TERNYATA TEMAN KAMPUS??

Keesokan harinya Indra pun sudah bersiap hendak pergi ke bandara. Ia pun di antar oleh kedua orang tua beserta adik nya. Ferdi dan Dimas pun ikut mengantar Ferdi ke bandara..

Sementara Vina sudah sampai di bandara. Ia pun di antar oleh kedua orang tua nya beserta sahabat nya Santi dan Febi..

"Gue penasaran dech sama anak temen bokap lo yang jadi boss lo itu.." Bisik Santi di telinga Vina..

"Apaan sih.. Lo juga kenal kok sama orang nya.." Ucap Vina sambil berbisik ke telinga Santi juga..

"Lagi ngomongin apaan sih kalian..??" Tanya Febi saat tahu dirinya tak di ajak berbicara sama Vina dan Santi..

"Gak.." Ucap Santi dan Vina serempak sambil tersenyum geli membuat Febi memonyongkan bibir nya. Tak lama kemudian Indra dan rombongan pun tiba. Indra pun langsung menatap Vina dari kejauhan sambil terus menyunggingkan senyum nya. Vina yang melihat Indra tersenyum seperti itu merasa salah tingkah. Ia pun mencoba bersembunyi di balik tubuh Santi..

"Akhirnya tiba juga.." Ucap Pak Tono sambil memeluk Pak Bagus dan di ikuti oleh mama Rosa dan Mama Anggi ibunya Vina.. Tari dan Indra pun menyalami kedua orang tua Vina.. Begitu pun Vina ia langsung menyalami kedua orang tua Indra dan langsung menundukkan pandangan nya saat pandangan nya bertemu dengan indra..

"Loh jadi Vina yang jadi seketaris lo Ndra..??" Tanya Ferdi dengan tatapan tidak percaya..

"Iya jadi cowok gagu yang jadi boss lu Vin..?" Tanya Santi sambil menunjuk Indra..

"Loh kalian saling kenal.." Tanya mama Rosa saat melihat teman teman Ferdi dan Vina..

"Iya tante mereka kan satu universitas dengan kita" Seru Dimas

"Oh begitu.. Kenapa Vina gak pernah ngomong sama papa dan mama sayang..??" Tanya Mama Anggi sambil mengusap rambut Vina..

"Soalnya gak begitu kenal mah.. Beda jurusan .." Ucap Vina sambil tersenyum kemudian menundukkan kepalanya lagi.

"Ohh.. Bagus kalau ternyata kalian satu kampus.." Ucap Pak Bagus sambil menepuk pundak Indra..

"Iya ya.. Jadi saya bisa lebih tenang lagi. Karena mereka juga berteman ternyata.." Ucap pak Tono sambil tertawa bahagia..

"Iya benar pak.. Saya senang mendengar nya." Seru pak Bagus senang.

Indra dan Vina pun pergi meninggalkan keluarga dan sahabat nya.. Keluarga dan sahabat Indra dan Vina pun meninggalkan bandara dan kembali kerumah mereka masing masing...

Setiba nya di singapore Indra langsung menuju hotel yang dekat dengan tempat yang akan ia kunjungi untuk perjalanan bisnis.. Mereka pun menempati kamar hotel berdampingan. Vina langsung merebahkan tubuh nya saat ia tiba di kamar nya. Ia menghela nafas panjang sambil tersenyum ke arah langit langit.

Took Tookk Tokkk.. Tiba tiba terdengar suara ketukan dari luar kamar nya.. Vina pun beranjak dari tempat tidur nya dengan malasnya.

"Tunggu.." Ucap Vina kemudian membukakan pintu kamar nya sedikit namun langsung di lebarkan oleh Indra sehingga membuat tubuh Vina terdorong ke belakang..

"Ngapain lo kesini.??" Tanya Vina dengan tatapan tidak suka..

"Ajarin gue yang kemarin kan belum selesai.." Ucap Indra sambil duduk di tepi kasur dan menepuk nepuk kasur Vina..

"Yang kemarin..?? Apaan ??" Gumam Vina dalam hati sambil mengernyitkan dahinya seperti sedang berfikir namun tiba tiba kedua matanya terlihat begitu membesar sehingga bola matanya seperti hendak keluar..

"Jangan macem macem ya.. Lo itu gak sopan banget sih sana cepat keluar.." Teriak Vina sambil menarik lengan Indra dengan kasar namun tak membuat tubuh Indra bergeming karena tubuh Indra sangat kekar dan berotot sementara tubuh Vina sangat kecil hehehehe..

"Gak sopan apanya.." Ucap Indra tak mengerti..

