Flasback Naysila

Nay perlahan menyeka keringat, yang keluar dari kulit putih mulusnya, sambil memegang perut bawah pusar nya yang terasa nyeri, efek dari pms yang menghampirinya tiap awal bulan. namun Nay terus memaksakan dirinya untuk mengajar murid-muridnya di perkampungan kumuh ini.

Nay bersama beberapa orang teman-teman nya berniat mendirikan sekolah gratis, namun karena keterbatasan biaya mereka akhirnya mengajar dengan keterbatasan yang ada.

"Lala aku pulang duluan ya, perutku terasa nyeri benget." pamit Nay pada sahabat dekat nya

"Yakin bisa pulang sendiri, aku antar ya" tawar Lala khawatir.

"Nggak usah aku nggak papa kok, kamu kan harus ngajar setelah ini." berjalan meninggalkan Lala yang masih menatap punggungnya

Nay berjalan menuju halte busway sambi terus mengumpulkan konsentrasi nya, karena merasa pandangannya semakin samar

"Kenapa rasanya bertambah nyeri?" gumam Naysila.

Naysila terperanjat kaget saat melihat sebuah mobil mewah keluaran terbaru melaju dengan kecepatan tinggi dari arah yang berlawanan. seseorang mendorong tubuh nya hingga jatuh ketepi aspal dan kepalanya membentur pembatas jalan. hingga Nay hilang kesadarannya.

Perlahan Nay membuka matanya melihat sekeliling Ruangan yang serba putih.

"Dimana aku ?" ucap Nay pelan.

Seorang yang berpakaian putih dan diikuti dua wanita yang berpakaian sama tersenyum kearah nya. Nay mengingat kejadian tadi siang. dan dia sangat bersyukur sekali bisa selamat dari mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi menuju kearah nya.

"Syukurlah kamu telah siuman, sebenarnya luka mu tidak terlalu parah, namun karena kondisi fisik mu yang lemah sehingga mudah sekali pingsan" ucap dokter

"Terima kasih dokter, atas keteledor saya yang berjalan agak ketengah" ucap Nay sambil menundukkan kepalanya

Seorang pria masuk keruangan itu dan memperkenalkan dirinya sebagai perwakilan dari pemilik mobil yang hampir menabrak nya, mereka pun mengambil keputusan untuk berdamai, dan mengantarkan Nay sampai pulang ke rumahnya.

"Terima kasih mas " ucap Nay sambil melambaikan tangan melihat mobil itu berlalu dari halaman rumahnya, Nay melangkah masuk menuju kamar Tante Sonya menghampiri Nay yang terlihat pucat.

"Nay kamu kenapa sayang, dan jidat mu terlihat memar?" Memeriksa kondisi tubuh Nay dengan punggung telapak tangannya

"Ngak kok Tan, biasa Nay sering seperti ini jika sedang pms, dan jidat Nay kejedod karena kurang hati-hati jalannya sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang

"Kamu sudah minum obat ? Tante Sonya masih terlihat khawatir

"Sudah Tante"

"Istrahat lah," Tante Sonya membantu menyelimuti tubuh keponakan nya yang sudah dianggap seperti anak nya sendiri

Baru beberapa menit memejamkan mata, tiba-tiba ponsel Nay berbunyi dengan malas Naysila mengangkat panggilan itu.

"Hallo La...ada apa La ?" Naysila sudah tau siapa yang suka iseng menghubungi nya siang begini. siapa lagi kalau bukan sahabat kesayangan Lala

"Nay gimana sakit nya, apa kamu sudah sembuh? kalau sudah ntar sore temani aku belanja ya ..ya.." terdengar suara yang begitu bersemangat di seberang sana

"Okey" Naysila tidak bisa menolak ajakan sahabat baiknya itu, Lala telah banyak membantu nya selama ini. tanpa sadar Naysila tertidur begitu saja, dengan ponsel yang masih terhubung, membuat Lala berteriak-teriak memanggil dan akirnya memutuskan panggilan. begitu mengetahui dan mendengar suara dengkuran halus.

Sorenya disalah satu Mall termegah di kota itu, nampak dua orang gadis cantik tengah asyik bercanda sesekali berhenti memilih atau sekedar cuci mata melihat barang bagus.

