Bagaimana caranya agar di maafkan

Hari itu Vina tidak pergi ke kampus. Indra mencari Vina di kampus namun tak menemukan Vina.Ia hanya bertemu dengan Santi dan Febi yang sedang asyik mengobrol.Indra pun menghampiri mereka.

Santi yang melihat kedatangan Indra merasa sedikit kesal, dan langsung menggandeng tangan Febi hendak pergi meninggalkan Indra yang menghampirinya namun Indra berhasil menghentikan nya.

"Vina kemana..?" Tanya Indra sambil menghalangi langkah Santi.

"Apa urusan nya sama lo.." Ucap Santi kesal dan mencoba melangkah kembali namun Indra tetap menghalangi nya sehingga membuat Santi kesal.

"Apa apaan sih. Minggir gak..!!! Bentak Santi sambil membulatkan kedua matanya merasa tak suka mengobrol dengan Indra..

"Gue cuma pengen tahu keberadaan Vina." Ucap Indra dengan memohon.

"Gak tahu.." Ucap Santi ketus..

"Kenapa gak lo telepon aja Vina nya.." Ucap Febi sambil tersenyum tipis.

"Gak aktif.." Ucap Indra singkat.

"Lo udah kerumah nya.." Tanya Febi lagi dan seketika di sikut oleh Santi sehingga Febi merasa kesakitan.Saat Febi menatap Santi ia malah ketakutan melihat mata Santi yang melotot seakan hendak keluar biji matanya.

"Udah.." Ucap Indra pelan dan seakan kecewa dengan apa yang ia harapkan.

"Terus ada Vina nya.." Tanya Febi lagi.Indra hanya menggeleng lemah dan menundukkan kepalanya.. Sementara Santi dan Febi mengernyitkan dahinya dan saling berpandangan.. Bukan nya Vina ada di rumah.. Kok bisa gak ada.." Batin Santi bertanya tanya.

"Elo yakin Vina nya gak ada di rumah..? Tanya Febi lagi

"Iya Kata mama Anggi Vina gak ada di rumah. Kalau kalian tahu tentang Vina pliss kasih tahu gue. Gue beneran ngerasa bersalah." Mohon Indra penuh ketulusan sehingga membuat Santi dan Febi sedikit goyah namun mereka langsung berlalu meninggalkan Indra.

Saat memastikan sudah berada jauh dengan Indra. Santi langsung meraih ponsel nya dan menelpon ke rumah Vina..

"Hallo Vina nya ada..?" Tanya Santi saat sambungan telepon nya tersambung.

"Maaf ini dari siapa..?" Tanya salah satu asisten rumah tangga Vina.

"Santi Bi.."

"Oh ya tunggu sebentar ya Non.." Ucap Bibi itu.

"Hallo ada apa..?" Ucap Vina dengan malas nya setelah beberapa menit Santi menunggu nya.

"Tadi si Indra nyariin lo.."

"Biarin aja.." Jawab Vina nyantai sambik menggulung gulungkan kabel telepon di jarinya.

"Lo yakin mau ngediemin dia kayak gini.. Padahal lo kan udah tahu yang sebenernya " Ucap Santi dan membuat Vina mengingat apa yang di katakan Dimas kemarin saat hendak pulang dari kampus.

flashback

Vina tunggu.." Panggil Dimas setengah berlari ke arah nya.

"Ada apa .." jawab Vina ketus..

"Sebenernya lo udah salah paham sama Indra.." Ucap Dimas sambil mencoba mengatur nafasnya yang terengah engah.

"Salah paham apanya,, udah jelas jelas dia cuma bisa nya mempermainkan perasaan orang aja.." Ucap Vina kesal.

"Sebenernya waktu itu yang Indra mau kasih ke elo itu bingkisan yang berwarna pink.. Tapi lo malah ngambil bingkisan yang berwarna biru. Saat tahu bingkisan nya ketuker sama bingkisan pemberian dari Dewi. Indra pun mencoba menukar nya dengan membawa bingkisan yang sebenernya udah dia siapin buat lo. Tapi saat melihat kebahagiaan di wajah lo. Indra jadi mengurungkan niat nya dan takut lo bakalan kecewa saat tahu itu jam tangan bukan buat lo.." Dimas menjelaskan panjang lebar. Vina sesaat mengingat nya. Memang itu kesalahan darinya juga. Namun ia masih tidak mau memaafkan Indra begitu saja. Karena ia takut ia akan di sakiti dan di bohongi lagi. Sehingga ia memutuskan menghindari Indra untuk beberapa saat untuk menenangkan pikiran nya.

flashback off

"Vin.. Lo masih disana kan.."? Tanya Santi saat Vina tak menjawab pertanyaan nya agak lama.

