Siang itu, Risa datang ke rumah Vandra.
Begitu pintu dibuka, ia langsung tersenyum ketika melihat pria yang selama setahun hanya bisa ia dengar suaranya melalui sambungan telepon.
"Kak Vandra."
Vandra menatapnya sekilas. "Risa."
Risa memerhatikan wajah pria itu beberapa saat sebelum bertanya, "Kenapa Kakak gak kasih kabar kalau sudah pulang?"
"Aku bahkan gak ngasih tahu Ibu." Jawaban Vandra terdengar datar, tanpa sedikit pun nada bercanda.
Senyum Risa sempat tertahan, tetapi ia segera mempertahankannya. "Oh..." Ia mengangguk kecil. "Aku kira setidaknya Kakak bakal ngabarin aku."
Vandra tidak menjawab.
Risa mencoba tersenyum lagi. "Aku kangen, tahu," ujar Risa dengan nada suara sedikit manja. "Sudah setahun baru bisa lihat Kakak lagi. Kakak juga kalau aku ajak video call selalu bilang sibuk."
Vandra menatapnya sebentar. "Jangan bilang kangen."
Risa sedikit tertegun. "Kenapa?"
"Takut kalau ada yang dengar, nanti salah paham." Nada suara Vandra tetap tenang dan datar.
Risa terdiam beberapa detik. "Aku kangen sebagai teman, Kak."
"Meski sebagai teman," tegas Vandra. "rasanya kurang pantas."
Senyum di wajah Risa semakin sulit dipertahankan. Namun ia tidak ingin menunjukkan kekecewaannya. Ia segera mengalihkan pembicaraan.
"Kalau begitu..." Risa duduk di sofa. "Gimana waktu bertugas di Lebanon, Kak?"
Vandra ikut duduk, tetapi memberikan jarak yang cukup jauh. "Lancar."
Risa menunggu penjelasan lebih panjang, namun Vandra hanya diam. "Kak..."
"Aku baru sampai semalam, Risa." Vandra mengusap tengkuknya. "Masih lelah."
"Oh, iya." Risa mengangguk cepat. "Maaf."
Beberapa detik berlalu, Risa kemudian berdiri. "Kalau begitu nanti sore aku ke sini lagi."
Vandra mengangkat wajah. "Nanti sore aku mau jemput istriku."
Kalimat itu membuat langkah Risa terhenti. "Istrimu?"
"Iya." Vandra mengangguk. "Levia"
Senyum Risa perlahan memudar. "Kakak mau ke rumahnya?"
"Iya."
Risa berusaha tetap bersikap tenang. "Kenapa?"
Vandra memandangnya seolah pertanyaan itu cukup jelas jawabannya. "Karen…
Transmigrasi Menjadi Istri Gendut Sang Kapten
76. Menumbuhkan Keraguan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 133 Episodes
Comments
lin sya
klo misalnya ya via ngsih kesempatan buat vandra mempertahankan rmh tangga smntara msih ada risa yg mengganggu, kira2 hubungannya ttp hmbar gk ya, mau ada risa atau andri klo saling trbuka, saling nerima, saling percaya, gk akan rumit,
2026-08-28
4
Yuni Alyssa
si vandra ini ga ada tegas2nya masa ga bs liat niat jahat seseorang 🤣🤣 plin plan ga tegas ama cwe lain masih nerima2 aja.... hiiihhh amit2... levia tuh butuh laki2 tegas yg cuek atau jutek sama cewe lain 😜😜😜
2026-08-29
1
Lucyana H
vandra harusnya masalah rumah tangga kmu jgn sampe denger sm orang luar,apalagi si Risa katanya seorang dokter,bapanya jendral masa dtg ke rumah yg masih jd suami orang,pantes jg ga,
2026-10-07
1