"Nay, kamu pilih aja sesuka mu. ntar aku yang bayarin deh" ucap Lala

"Nggak usah deec La, makasih ya tawaran nya" Naysila merasa tidak enak hati, atas kebaikan temanya itu

Lala yang kesal karena Nay sahabatnya selalu menolak, dia mengambil beberapa pakaian trend masa kini sesuai ukuran sahabatnya itu. dan membayar nya.

Jalan-jalan sore ini sedikit banyak bisa mengurangi beban pikiran Nay, walaupun sebenarnya dia selalu memendam permasalahan nya. baik pada Tante Sonya, Jessica maupun Lala. Naysila selalu tampil ceria dihadapan Mereka.

Pandangan mata Naysila tertuju pada sebuah kertas yang ditempelkan pada dinding kaca cafe, bertuliskan menerima karyawan wanita dengan berbagai syarat yang tercantum. dengan mata berbinar-binar Nay tersenyum sendiri

"Besok aku akan datang kesini" gumam Naysila.

"Hey Nay kamu kenapa senyum sendiri ?" tanya Lala sambil mengikuti arah pandangan sahabatnya itu.

"Eeehh apa Nay ?" Naysila kurang jelas dengan pertanyaan Lala barusan

"Apa kamu pengen kerja di kafe itu ? Lala kembali bertanya

"Iya la, aku ingin mencoba mencari uang sendiri."

"Kenapa Tante dan Om mu kan orang kaya" ucap Lala bingung

"Aku tidak enak terus menyusahkan mereka, lagian aku cari kerja yang paruh waktu saja selepas kuliah, sementara untuk mengajar aku off dulu ya mengingat sudah banyak teman-teman kita yang lain jadi sukarelawan nya" ucap Nay

"Aku hanya bisa mendoakan semoga kamu bisa diterima bekerja di sana ya" sambil tersenyum tulus menatap Naysila.