"Lo mau nerusin yang kemarin kan.. Lebih baik lo cepetan pergi sebelum gue berteriak karena lo mau bersikap kurang ajar sama gue.." Ucap Vina sambil terus melotot ke arah Indra. Seperti tahu apa yang Indra bicarakan padahal mah..

Indra yang seakan mengerti maksud Vina pun hanya tersenyum geli mendengar perkataan Vina..

"Lo tuh yang otak nya mesum. Gue cuma minta ajarin proposal yang kemarin sempat tertunda malah lo teriak teriak gak jelas.." Ucap Indra sambil melentikkan jari telunjuk nya di atas dahi Vina..

"Maksud lo..??" Tanya Vina ragu

"Ohh proposal yang kemarin berkas yang waktu itu.." Ucap Vina cengengesan karena merasa malu..

"Tapi. Kalau lo mau nya yang waktu itu juga gak apa apa kok,, dengan senang hati gue terima.." Ucap Indra sambil mendekatkan wajah nya ke Vina dan tersenyum. Hingga membuat Vina terkejut dan sontak saja memundurkan tubuh nya.

"Apaan sih,, Jangan mulai dech.." Ucap Vina sambil memalingkan wajah nya menyembunyikan segurat senyuman di ujung bibir nya..

Indra pun terkekeh saat melihat tingkah Vina yang dia rasa semakin menggemaskan seiring berjalan nya waktu. Mungkin karena ia sekarang sering bersama Vina. Vina pun mengambil berkas yang di maksud Indra. Mereka pun membahas nya dengan terlihat begitu serius tanpa ada gurauan lagi diantara mereka..

Di rumah Ferdi terlihat mobil papa nya Ferdi berhenti tepat di depan halaman rumah nya. Mereka pun turun dari mobil dan seakan sedang menunggu sesuatu. Tak berapa lama kemudian muncullah sebuah mobil mewah yang sedang mereka tunggu. Keluarlah keluarga Vina dari dalam mobil sambil tersenyum sumringah. Mama Rosa pun langsung menghampiri Mama Anggi dengan senyuman dan langsung memeluk nya sembari mempersilahkan tamu nya itu untuk masuk ke dalam rumah..

Di ruang tamu mereka berbincang begitu hangat sambil sesekali tertawa..

"Saya benar benar terkejut tadi saat tahu tertanya anak kita satu kampus.." Ucap Pak Tono sambil tersenyum lebar..

"Iya pak saya juga lumayan terkejut.." Ucap Pak Bagus sambil manggut manggut..

"Coba kalau Vina belum mempunyai kekasih. Mungkin anak kita bisa bersama ya jeng.." Kata mama Anggi sambil menepuk halus pundak mama Rosa. Dan di di sambut dengan senyuman dari mama Rosa..

"Wahh sayang sekali ya." Kata pak Bagus..

"Memang nya Indra belum punya pacar pak.?" Tanya Pak Tono..

"Sebelum nya sih sudah. Hanya saja baru beberapa bulan yang lalu kekasih nya meninggalkan dia. Ya.Namanya juga anak muda pak.."Ucap Pak Bagus sambil tersenyum sedikit..

Pak Tono dan Mama Anggi pun hanya manggut manggut sambil tersenyum kemudian mereka pun mengobrol sambil menikmati hidangan di meja ..

"Saya pamit ya jeng. Sudah malam.." Ucap Mama Anggi seraya memegang tangan Mama Rosa..

"Iya nih udah malem aja ya. Hahaha gak berasa kita ngobrol sampai lupa waktu.." Seru Pak Bagus

"Yasudah kalau begitu kita permisi pulang dulu ya.." Kata Pak Tono sambil berdiri dan mereka pun sama sama berdiri,, Sambil mengantarkan Mama Anggi dan Pak Tono keluar dan memasuki mobil mereka. Mama Anggi pun membuka sedikit kaca mobil nya kemudian melambaikan tangan nya. Mama Rosa pun membalas lambaian tangan Mama Anggi sambil terus tersenyum..

"Andai saja Vina belum punya kekasih ya pa.." Ucap Mama Rosa sambil menatap kepergian keluarga Vina dengan tatapan kosong..

"Yah mau bagaimana lagi ma,, Walaupun kita berharap mereka bisa bersatu tapi kita gak boleh memaksakan kehendak kita.." Kata pak Bagus sambil menepuk bepuk bahu mama Rosa dan tersenyum. Kemudian mereka pun masuk ke dalam rumah dan menutup pintu..

Terpopuler

Comments

🌙Huma✨️

🌙Huma✨️

like 💚💚💚💚

2020-10-22

1

Erlina Khopiani

Erlina Khopiani

suka

2020-10-13

1

Ismi Kawai

Ismi Kawai

lanjuuttt

2020-10-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!