"Iya udah,, pokoknya gua gak mau ketemu dia dulu.. Udah ya gua mau nenangin pikiran gue dulu.." Ucap Vina sambil menutup telepon nya memutuskan panggilan dari Santi..

Santi hanya mendengus kesal karena Vina menutup telepeon nya dengan cepat.

"Gimana..? " Tanya Febi saat Santi menaruh ponsel nya di saku celana belakng nya.

"Masih ngambek.." Jawab Santi sambil menatap ke depan dengan tatapan kosong.

"Kasihan ya Indra .." Febi merasa sedih.

"Ngapain muka lo jadi sedih gitu.. Lagian suruh siapa udah berbohong.. Siapa yang salah coba..?" Tanya Santi sewot.

"Yang salah tuh si Ferdi.." Ucap Febi hingga membuat Santi terkejut dan menatap aneh kepada sahabatnya itu.

"kenapa jadi si Ferdi..?" Tanya Santi heran.

"Karena dia gak bisa seromantis dan se gigih Indra dalam mendapatkan gue.." Febi terlihat sedih. Santi pun memegang dahi Febi secara bergantian tangan nya ke dahinya..

"Pantesan Kumat lagi.." Ucap Santi menggelengkan kepalanya dan pergi meninggalkan Febi yang masih memandang sekitar dengan tatapan sedih. Namun langsung berlari mengikuti Santi.

Vina terlihat asyik memainkan sebuah game di layar komputer nya.. Ia tersenyum kegirangan saat tahu dirinya menang melawan lawan yang ada di layar komputer nya. Kemudian ia langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur nya dan tersenyum bahagia menatap langit langit sambil membayangkan expresi wajah Indra yang mungkin sekarang sedang melamun memikirkan dirinya.

Dan ternyata benar saja ..indra memang sedang melamun di kelas nya sehingga ia tidak Fokus dengan apa yang di sampaikan dosen nya.. Ia pun terus melamun sampai kelas nya telah usai. Sementara Dimas merasa sedih melihat teman nya yang sedang bersedih.Ferdi yang tadinya menghindari Indra pun sedikit merasakan kesedihan di hati Indra. Ingin sekali ia menghibur Indra. Namun ia urungkan dan pergi meninggalkan Indra dan Dimas yang masih di dalam kelas..

"Pulang Yuk.." Ajak Dimas pada Indra karena sekarang tinggal mereka berdua saja di kelas.

"Lo duluan aja. Soalnya nanti gue mau langsung ke kantor."

"Kalau gitu gue boleh ikut ke kantor lo.." Tanya Dimas hati hati..

"Mau ngapain.."

"Gue khawatir lo gak bisa nyetir dengan benar. Makanya gue mau nyetirin lo ke kantor.." Ucap Dimas

"Thanks ya bro. Elo emang temen gue yang the best dech. " Ucap Indra dan ia pun menatap sekeliling seperti sedang mencari seseorang.

"Nyari apaan..?"

"Ferdi kemana..?"

"Udah pulang kayaknya.."

"kenapa dia seperti ngehindarin gue ya.." Tebak Indra

"Ahh perasaan elo aja kali..Yaudah yuk berangkat sekarang." Dimas menepuk pundak Indra seperti meyakinkan dugaan nya untuk tak berfikiran negatif terhadap Ferdi.

Mereka pun pergi menuju perusahaan milik papa nya Indra. Indra berharap saat di kantor ia bisa bertemu dengan Vina. Namun ia merasa kecewa saat melihat kursi Vina yang maih kosong. Ia pun hendak masuk ke dalam ruangan nya. Namun di hentikkan oleh suara Pal Bagus..

"Indra.." Panggil Pak Bagus.

" Ya Pa.." Sahut Indra. Pak Bagus pun menghampiri dan tersenyum ke arah Dimas.

"Om.." Sapa Dimas dan dianggukan oleh pak Bagus.

"Hari ini Vina gak bisa membantu pekerjaan kamu karena sedang merasa tak enak badan Jadi untuk sementara kamu mengerjakan nya sendiri aja ya.." Tegas Pak Bagus sambil menepuk bahu Indra..

"Iya pa Gpp.."

"Ya sudah papa ke ruangan papa dulu kalau gitu, Mari Dimas.." Pak Bagus pergi meniggalkan Indra yng terlihat sedikit kecewa. Dan dalam benak nya ia terus memikirkan Vina dan cara meminta maaf ke Vina agar Vina mau memaafkan kesalahan nya.

Terpopuler

Comments

ARSY ALFAZZA

ARSY ALFAZZA

🌼🌼🌼🌼

2020-11-03

1

🌙Huma✨️

🌙Huma✨️

Like 💚💚💚

Saling mendukung
Semangat berkarya

2020-10-21

1

Erlina Khopiani

Erlina Khopiani

next

2020-10-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!