Sesampainya di kantor, Indra langsung menempati ruangan yang sudah di sediakan oleh papa nya. Ia pun mulai duduk di kursi yang empuk itu sambil memutar mutar kan kursi nya, sehingga tubuhnya ikut berputar. Kursi nya berhenti berputar di saat papa nya datang memasuki ruangan nya.
"Kamu disini bukan untuk main main.." Ucap Papa nya sambil duduk di depan Indra dan menyerahkan setumpuk map yang dari tadi ia pegang.
Indra hanya cengengesan dan langsung membuka isi dari map yang tadi papa nya kasih. Ia langsung manggut manggut tanda mengerti karena Indra pun kuliah di bidang management dan bisnis, sehingga ia sudah tidak asing lagi dengan kertas yang ia baca..
"Ok pa mengerti.." Ucap Indra sambil menutup map nya kembali.
"Papa harap kamu bisa bekerja dengan serius. Oh ya nanti kamu papa kasih sekertaris, yang nanti nya akan membantu meringankan tugas kamu. kebetulan dia juga anak nya temen papa. Seharusnya sebentar lagi dia akan sampai." Ucap papa nya sambil melihat jam di tangan nya. Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu
"Masuk." Ucap Pak Bagus
Pintu pun terbuka, Pak Bagus hanya tersenyum saat melihat sesosok wanita yang begitu manis berada di hadapan nya.
"Vina udah dateng." Ucap pak Bagus seraya mendekati Vina yang tersenyum dan langsung memeluk nya..
"Eh iya Om, maaf agak telat, soalnya tadi di jalanan sedikit macet." Ucap Vina sambil terus tersenyum
"Iya gak papa, Om ngerti kok. Oh ya kenalin. Ini anak Om, nama nya Indra. Ia sekarang akan membantu perusahaan Om dan menjadi boss kamu. Om harap kamu bisa membantu anak Om di sini." Ucap pak Bagus sambil memperkenalkan..
Vina pun tersenyum dan menjulurkan tangan nya ke arah Indra. Indra pun ikut menjulurkan tangan nya menyentuh tangan Vina dan tersenyum ke arah Vina. Namun senyuman di bibir mereka seketika sirna saat wajah mereka saling berhadapan. Wajah tegang dan kaget bercampur aduk sehingga membuat Indra mengeratkan pegangan tangan nya ke Vina hingga Vina memekik kesakitan..
"Aww.."Teriak Vina kesakitan sambil mencoba melepaskan tangan nya yang di remas keras Indra
Indra terus menggenggam tangan Vina, sambil membulatkan kedua matanya, sehingga membuat papa nya marah..
"Indra ...Apa apaan sih kamu." Teriak papa nya
"Maaf Pa habis nya tangan nya lembut banget, jadi kirain sudah di lepas." Ucap Indra sambil melepaskan tangan Vina yang sudah berubah kemerahan.
Vina yang sedikit kesal menahan emosi nya di hadapan Om Bagus. Karena Vina menghormati teman papa nya itu.
"Kamu gak apa apa..?" Tanya pak Bagus khawatir.
"Gak kok Om, aku gak apa apa." Ucap Vina mencoba tersenyum, namun masih merasakan kesakitan.
"Inget ya Ndra, Vina ini anak nya Om Tono. Teman papa. Jadi kamu gak boleh sembarangan mengasarinya. Dia bekerja disini karena Papa yang minta sama Om Tono, jadi kamu gak boleh bersikap kurang ajar apalagi menjahilinya." Ucap Pak Bagus sambil meninggalkan ruangan Indra.
Indra yang sedari tadi memperhatikan Vina pun hanya mendengus kecil, dan langsung duduk di kursinya kembali sambil terus memperhatikan Vina.
"Cewek rese ini dateng sendiri buat nganterin nyawanya." Ucap Indra dalam hati sambil terus memandang ke arah Vina dengan tatapan sinis nya.
"Cowok kurang ajar ini bagaimana bisa jadi anak nya Om Bagus yang baik hati. Kalau bukan karena permintaan Papa dan Om Bagus yang baik itu, mana mau aku jadi sekertaris cowok gak jelas ini." Ucap Vina sambil melototi Indra dengan tatapan yang penuh amarah, namun tatapan amarah itu langsung berubah menjadi senyuman yang manis disaat Om Bagus masuk kembali ke ruangan Indra..
