😊😊,...
Visual
Visual Sari ya! Tuan Putri Mahadiningrat.
Gio melepaskan pelukan dengan adiknya itu, dia membelai lembut rambut adiknya itu.
"Kapan kau kembali? Kenapa cepat sekali sampainya? kau membohongi kakak? atau kau mengerjai kakak begitu? bahkan kakak begitu semangat menjemputmu! ". tanya Gio bertubi-tubi pada adiknya itu.
bukannya menjawab Sari malah tertawa mendengar pertanyaan kakaknya itu yang begitu cerewet dan sangat bawel padanya.
"si bos benar-benar tidak berubah pada sari tetap aja cerewet bahkan semakin bawel saja, melebihi mamanya sendiri bila menyangkut adiknya itu. kalau boleh aku berkata bos dia itu adikmu bukan anakmu..
sikap si bos terlalu berlebihan... dia fikir adiknya masih bayi apa?.. bahkan bayi saja merangkak harus dibebaskan kalau dikekang pastinya bayi itu bakal nangis" batin Dino
Dino hanya geleng-geleng saja melihat pemandangan yang ada di depannya itu.
"Aku hanya ingin kasih kejutan sama kakakku yang bawel ini , "
jawab sari mencubit gemas pipi kakaknya itu yang sangat berlebihan padanya. kalau ayahnya Sari, Tuan Besar Mahadiningrat itu bersikap Protektif padanya,,
lain halnya jika kakaknya inii begitu Overprotektif padanya tapi itulah yang membuat mereka begitu saling menyayangi satu sama lain. bahkan saat Sari meminta menyambung perguruan tinggi di Paris pun langsung jadi keributan besar pada keluarga Mahadiningrat. baik kedua orang tua Sari dan Kakaknya itu tidak bisa mengabulkan kemauannya, Sari tetap saja bersikeras ingin kuliah di Paris. butuh waktu hingga 1 bulan lebih mereka menemukan solusi agar Tuan Putri Mahadiningrat itu bisa kuliah di tempat yang diinginkannya, dengan cara Kedua Orang tua mereka juga ikut ke Paris mengikuti anak Gadis nya kuliah ..
Tuan Andhan Mahadiningrat itu memperluas bisnisnya di Paris, sementara Istrinya Raisa mengikuti suaminya dan putrinya, awalnya Raisa tidak ingin ikut menyusul suaminya itu karna dia takut akan terjadi sesuatu pada anak sulungnya yang bekerja menghandel Perusahaan besar Mahadiningrat itu sendiri, tapi karna bujukan Gio untuk menyuruh mamanya itu ikut dengan alasan Sari sulit makan-makanan luar negri. akhirnya mamanya itu luluh juga...
"mama sama papa gimana? kapan berangkat nya? " tanya Gio saat mereka sudah duduk di Sofa Ruang tamu keluarganya.
"mama sama papa malam ini berangkat nya". Jawab Sari sambil memakan snack yang ada di meja ruang tamu itu, dia beralih menatap Dino.
"kak Dino kok dari tadi diam aja sih, nggak kangen sama Sari yang Cantik ini. "
Sari memandang dino sambil mengerjabkan matanya berkali-kali, dan Dino hanya tertawa kecil dan mengacak gemas rambut Sari, Sari hanya tersenyum membiarkan dino mengacak rambutnya.
Gio merapikan rambut Sari yang berantakan karna ulah Dino, Sari mengabaikan mereka berdua ia hanya asyik memakan snack nya itu bahkan dia menyuruh Gio mengambil kue baru di meja ruang tamu itu. snack yang tadi dimakannya diberikan pada Dino dan sari mengambil kue yang diberikan Gio..
" ini kue baru ya kak? kayaknya aku baru lihat! "
Sari melihat bentuk kue yang ada di tangannya itu, dengan begitu seksama .
"itu nastar Sa , cuma di coba dalam bentuk lain oleh Bi' Ijah. . resepnya masih sama, bentuk nya aja yang beda.."
Sari hanya mengangguk mengerti dia langsung saja melahap kue yang di pegangnya tadi, dia mengambil lagi dan menyuapi Gio, kakaknya itu hanya tersenyum tanpa ragu dia langsung melahap kue dari tangan adiknya itu..
"hei aku masih disinii kenapa mereka seperti sepasang kekasih yang baru saja bertemu kenapa aku jadi penonton disini.. kenapa aku harus melihat adegan manis kakak adik ini, benar-benar sangat menyebalkan kalau tau begini lebih baik aku pulang saja.." Dino membatin
Dino hanya bisa mengumpat dalam hati, tidak berani mengganggu adegan manis kakak adik itu.
" Heiii tuan, tuan mengumpat ya " tanya Sari tiba-tiba pada Dino. mata Dino berotasi dan memandang ke arah lain.
"kakak tidak mengumpat tuan Putri, kakak hanya kesal saja, kenapa juga kakak harus kesini jika pada akhirnya kakak hanya jadi penonton ke romantisan kalian! " . Jawab Dino, sambil melirik Sari lalu matanya beralih melihat hal yang lain tak lama kemudian dia melirik lagi sari..
dan itu membuat sari terkekeh, dia tau kakaknya yang satu ini memang mengumpat pada mereka tadi, dari cara Dino tidak berani menatap Sari, itu menandakan kalau kakaknya ini berbohong.
itulah Dino, dia sendiri juga tidak habis fikir kenapa jika dia berhadapan dengan Sari,, Dino benar-benar tidak bisa menipu Sari, mungkin dari cara mata Sari memandang dengan penuh selidik dan juga matanya yang lembut siapapun yang melihat matanya Sari orang itu pasti akan sangat luluh.
mata Sari seolah-olah menjelaskan dia sangat ingin di kasihi dan butuh Kasih sayang itu yang membuat dia begitu di manja oleh orang-orang terdekatnya.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Samsuna
mana visualnya kok gak ada 😢
2023-01-26
2
Betti Murniatiningsih
next
2022-04-23
2
Minguin
woi ada minari dong;< tapi sifat nya beda sama yang asli xixixi
2020-12-02
3