Aldebaran merasa seperti mimpi, bisa menyentuh tangan mulus itu meski hanya sebentar namun Al sangat bahagia. Al sengaja berdiri agak lama disamping Naysila sambil terus menerangkan.
Hingga sampai pada acara sesi terakhir acara tanya jawab, namun sebagian dari mahasiswi lebih suka mengajukan pertanyaan ke hal-hal yang lebih pribadi dari Aldebaran, dari pada topik acara mereka. pertanyaan mereka bermacam-macam ada yang menanyakan hobinya, kmakanan kesukaan Aldebaran. dan yang lebih banyak mengajukan pertanyaan tentang pacar Aldebaran, namun ada juga yang bersedia untuk menjadi pacar kedua nya.
Semua pertanyaan itu dijawab guyonan oleh moderator dan Ricky selaku Asisten, sementara Aldebaran ebih suka mencuri pandang sesekali kewajah cantik Naysila. dimana Naysila langsung tertunduk kaget saat pandangan kedua nya bertemu.
"Ya Tuhan ternyata lelaki ini sama persis dengan mereka yang telah menertawakan aku, sewaktu di kafe kemaren, kenapa dia suka sekali menatap ke arah ku, apa dia tengah merencanakan sesuatu yang buruk" bathin Nay memandang Aldebaran yang saat itu juga tengah menatapnya, refleks Nay menunduk kan kepala.
Setelah acara selesai sebagian dari mahasiswa telah pergi meninggalkan ruangan besar itu, salah seorang panitia penyelenggara acara berjalan mendekati Nay.
"Naysila, besok kamu harus datang kekantor Tuan Aldebaran untuk membahas masalah keterlambatan mu datang ke acara ini" ujar Ange seorang panitia acara
"Aku tidak telat datang, lagian acara nya pun baru akan dimulai. kenapa jadi dipermasalahkan begini ? Nay tidak terima
"Terserah kamu Nay, yang jelas acara ini termasuk salah satu dalam ujian kompetensi kamu, dan juga bisa mempengaruhi nilai ujian semester kamu nantinya" ucap Ange
"Aku tidak terima, alasan mu itu seperti mengada-ada" Nay masih protes
Panitia yang lain datang melihat perdebatan mereka,
"Nay, sebaiknya kamu ikuti saja. lagian apa salahnya mendatangi perusahaan terbesar itu, toh sebentar lagi kamu juga bakal magang disana ! ucap yang lain
"Apa Magang" Nay tambah pusing dengan penurunan mereka semua, belum lagi masalah keterlambatan nya yang terkesan aneh. sekarang dia juga harus magang ditempat orang yang telah menertawakan dan menggapnya remeh dirinya itu.
"Ya Nay kampus kita telah merekomendasikan dirimu untuk magang di sana, dan Tuan Aldebaran selaku CEO menyetujui nya. ucap Ange
Nay yang bingung dengan penuturan mereka semua, melangkah pergi meninggalkan tempat itu, menuju Ruangan ibu Ani yang mengurus masalah magang yang tinggal beberapa hari lagi.
Nampak Bu Ani tengah sibuk dengan tumpukan kertas
"Maaf Bu kedatangan saya mengganggu ," ucap Nay duduk dikorsi depan meja besar itu
"Ya ada apa ? masih sibuk membolak-balik tumpukan kartas itu
"Saya mau tanya dimana saya akan magang nantinya ? ucap Nay sopan
Bu Ani menghentikan tangannya yang tengah membalik kertas, dan memperbaiki letak kaca mata nya " Untuk apa, bukan kah semua mahasiswa disini mengikuti saja, dimana mereka ditempatkan saat magang, atau kamu pengen menentukan tempat nya sendiri ? menatap serius dan lekat wajah Nay.
Nay merasa sedikit risih dengan tatapan Bu Ani itu
"Maksud saya ..." Nay menghentikan ucapannya nya, melihat Bu Ani berdiri mengangkat panggilan masuk.
Tidak berapa lama Bu Ani kembali menghampiri Nay yang masih setia duduk menunggu nya
"Kamu telah kami rekomendasikan untuk magang di perusahaan besar, seharusnya kamu bersyukur karena banyak diantara teman-temanmu yang berebut ingin ditempat kan disana. dan kamu dengan gampang nya diterima, sekarang kamu boleh pergi. karena saya saat ini sedang sibuk" melanjutkan kembali pekerjaan nya.
"Baiklah Bu saya permisi pulang dulu" ucap Nay
"Mmmhhh" jawab Bu Ani singkat
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Sri Cntya
msh penasaran critanya
2021-06-27
0
Mbasel
killer amatd dosennya😬
2021-06-17
0
Rahmawaty❣️
ktanya nay bukan tipenya tp dipanggil cantik bae😁😁
2021-06-16
0