Terpopuler

Comments

Ivon Komalasari

Ivon Komalasari

menarik ceritanya

2021-06-20

0

Meidy Mangalengkang

Meidy Mangalengkang

lanjut

2021-06-17

0

Putri Angela

Putri Angela

Lik

2021-06-02

0

lihat semua
Episodes
1 Aldebaran Mortdeganza
2 Flasback Naysila
3 Pekerjaan Baru
4 Menertawakan Naysila
5 Kesedihan Jessica
6 Mimpi Aldebaran
7 Mencari Nay
8 Rencana Aldebaran
9 Bertemu Naysila
10 Senyum Kemenangan
11 Mengikuti Naysilla
12 Pertemuan Pertama
13 Jalan Bertiga
14 Ciuman Pertama
15 Menikmati Sentuhan itu
16 Kafe
17 Kekesalan Nay
18 Rasa itu
19 Hari Pertama Magang
20 Hukuman Naysilla
21 Menikmati Hukuman
22 Makan Malam Keluarga
23 Kecerobohan Naysilla
24 Merasa Kesakitan
25 Tugas Baru
26 Hukuman Lagi
27 Kekalutan Pikiran Aldebaran
28 Merasa Terkianati Jorge
29 Keputusan Jesica
30 Pelukan Terakhir
31 Opa Kritis
32 Kehilangan Naysilla
33 Kehidupan yang Hampa
34 University Nacional Autonama de Mexico (UNAM)
35 Bertemu dengan Mami Aldebaran
36 Merindukan mu
37 Penyamaran Naysilla
38 Dosen Baru
39 Hukuman' untuk Naysilla dan Lala
40 Hukuman Naysilla
41 Makan Siang
42 Sandiwara Aldebaran
43 Membuat Naysilla Cemburu
44 Cincin Berlian
45 Membawa Naysilla
46 Tidur Bersama
47 Kepergok Mami
48 Pernikahan Aldebaran dan Naysilla
49 Malam yang Romantis
50 Emosi Frans
51 Diusir Dari Rumah Aldebaran
52 Kemarahan Sonya
53 Rasa yang Begitu Indah
54 Taman yang indah
55 Penyesalan Jessica
56 Kepintaran Aldebaran
57 Kemasukan yang Bikin Enak
58 Kehancuran Frans
59 Kehadiran Si kecil
60 Pertengkaran Aldebaran
61 Kekacauan Aldebaran
62 I Love you
63 Kota kecil
64 Permainan panas
65 Bertemu Mami
66 Permintaan Mami
67 Kesedihan Naysila
68 Bertemu Namira Savana
69 Namira Savana
70 Kemarahan Aldebaran
71 Tetap lah disamping ku
72 Kenangan Masa Kecil
73 Bukti - Bukti
74 Mengulum senyum
75 Naysila Hamil
76 Pertolongan Ricky
77 Berita Bahagia
78 Ganti Panggilan
79 Naysila melahirkan
80 Alberto Mortheganza
81 Si Otong
82 Pengeras Suara
83 Bertemu Tante Sonya
84 Bertemu Jo
85 Pilihan yang rumit
86 Keputusan Namira
87 Keputusan Jonathan
88 Will You Marry Me
89 Keputusan Namira
90 Penurunan Namira
91 Perasaan Indah
92 Pernikahan Namira
93 Promo Karya Baru
94 Promosi karya baru Sektretaris kesayangan, Presdir mesum
95 promo karya Baru judul Gairah Terlarang Lolly
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Aldebaran Mortdeganza
2
Flasback Naysila
3
Pekerjaan Baru
4
Menertawakan Naysila
5
Kesedihan Jessica
6
Mimpi Aldebaran
7
Mencari Nay
8
Rencana Aldebaran
9
Bertemu Naysila
10
Senyum Kemenangan
11
Mengikuti Naysilla
12
Pertemuan Pertama
13
Jalan Bertiga
14
Ciuman Pertama
15
Menikmati Sentuhan itu
16
Kafe
17
Kekesalan Nay
18
Rasa itu
19
Hari Pertama Magang
20
Hukuman Naysilla
21
Menikmati Hukuman
22
Makan Malam Keluarga
23
Kecerobohan Naysilla
24
Merasa Kesakitan
25
Tugas Baru
26
Hukuman Lagi
27
Kekalutan Pikiran Aldebaran
28
Merasa Terkianati Jorge
29
Keputusan Jesica
30
Pelukan Terakhir
31
Opa Kritis
32
Kehilangan Naysilla
33
Kehidupan yang Hampa
34
University Nacional Autonama de Mexico (UNAM)
35
Bertemu dengan Mami Aldebaran
36
Merindukan mu
37
Penyamaran Naysilla
38
Dosen Baru
39
Hukuman' untuk Naysilla dan Lala
40
Hukuman Naysilla
41
Makan Siang
42
Sandiwara Aldebaran
43
Membuat Naysilla Cemburu
44
Cincin Berlian
45
Membawa Naysilla
46
Tidur Bersama
47
Kepergok Mami
48
Pernikahan Aldebaran dan Naysilla
49
Malam yang Romantis
50
Emosi Frans
51
Diusir Dari Rumah Aldebaran
52
Kemarahan Sonya
53
Rasa yang Begitu Indah
54
Taman yang indah
55
Penyesalan Jessica
56
Kepintaran Aldebaran
57
Kemasukan yang Bikin Enak
58
Kehancuran Frans
59
Kehadiran Si kecil
60
Pertengkaran Aldebaran
61
Kekacauan Aldebaran
62
I Love you
63
Kota kecil
64
Permainan panas
65
Bertemu Mami
66
Permintaan Mami
67
Kesedihan Naysila
68
Bertemu Namira Savana
69
Namira Savana
70
Kemarahan Aldebaran
71
Tetap lah disamping ku
72
Kenangan Masa Kecil
73
Bukti - Bukti
74
Mengulum senyum
75
Naysila Hamil
76
Pertolongan Ricky
77
Berita Bahagia
78
Ganti Panggilan
79
Naysila melahirkan
80
Alberto Mortheganza
81
Si Otong
82
Pengeras Suara
83
Bertemu Tante Sonya
84
Bertemu Jo
85
Pilihan yang rumit
86
Keputusan Namira
87
Keputusan Jonathan
88
Will You Marry Me
89
Keputusan Namira
90
Penurunan Namira
91
Perasaan Indah
92
Pernikahan Namira
93
Promo Karya Baru
94
Promosi karya baru Sektretaris kesayangan, Presdir mesum
95
promo karya Baru judul Gairah Terlarang Lolly

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!