Usai makan malam, Vandra kembali ke kamarnya. Ia menutup pintu dibelakangnya, lalu duduk di tepi ranjang. Pikirannya masih dipenuhi percakapan di ruang makan tadi.
Ia mengambil ponsel. Tanpa sadar, jarinya membuka kembali akun Brenda. Foto Levia bersama Andri muncul di layar.
Vandra menatapnya, lalu beberapa detik kemudian ia membuka kolom komentar. Banyak orang memberikan ucapan selamat atas kerja sama tersebut.
"Semoga Brenda semakin sukses."
"Koleksinya bagus, ditunggu produk berikutnya."
"Selamat untuk Brenda dan Mahesa Retail."
Tidak ada satu pun komentar yang mengarah pada hubungan pribadi Levia dan Andri. Namun hal itu tetap tak bisa membuatnya merasa tenang.
Ia tahu Levia sekarang jauh lebih menarik perhatian dibandingkan dulu. Punya perusahaan, memiliki latar belakang keluarga berada, mandiri, dan mulai dikenal di dunia bisnis.
Kalau ada pria yang mendekatinya sekarang, Levia mungkin tidak akan kesulitan menerima perhatian tersebut.
Vandra mematikan layar ponselnya. Beberapa detik kemudian, ia menyalakannya lagi. Jarinya membuka daftar kontak, lalu berhenti pada satu nama.
Levia.
Ia menatap nama itu cukup lama. Tujuh bulan lalu, ia tidak pernah berpikir bahwa suatu hari dirinya akan merasa perlu memastikan keadaan istrinya. Sekarang justru ia ingin mendengar suara perempuan itu lagi.
Namun sebelum menekan tombol panggil, Vandra teringat percakapan terakhir mereka. Levia tidak pernah bertanya kapan ia pulang, tidak pernah meminta dirinya menghubungi, tidak pernah menyinggung perceraian.
Bahkan ketika Vandra memberikan surat cerai, perempuan itu menerimanya tanpa berusaha mempertahankan pernikahan mereka.
Vandra perlahan menurunkan ponselnya. "Kalau aku benar-benar menceraikannya..."
Ia berhenti. Untuk pertama kalinya, kalimat yang selama ini terasa seperti tujuan justru terdengar seperti sebuah kehilangan.
Vandra mengusap wajahnya. Ia belum tahu apa yang sebenarnya berubah dalam dirinya. Tetapi satu hal mulai ia sadari, ia tidak lagi yakin ingin menjadi pria…
Transmigrasi Menjadi Istri Gendut Sang Kapten
53. Masih Istriku
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 124 Episodes
Comments
mery harwati
Pangkat Kapten & ditugaskan di Lebanon sebagai pasukan perdamaian, cerdas kan pastinya otaknya? Tapi kenapa dangkal menilai wanita hanya dari fisik? Padahal Vandra juga dilahirkan oleh wanita kan? Bukan dilahirkan dari batu kali, klo iya dilahirkan dari batu kali pantas kepala batu, egois, mau menang sendiri, mau enak sendiri, eits tidak bisa Kapten, siapa elu heh 💃😛
2026-08-20
1
Anitha
sepertinya Levia juga akan mempertimbangkan karena kalo mereka bercerai pasti Ibu Ratih akan sedih karena Levia sudah di anggap putrinya sebdiri,dan Leviapun sangat menyayangi Ibu Ratih,jadi kemungkinan besar mereka akan tetap bersatu,mungkin butuh waktu bagi Levianya biar Vandra yang ngejar² dulu sama Via🤣
2026-08-21
1
mery harwati
Kopi online bwt mu Levia, kamu harus ingat ya kalimatmu Levia bahwa kamu bukan hp yang bisa direstart ke stelan awal pabrik!! Enak aja Vandra tinggal menikmati hasil jerih payahmu diet, hasil jerih payahmu kerja, tidak bisa Kapten Tsubatsa ya, buang jauh dari hidupmu Levia, pria modelan Vandra gitu 💪😛
2026-08-20
1