berisi kini terlihat langsing dan proporsional. Rambutnya tergerai sederhana, sementara pakaian rumah yang dikenakannya tetap terlihat rapi meskipun baru bangun tidur.
Namun bukan perubahan fisiknya yang paling membuat Vandra terdiam. Ada sesuatu dalam tatapan Levia yang berbeda. Tidak ada sorot mata yang dulu selalu ia kenal. Tidak ada kegembiraan berlebihan. Tidak ada langkah tergesa…
Transmigrasi Menjadi Istri Gendut Sang Kapten
73. Ketika Jarak Tak Lagi Menjadi Alasan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 133 Episodes
Comments
mery harwati
Sengaja alurnya dibuat Andri yang buka pintu saat Vandra berkunjung ke rumah Pak Gultom mertua Vandra, padahal ada Bu Sari ART di rumah Pak Gultom 😀
Apa iya Andri Mahesa sebagai tamu sekaligus rekan bisnis Brenda malah yang membukakan pintu saat ada tamu di rumah Pak Gultom? Sedangkan posisi Andri sendiri juga tamu 😂
Dan Pak Gultom sebagai tuan rumah tidak memperkenalkan Andri pada Vandra, kesannya dibuat agar salah paham antara Vandra, Andri & Levia 🤭
2026-08-27
2
mery harwati
Ini minum kopi online dulu lah pagi², agar kalian (Vandra, Andri & Levia) gak salah paham lagi, apapun akhir cerita ini, mau berpisah baik² mencari pasangan hidup masing² silahkan, mau dilanjut sebagai suami istri terserah, karena author yang punya alur ceritanya 😍
2026-08-27
1
Ass Yfa
ya ampun..nyesek bngt..pulang jerumah istri yg buka pintu orang luar...maksutnya gimana..kalo Vandra nggk bisa mengelola emosi jelas mencak2,,,Via juga buasa aja...dia bukan Levia...mssalahnya dia Viviana..jadi rasa cinta iti tak pernah ada😭😭
2026-08-27
1