Pagi itu Hong Bai dan kakaknya sedang menikmati sarapan pagi di lantai dua paviliun senjata sakti. sudah 2 hari mereka tinggal di paviliun itu. tiba tiba mereka mendengar suara ribut dari lantai dasar paviliun.
"kakak sepertinya ada keributan dibawah"
" ia, adik Hong. apakah kita harus turun untuk melihatnya?"
" tidak perlu tuan Hong, biarkan pegawai lain mengurus keributan itu" sahut kakek yang.
" tapi kakek, sepertinya keributan ini agak besar"
" sudahlah tuan, biar aku saja yang turun"
kakek yang pun turun untuk melihat keributan dibawah. ternyata ada sekelompok orang dengan baju berwarna biru dengan sulaman cahaya di dada sementara ribut dengan penjaga keamanan paviliun.
" dimana situa yang? mengapa dia tidak menyambut aku" pemimpin rombongan itu berteriak dengan sombongnya.
" maaf tuan, tuan yang sedang sarapan dengan tuan muda, anda bersabar sebentar" kata penjaga
" ha..ha ..ha...ha.. bersabar katamu. cepat panggil babu itu. katakan padanya untuk menyambut aku. aku naga cahaya adalah pemilik tempat ini"
" maaf tuan apapun keperluan anda, mohon bersabar"
deeeessss. seberkas cahaya menghantam penjaga itu, ia terlempar kearah kakek yang.
kakek yang pun menangkap tubuh penjaga itu dengan enteng, namun kakek yang sangat terkejut. ternyata penjaga itu sudah pingsan.
kakek yang memberi isyarat pada pegawainya untuk membawa penjaga yang pingsan kedalam.
" ahirnya babu tua ini nongol juga" sahut laki laki yang mengaku bernama naga cahaya.
" maaf tuan, ada kepentingan apa tuan ke tempat saya ini dan mengapa tuan membuat keributan"
" aku datang untuk mengambil semua keuntungan Paviliun senjata sakti" kata
naga cahaya sambil berjalan santai menuju kursi dan duduk sambil menaikan kakinya diatas meja, layaknya seorang bos.
" mengapa aku harus menyerahkan semua keuntungan paviliun ini pada anda, siapa anda? apakah anda pemilik paviliun ini?
" kakek tua, paviliun ini dibangun oleh dewa cahaya, dan aku adalah wakil perguruan cahaya langit. maka aku punya hak atas paviliun ini"
" maafkan saya tuan, saya tidak bisa mengikuti permintaan tuan. memang benar dewa cahaya yang membangun tempat ini tapi perguruan cahaya langit tidak dapat mewarisi tempat ini karena dewa cahaya memiliki pewaris sendiri"
" hahahaha kakek tua ini minta dihajar"
naga cahaya memberi isyarat pada muritnya.
seorang muritnya langsung meloncat keatas dengan menggunakan jurus Sambaran cahaya langit. menghantam dada kakek yang. namun kakek yang dengan tenang mengulurkan tangannya menyambut pukulan itu.
deeeessss. bunyi benturan tenaga pun terdengar. murid naga cahaya terlembar kembali dengan mulut berlumuran darah.
sebuah cahaya ungu menyambar kearah kakek yang didahului hawa dingin, kakek yang pun kembali menangkis dan terhuyung huyung kebelakang. ternyata kakek diserang oleh naga cahaya dengan hawa pukulan cahaya penggetar jagat.
" kakek tua, sepertinya aku sala menilai kepandaianmu"
" tuan, apa artinya kepandaian ku jika dibandingkan dengan anda"
" kalau begitu segera berikan yang aku mau"
"maaf tuan, walau aku kala pun aku tetap tidak bisa menurutimu"
" baiklah kakek tua, aku akan mengirimmu keneraka untuk bertemu dewa cahaya"
naga cahaya mulai menyerang kakek yang dengan jurus cahaya penggetar jagat. kakek yang terdesak hebat, ia kala tenaga karena setiap menangkis pukulan naga cahaya dia selalu terdorong mundur. naga cahaya semakin mendesak kakek yang dengan memanfaatkan tenaga dalamnya, namun belum ada satu pukulan pun yang mengenai kakek yang. kakek yang masih dapat menghindar dengan baik menggunakan jurus langkah dewa.
namun kondisi ini tidak akan berlangsung lama, karena usia kakek yang sudah lanjut sehingga setelah 20 terlewati napas kakek yang sudah ngos-ngosan.
" hahaha kakek tua, sebentar lagi napasmu akan putus"
naga cahaya mengejek kakek yang sambil mempergencar serangannya. ahirnya sebuah pukulan naga cahaya menyerempet bahu kanan kakek yang dan akibatnya kakek yang terlempar menghantam meja kasir. naga cahaya melontarkan pukulan kearah kepalah kakek yang dengan menggunakan 6 bagian tenaga dalamnya. ia ingin menewaskan kakek yang dengan sekali pukul. kakek yang hanya menutup mata dan pasra sudah terluka. namun ketika pukulan itu hampir mengenai kepala kakek yang, sebuah bayangan muncul dan menangkis pukulan itu. akibatnya naga cahaya terlempar kebelakang dan jatuh terguling. untungnya ia masi sempat mengerahkan 8 bagian tenaga dalamnya untuk melindungi tubunya, sehingga walaupun terjatuh naga cahaya tidak mengalami luka serius.
kakek pun membuka matanya dengan heran karena pukulan yang akan menghabisi nyawanya tak kunjung sampai. setelah matanya terbuka ia melihat Hong Bai.
" apakah luka kakek parah" kata Hong Bai sambil membangunkan kakek yang.
" tidak tuan muda, terimakasih suda menolong"
" istirahatlah, biar aku yang mengurus orang ini"
" baik tuan muda"
naga cahaya terkejut melihat orang yang menangkis pukulannya Masi sangat mudah.
" siapa kamu, mengapa kamu mencampuri urusanku dengan babu tua ini"
" hahahahahahahhha " tiba tiba Tiau shi tertawa dengan keras.
" dia bos baru paviliun senjata sakti, pewaris dewa cahaya" kata Tiau shi sambil cengengesan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments
M🙈N
sekedar saran kak, seharus nya mana tokoh nya seperti nama kakek yang nya huruf y nya di tulis dengan huruf besar jadi pas bacanya biar enak 👉👈
2023-10-06
2
Ge-man
maaf Thor kata kata nya coba di cek lagi banyak yg kurang hurup dan ada yg kelebihan hurup nya
2023-02-07
0
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap Thorr...!! 👍👍
2022-11-15
0