Satu sama

Vina pun keluar dari ruangan Indra dan langsung duduk di kursinya. Lalu ia mulai mengetik di laptop yang berada di depan nya. Namun suara ponsel nya menghentikkan aktifitas nya.

"Vin, lo dimana nonton yuk." Ucap seorang wanita sesaat setelah Vina menjawab telepon nya.

"Gue gak bisa San. Gue hari ini lagi magang, bantuin perusahaan temen bokap gue."

"Loh kok bisa..?? Kenapa gak di perusahaan bokap lo aj Vin. Kenapa mesti di perusahaan temen bokap lo."

"Soalnya, temen bokap gue yang minta tolong sama bokap gue, karena anaknya baru bergabung di perusahaan nya. Jadi dia mau gue nolongin anaknya biar cepet paham." Ucap Vina sambil menggerak gerakkan kepala nya ke kanan dan ke kiri.

"Ohh gitu.. Terus anaknya temen bokap lo gimana cewek apa cowok.." Ucap Santi gak sabaran

"Cowok.." Ucap Vina singkat

"E..e.. Terus ganteng gak..?? keren gak..?? assiikkk gak..?? Seru Santi menggoda

"Be aja ". Ucap Vina cuek

"Masa sih.."

 

Lagi asyik asyik ngobrol, telepon yang ada di samping meja Vina berdering.

 

"Eh udah dulu ya gue lagi kerja nih, dan ini bukan tempat bokap gue, jadi gue gak enak. Nanti kita lanjut lagi okey bye." Ucap Vina memutuskan panggilan Sahabatnya lalu mengangkat telepon yang ada disamping mejanya.

"Cepat ke ruangan gue." Ucap seorang dari seberang telepon, dan setelah itu tuut.. tuut.. Telepon pun mati. Vina yang sudah tahu siapa yang barusan menelpon pun memonyongkon bibir nya ke arah gagang telepon sambil terlihat kesal.

Tok tok tok

"Masuk." Ucap Indra sambil terus melihat lihat berkas yang ada di meja nya. Vina pun masuk ke dalam dengan senyuman yang di paksa.

"Gak usah dipaksa kalau gak mau." Ucap Indra ketus.

"Apa nya yang di paksa " Ucap Vina masih tersenyum lebar

"Jelek banget." Ucap Indra saat melihat expressi wajah Vina sambil tersenyum sinis

"Terima kasih ." Balas Vina sambil tersenyum. kemudian memonyongkan bibir nya kembali karena sedikit kesal.

"Ini tolong kamu kerjakan, terus habis itu kamu copy, setelah selesai kamu kasih ke saya lagi." Ucap Indra sambil melemparkan sebuah map tidak jauh dari meja nya. Vina tidak menjawab dia langsung mengambil map tersebut dan langsung berbalik hendak keluar namun sebelum ia keluar ia malah terpeleset akibat genangan air di lantai dan membuat Indra tertawa terbahak bahak..

"Hahaha..Hahhaaaha.." Suara tawa Indra sambil menunjukkan ke arah Vina yang terlihat emosi

"Lo sengaja ya.." Ucap Vina sambil berdiri dan sekarang berada tepat di depan Indra.

"Kalau iya memang nya kenapa..?? Lagian lu juga yang mulai duluan, bikinin gue kopi asin. Jadi satu sama, adil kan." Ucap Indra tersenyum puas.

"Lo.." Ucap Vina sambil mengangkat tangan nya hendak memukul namun terhenti saat pintu terbuka dan terlihat papa dari mereka berdua yang nampak bingung, melihat Vina dan Indra yang seperti sudah kenal akrab.

"Rok kamu kenapa basah Vin.." Tanya pak Tono saat melihat rok Vina yang sedikit basah

"Tadi terpeleset Om." Jawab Indra mendahului. Sementara Vina terus menatap tajam ke arah Indra sambil mengatur emosinya.

"Kok bisa jatuh." Kata pak Bagus keheranan.

"Soalnya tadi dia bawa kopi terus tumpah pa. Tanpa sengaja dia menginjak bekas tumpahan kopi yang tadi dia bawa." Ucap Indra

"Haduuh harusnya kamu hati hati dong sayang." Ucap Pak Tono menghampiri Vina.

"Tapi kamu gak apa apa kan Vin." Tanya pak Bagus khawatir.

"Gak papa kok Om."Jawab Widia sambil tersenyum, namun seketika senyum nya itu hilang dan berubah kesal saat tatapan nya tertuju ke arah Indra.

"Yaudah, mumpung kalian lagi bareng. Papa mau ngomongin sesuatu sama kalian berdua." Ucap Pak Bagus sambil duduk di sofa diikuti oleh pak Tono

Vina dan Indra pun ikut duduk di sofa dan duduk beriringan.