"E. Vina, kamu ikut om dulu sebentar.." Ucap Pak Bagus sambil membuka pintu
"Ba.. Baik om.." Ucap Vina yang langsung menyusul Pak Bagus dengan setengah berlari. Namun sebelum ia menutup pintu ia kembali menatap Indra dengan tatapan tajam nya, kemudian ia langsung menutup pintu dan mengikuti pak Bagus dari belakang.
Indra tersenyum sinis sambil manggut manggut, saat tahu sekertaris nya itu orang yang rese, yang menyebabkan ia tak mempunyai uang seperak pun saat di kantin.
"Bagus juga dia ada disini, sehingga gue bisa dengan mudah nya membalas apa yang sudah dia perbuat sama gue." Ucap Indra sambil tersenyum bahagia.
Sesampainya di ruangan Pak Bagus, Vina pun langsung memeluk seorang pria yang bertubuh tegap yang sudah ada di ruangan Pak Bagus, yang ternyata adalah ayah nya Vina..
"Papa..."
"Sayang.. Gimana, udah ketemu sama anak nya Om Bagus.?" Tanya pak Tono
"Udah pa." Ucap Vina singkat
"Kamu harus bantu Om Bagus ya nak. Itung itung kamu belajar di perusahaan Om Bagus, sebelum kamu bisa bantu di perusahaan Papa nanti."
Vina hanya mengangguk pelan dan tersenyum kembali..
"Vina ini anaknya manis dan manja, saya suka banget sama anak kamu Ton.." Seru pak Bagus.
"Hahahaha iya emang, Vina ini sangat manja dari kecil. Jadi terkadang ada saja ulah nya yang jahil.." Ucap pak Tono sambil membelai rambut Vina.
"Kapan aku jahil nya sih pa.." Protes Vina sambil cemberut. Pak Bagus pun tertawa dan terlihat senang dengan kehadiran Vina. Mereka pun mengobrol dengan sangat santai dan akrab, dengan sesekali terdengar suara tertawa mereka. Sementara Vina pamit untuk bekerja dan mulai membantu Indra. Baru saja Vina hendak duduk tiba tiba telepon yang ada di meja nya berdering, iya pun langsung mengangkat nya.
"Hallo.." Sapa Vina sambil mengangkat gagang telepon
"Bikinin kopi tidak pahit juga tidak manis jangan lama lama .!!" Petintah Indra dan langsung menutup telepon nya, tanpa membiarkan Vina menjawab. Vina pun mendengus kesal oleh perbuatan Indra.
"Bikinin kopi tidak pahit tidak manis.." Ucap Vina menirukan Ucapan Indra dengan bibir yang di monyongin. Kemudian ia pun terlihat tersenyum dengan mata yang menatap ke atas, lantas ia pun menuangkan sesuatu ke dalam gelas kopi nya Indra dan membawa nya ke ruangan Indra.
"Nih kopinya.." Ucap Vina sesampainya di depan meja Indra, seraya menaruh kopinya di atas meja..
Indra pun langsung meminum kopinya tanpa menoleh ke arah Vina. Namun baru beberapa tenggakan Indra menyemburkan kopi nya dengan sangat cepat dan membuat Vina tertawa.
"Kopi apaan ini, rasa nya asin banget, kaya lagi makan garem. Bisa bikin kopi gak sih lu" Ucap Indra mengumpat kesal.
"Lah kan tadi Lu sendiri yang bilang nya gak pahit gak manis, berarti asin boleh dong" Ucap Vina sambil tersenyum ke gelian..
"Lo berani ngerjain gua lagi.." Ucap Indra sambil hendak memukul Vina. Namun Vina dengan sigap menjauh dari jangkauan Indra sambil terus tertawa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Naoki Miki
haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
Cuss bacaa jan lupa tingglkan jejaak🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
2020-10-24
1
🌙Huma✨️
like 💚
2020-10-19
2
Erlina Khopiani
semangat
2020-10-13
1