''Bagaimana? kau menemukan cara agar kania bisa berada di dekatku. " Tanya Gio saat mereka sudah duduk di sofa kantornya.
''Sudah bos,, tapi melalui Gadis incaran saya Boss! " Jawab Dino
''Gadis incaranmu? apa maksudnya? ada gadis yang kau suka? lalu apa hubungannya dengan Kania ku?". Tanya Gio bertubi-tubi
''Gadis incaran saya Sahabat dekat Nona Kania boss. !" Jawab Dino santai dan tenang.
Gio mengernyitkan dahinya, disertai sebelah alisnya terangkat tinggi sedetik kemudian dia tersenyum miring.
'' Aku mengerti kau menggunakan Kekasihmu untuk membuatnya berada di dekatku begitu? " tebak Gio
''Iya Boss,, Boss bilang sudah belajar banyak dari cara saya mendapatkan gadis yang saya suka.. bahkan Bos sudah belajar 1 tahun untuk mengendalikan ekspresi wajah Bos.. " Jawab dino dia memicing matanya menatap si bos.
Gio menghela nafas pasrah..
'' iya aku tau,, aku akan menggunakan cara mu untuk mendapatkan hatinya,, hanya saja aku takut kalau aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku jika berada di dekatnya.. '' desah Gio dengan nada Lirih.
''Boss harus bisa,, !' seru Dino menyemangati bosnya. dia tau kalau bosnya itu benar-benar merasa berhutang budi, merasa bersalah, rasa takut, Semua bercampur menjadi Keinginan, dan keinginannya itu semakin membuat Bosnya itu Terobsesi akan gadis penyelamatnya itu.
Gio tidak menjawab dia hanya menyandarkan punggungnya di sofa itu seraya menutup mata, ia berusaha mencari bayang-bayang ingatan gadis itu.
''cari tau Asal usul nya Din,, keluarganya semua masa lalunya.. aku ingin tau! " perintah Gio tanpa mengubah posisinya saat ini.
''baik boss. " Jawab Dino, sambil berlalu meninggalkan Atasannya itu untuk sendiri, membiarkan Gio menangkan diri.
****
''Kau benar-benar orang yang sedang jatuh cinta yozaa !'' Seru Ranita saat mereka telah berkumpul di rumah Kania.
kania membeli rumah itu dengan uang tabungan ayah dan ibunya. awalnya Kania hanya mau mengontrak saja tapi karna bujukan sang ayah, Kania membeli Rumah sederhana dengan 2 kamar. ya walaupun sederhana tapi tidaklah buruk.
mereka tinggal bersama di rumah Kania, karna kania sendiri yang memaksa 2 temannya itu untuk tinggal bersamanya.
yoza tersentak dari lamunannya, dia beralih menatap Ranita.. yoza hanya mengangguk-angguk pelan, dan tersenyum.
''oh Astagahh... aku juga tidak tau kenapa aku menyukainya..! dia benar-benar Tipe kuu..
kau tau itu.. " Jawab Yoza semangat.
tak lama kemudian Kania datang menghampiri mereka dengan membawa 2 piring berisi martabak. mereka membelinya tadi saat pulang dari kampus.
''Kania bagaimana keadaan papamu? " tanya Yoza tiba-tiba.
Kania menghela nafas dia hanya menggeleng lemah,,
''papa bilang dia baik-baik saja asalkan aku baik-baik saja. " Jawab Kania Lirih ia menatap nanar langit-langit rumahnya.
Yoza dan Ranita saling pandang,, Ranita mendekati Kania dan memeluk Gadis itu, sontak saja tangis Kania pecah dipelukan temannya itu dia menangiss tersedu-sedu mengingat masa lalunya yang sangat menyakitkan. belum lagi ia mengingat akan penderitaan kedua orang tuanya karna laki-laki berkuasa yang menghancurkan keluarganya. Yoza menggigit bibir nya dengan mata berkaca-kaca ia menepuk pundak sahabatnya itu. Ranita pun menangis tak bersuara mengusap lembut punggung sahabatnya itu seolah memberi kekuatan untuk sahabatnya itu.
mereka tau masa lalu Kania yang kelam itu membuat dia begitu membenci Pria Berkuasa, karna Pria Berkuasa itu yang ada di masa lalunya menghancurkan Keluarga Kania yang awalnya mereka Bahagia dengan hidup sederhana tiba-tiba saja pria itu datang menghancurkan keluarga kecil mereka karna kekuasaan Pria itu..
Hal itulah membuat Kania begitu dingin pada Pria berkuasa, seolah trauma akan kejadian itu. Kania ingin balas dendam tapi apa dayanya karna dia tidak memiliki Kekuasaan yang bisa menjatuhkan pria berkuasa itu.
''sabar ya sayang,, !!' seru Ranita lembut yang masih mengusap-ngusap punggung kania.
kania melepaskan pelukan nya dengan Ranita, dia memandang Yoza dan Ranita bergantian lalu ia tersenyum ditengah-tengah mengusap air matanya.
''Rasanya begitu lebih tenang setelah menangis ". Jawab Kania sambil menepuk-nepuk pipi kiri kanannya dengan kedua tangannya.
tak lama kemudian dia tertawa di susul 2 sahabatnya itu.
mereka akhirnya makan martabak itu yang sudah mulai mendingin,, sesekali mereka tersenyum dalam diam.
Ranita sengaja memakan Martabak itu penuh di dalam mulutnya, membuat pipinya mengembung sempurna.
Kania dan Yoza tertawa lepas melihat pipi gembung Ranita, Ranita berkedip-kedip mata nya dengan Polos, dia mengunyah makanan itu seolah tidak perduli akan 2 temannya itu yang masih tertawa melihatnya. dia sengaja melakukan itu untuk menghibur Kania sepertinya memang berhasil karna kania memang begitu terhibur akan tingkahnya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Cinta Wati
sahabat sejati ...bikin senyum sendiri baca nya
2021-07-10
2
💟💟rianti lope 💟💟💟
bener bener sahabat sejati
2021-06-27
1
yosh
sisakan shabat yg sperti itu satu untukku...
2021-01-25
4