"Minggu depan Papa dan Om Tono ada proyek besar di singapura. Papa harap, kalian bisa menggantikkan kehadiran papa dan Om Tono di perjalanan bisnis di singapura nanti." Ucap pak Bagus

"Tapi pa Vina gak bisa, Vina kan pagi nya kuliah, siang baru kerja di perusahaan nya Om Bagus." ucap Vina sambil menggoyang goyang kan Kaki papa nya.

"Iya pa ..Indra juga gak bisa. Indra baru aja masuk ke perusahaan Papa.Indra masih belum mengerti ." Ucap Indra

"Kalian tetap harus pergi karena perjalanan bisnis kali ini, gak bisa di cancel."Ucap pak Bagus.

"Kalau gitu Indra aja ya Pa yang pergi Aku gak.."Pinta Vina kepada papa nya.

"Gak bisa Vin. Indra itu baru memasuki perusahaan papa nya, belum mengerti tentang perusahaan nya.. Sementara kamu kan udah sering bantuin papa dari kamu baru mulai kuliah jadi kamu udah paham dan kamu juga udah sering pergi gantiin papa.. Terlebih lagi kamu sekarang sekertaris dari Indra, jadi kamu harus ikut dan membantu perkerjaan nya." Ucap pak Tono panjang lebar.

Vina hanya mendengus kecil mendengar perkataan dari papa nya, dan akhir nya ia pun setuju untuk mengikuti Indra pergi ke singapura, walaupun sebenarnya ia berat mengikuti Indra.." Disini aja berani ngerjain gue. Apalagi diluar, dan harus bareng terus sama dia. Ggggghhh.."Ucap Vina dalam hati sambil bergidik dan menatap Indra.

"Kenapa harus dia sih sekertarisnya. Ngeselin banget harus sama dia terus.." Gumam Indra dalam hati sambil ikut menatap Vina dengan kesal.

"yaudah kalau gitu, saya pamit dulu ya pak Bagus" Ucap Pak Tono sambil berdiri dan mengulurkan tangan nya pada pak Bagus.

"Terima kasih atas bantuan dari bapak Tono, saya sangat terbantu banget dengan kehadiran Vina yang membantu anak saya Indra.." Ucap pak Bagus seraya menjabat tangan Pak Tono dan tersenyum ." Kalau gitu mari saya antar." ucap pak Bagus lagi sambil mempersilahkan pak Tono keluar dan Vina pun mengikuti dari belakang.

Setelah pak Bagus dan Papa nya pergi dan menghilang dari pandangan Vina, Vina pun kembali duduk di kursi nya sambil menghela nafas yang panjang dan berat..

"Kali ini apa lagi yang akan cowok bege itu lakuin ke gue. Berfikir Vina lo harus berfikir.." Ucap Vina pada diri sendiri sambil memencet mencet kepala nya yang serasa mau pecah.. "Lebih baik gue gak cari masalah dulu dech sama tuh cowok bege, dari pada gue pulang dari luar negeri cuma tinggal nama doang." Ucap Vina sambil mewek dan memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya. Sementara Indra masih termenung di ruangan nya sambil jari telunjuk nya berada di atas dahinya, seperti sedang berfikir keras .Namun lamunan nya terhenti saat ponsel nya berdering dan terlihat sebuah pesan masuk, dan membuat wajah Indra seketika berubah menjadi sendu, ia pun membuka pesan masuk nya yang ternyata dari Intan, wanita yang ia cintai selama beberapa tahun ini.

Indra maaf aku ganggu kamu, aku hanya ingin mengatakan pernikahan aku sudah di tetapkan dan 2 minggu lagi. Aku akan menikah dengan pilihan kedua orang tua ku. Aku harap kamu bisa hadir dan merestui pernikahan kami. Intan..

 

Seketika air mata Indra menetes dan ia langsung memejamkan kedua matanya. dan menyandarkan kepalanya di kursi.

 

-

-

-

Sampai disini dulu ya.Mohon dukungan like dan Vote nya karena itu akan sangat membantu saya dalam berkhayal dan menulis kembali

Terima kasih selamat membaca..!!!

Terpopuler

Comments

🌙Huma✨️

🌙Huma✨️

like 💚💚💚

2020-10-22

1

🎀ᵀᵗᵇ'ˢnadyan

🎀ᵀᵗᵇ'ˢnadyan

Hayukk cantik 5 like bertabur
Semangat selalu
Mampir di karyaku yuks "haruskah Cinta dimiliki " "

2020-10-16

1

Erlina Khopiani

Erlina Khopiani

like

2020-10-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!