Naysilla lebih sering membuang muka ke arah pintu jendela kaca, memperhatikan lalu lalang kendaraan yang saling berpacu, dan para pejalan kaki. untuk menghindari tatapan mata Aldebaran yang seakan tidak ingin terelakkan sedikit pun.
"Aduh kenapa dengan kak Al selalu menatap ku, bagaimana jika kak Jessica salah paham" gusar. sesekali meremas-remas jemarinya
"Kalian berdua mau pesan apa ?
Al menawarkan menu makanan andalan Restoran mereka, Jessica menaruh ponselnya dalam tas, Jessica yang diikuti Naysilla memilih menu kesukaan mereka berdua yang kebetulan sama.
Makanan Restoran itu memang bisa memanjakan lidah kedua gadis cantik itu, terbukti mereka menghabiskan menu masing-masing tanpa memperdulikan keberadaan Aldebaran.
Sikap kedua gadis itu sama - sama cuek dan acuh, beda sekali dengan para wanita yang bertekuk lutut pada Aldebaran selama ini. Aldebaran merasa tertantang untuk menaklukkan salah satu dari mereka berdua, terutama Naysilla.
Selesai makan siang, tiba-tiba ponsel Jessica berdering. Jesica melirik sekilas ponsel dalam kantong tas branded nya, kemudian mengabaikan panggilan itu karena dari kekasih pujaan hatinya Jorge.
"Kok ngak diangkat Jessica ? tanya Aldebaran
"Ini dari teman kampus, yang terus meminta ku datang kerumahnya untuk membantu menyelesaikan tugas-tugasnya, yang kebetulan sedang bermasalah" Bohong Jessica
Aldebaran merasa ada yang disembunyikan Jessica, tapi dia sengaja bersikap pura-pura biasa saja, dan melanjutkan minum nya.
"Al bagaimana jika aku menemui sahabatku itu terlebih dahulu, karena aku merasa tidak enak hati membiarkan nya sendirian mengerjakan tugas kampus yang kurang dia mengerti" memasang wajah memelas
"Kak Jessica Nay ikut ya"
Naysilla sudah paham maksud dan kelakuan kakak sepupu nya itu. dia yakin Jesica pasti akan bertemu Jorge dan akan meninggalkan nya berdua dengan pria misterius ini.
"Tidak bisa adikku sayang, kamu tolong temani kak Al saja ya" ucap Jesica segera menyambar tas diatas meja dan segera berlalu meninggalkan Restoran
Aldebaran tersenyum senang melihat Nay yang gugup dan mencoba untuk bersikap acuh didepannya.
"Kenapa kamu tidak menemuiku di perusahan kemaren, apa kamu ingin salah satu nilai pelajaran kuliah mu ku buat bermasalah juga ? Al tersenyum sinis
"Tidak jangan kak Al, tapi untuk apa kak Al harus menyuruh ku kesana, dan sekalian magang ? bertanya memasang wajah heran
"Karena.... karena aku ingin saja mencoba melihat gadis tidak disiplin seperti mu ini berada di perusahaan ku" jawab Aldebaran asal
"Lucu sekali alasan kak Al, tapi aku tidak akan pernah magang di perusahan kakak, aku juga heran dengan tujuan kak Al mengikutiku, dan sekarang masuk dalam keluarga ku meskipun sebagai calon suaminya kak Jessica" Nay mulai berani mengeluarkan suara menumpahkan segala rasa penasaran nya terhadap laki-laki yang dihadapannya ini.
Aldebaran hanya tersenyum mendengar ucapan gadis kecil itu,
"Sudah capek nyerocosnya sini temani aku" menarik tangan Nay berjalan memasuki sebuah ruangan kerja khusus, Nay melirik nama yang terletak di atas meja kebesaran itu "Aldebaran Montherganza" seketika Nay memucat.
"Mati aku sudah terjebak dalam ruangan kekuasaan nya" Naysila mencoba membalikkan badannya dan melepaskan pegangannya tangan Aldebaran yang kuat, Nay berusaha membuka pintu yang sudah terkunci otomatis.
"Tolong....tolong....,,Siapa pun tolong aku" menggedor pintu
"Berteriak-teriak lah sayang, ruangan ini kedap suara" Aldebaran menyeringai mesum melihat pujaan hatinya ketakutan.
Aldebaran menarik Nay kedalam pelukannya, memaksa mencium seluruh wajah, dan ******* bibir Nay yang terasa begitu manis.gairah nya begitu menggebu-gebu melihat penolakan Nay, karena selama ini bercinta dengan para wanita yang pasrah tanpa ada penolakan.
Tangan Aldebaran terus bermain-main dan menjamah tubuhku Nay yang masih terasa padat berisi. dan kembali menciumi bibir Nay
"Aduh" ciuman Aldebaran melepaskan ciumannya karena mendapat gigitan dari Nay
"Kak Al tolong lepaskan Nay, kak Al telah menodai bibir Nay, ciuman pertama Nay telah kak Al rampas " memohon dengan air mata mengalir
Al tersadar dan melepaskan Nay dengan perlahan,
"Maafkan kak Al" mengambil tissue dan membersihkan darah karena gigitan Nay
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Adila Nisa Ardani
ktanya nay bukan tipenya
2021-08-01
0
Ruryanti Mikdar
ye mas al main nyosor...
2021-07-26
0
Sri Cntya
😄😄😄
2021-06-27
0