Di kantor Indra meletakkan bingkisan yang dari Dewi di atas meja nya. Kemudian ia pun hendak membuka bungkusan yang dari tadi ia bawa namun ia urungkan saat Vina masuk ke dalam ruangan nya..
"Lo manggil gue.." Ucap Vina sambil berdiri di depan Indra.
"Duduk.." Indra mempersilahkan Vina untuk duduk sambil melipat kedua jarinya ke depan
"Iya." Ucap Vina cemberut.
"Emm..Nih buat lo." Ucap Indra sambil memberikan sebuah bungkusan yang sudah tertutup bungkus kado.
"Gue lagi gak ultah." Ucap.Vina
"Iya emang kado itu buat ultah aja." Ucap Indra sambil menatap Vina dengan tatapan yang dalam.
"Terus.."
" Itu sebagai bentuk terima kasih gue atas dedikasi elu selama ini buat gue."
"Terima kasih." Ucap Vina sambil mengambil bungkusan nya dengan senyum sumringah. Namun tangan Indra ikut memegang tangan Vina hingga membuat Vina terperanjat.
Sejenak tatapan mereka saling beradu.. Hingga akhir nya Indra melepaskan tangan nya dari tangan Vina dengan gugup..
"Maaf." Ucap Indra gugup dan kemudian matanya seperti mencari sesuatu ke atas dan ke samping.
Vina juga meraskan hal yang sama seperti Indra. Ia juga terlihat gugup dan akhirnya memutuskan keluar dari ruangan Indra dengan ter buru buru sambil membawa bingkisan nya.
Vina pun merasa lega saat keluar dari ruangan Indra dan langsung duduk di atas kursi nya. Ia kemudian menatap bingkisan itu dengan sangat senang. Kemudian ia mulai mencoba membuka bingkisan nya ia pun terlihat terkejut saat melihat isi nya.
Sementara Indra pun merasa lega saat Vina sudah keluar dari ruangan nya. Ia terus memegang dada nya dan merasakan getaran yang dahsyat di dalam dada nya. Kemudian pandangan nya tertuju pada bingkisan yang ada di atas meja nya. Kemudian ia pun terkejut saat melihat bingkisan nya yang akan di berikan pada Vina masih ada di atas meja nya. Ia pun langsung keluar dan langsung menuju meja Vina..
"Vin. Tadi itu.. Emm em elo.." Ucap Indra terbata bata.
"Terima kasih ya Ndra. Kok lu tahu sih gue suka sama jam tangan ini. Udah lama banget gua kepengen beli jam tangan ini. Tapi gak di bolehin sama bokap gue karena ini jam tangan cowok." Ujar Vina senang.
"Vina seneng banget dapet kado dari Dewi.." Gumam Indra dalam hati.
"Emm ada apa Ndra..?" Tanya Vina saat melihat expresi Indra.
"E... Ini gue mau kasih lo hadiah lagi."
"Lagi..?" Tanya Widia tak percaya.
Indra hanya mengangguk dan menyerahkan bingkisan yang ia siapkan buat Vina. Vina pun mengambil nya dengan senang hati..
"Buka ya.." Ucap Vina yang di jawab oleh anggukan Indra..
Vina pun membuka bingkisan nya dengan penuh semangat. Ia terkesiap saat melihat isi di dalam bingkisan nya. Ia pun tersenyum karena ia mendapatkan sebuah tas yang cukup mahal.
"Terima kasih ya.." Ucap Vina dengan tersenyum lebar.
"Iya sama sama. Emm kalau gitu gue masuk ke dalam dulu ya.." Ucap Ferdi dan Vina pun menganggukan kepala nya dengan sangat cepat sambil memegang tas dan jam tangan yang ia suka..
"Untung aja dia gak curiga.." Ucap Indra saat duduk di kursi nya sambil mengelus elus dada nya..
Keesokan harinya Vina hendak pergi ke kampus. Ia mengenakan jam tangan dan tas pemberian Indra. Ia menatap ke cermin dengan senyuman yang mengembang di bibir nya kemudian keluar dari kamar dan bergabung bersama papa dan mama nya..
"Pagi Pa.. Ma.." Sapa Vina sambil tersenyum dan langsung duduk di meja makan berhadapan dengan mama nya..
"Pagi." Ucap papa mama nya serempak..
"Wah Anak mama hari ini bahagia banget kayaknya.." Ucap Mama sambil tersenyum menatap anak nya.
"Iya dong Ma.." Ucap Widia sambil terus tersenyum.
"Ada apa sama anak mama ini ya.." Goda Mama Anggi.
"Emmm... Taraaa.." Ucap Vina sambil memperlihat kan pergelangan tangan nya dan sebuah tas yang terselempang di bahu nya..
"Wahh. Cantik sekali tas nya. Jam tangan nya juga unik..." Ucap Mama Anggi seperti terkesima.
"Papa kan udah pernah bilang. Jangan habiskan uang dengan percuma apalagi cuma buat beli jam tangan cowok seperti itu.." Ucap Pak Tono dengan tatapan tidak suka saat melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan anak nya itu.
"Papa tenang aja, Vina gak menghambur hamburkan uang papa dengan percuma kok. Lagian Vina gak beli kok.." Ucap Vina santai..
"Terus kamu dapet dari mana Nak ." Ucap Mama Anggi keheranan.
"Hmm Ini dari Indra.." Ucap Vina sambil mengoles roti nya dengan selai..
"Indra..?" Tanya Mama Anggi yang terkejut namun langsung tersenyum sumringah begitu juga dengan Pak Tono yang ikut tersenyum sambil manggut manggut..
"Kamu gak minta di beliin kan sama Indra.." Ucap Pak Tono lagi sambil menatap putri nya dengan serius.
"Gak lah Pa.. Emang nya Indra itu siapa Vina sampai Vina harus minta sama dia. Jadi, dia itu kasih Vina hadiah karena Vina selama ini udah bantuin dia dalam bekerja." Ucap Vina membanggakan dirinya..
"Baguslah kalau kamu seperti itu." Ucap Pak Tono..
"Mama seneng denger nya. Ternyata Indra itu cukup perhatian juga ya sampai tahu apa yang kamu suka.." Ucap Mama
Vina ridak menjawab. Ia hanya tersenyum dan mengangguk namun dalam pikiran nya ia pun seperti memikirkan ucapan mama nya tentang Indra..
iya yah kenapa tuh orang bisa tahu tentang apa yang gue suka. Apa jangan jangan.... Aaahhh mikir apa sih gue, gak mungkin juga kan dia suka sama gue, tapi kalau beneran suka bagaimana..? Kata kata itu terus terngiang di pikiran Vina hingga Vina menggeleng gelengkan kepala dan membuat kedua orang tua nya menatap nya dengan keheranan..
Vina pun pergi ke kampus di antarkan supir nya. Karena tadi pagi pagi sebelum sarapan Indra sudah mengirimi nya pesan kalau hari ini tidak bisa menjemput Vina karena dia harus pergi ke kampus
Di kampus Indra sedang mencari seseorang dan langsung berhenti saat melihat orang yang ia cari sedang berada di perpustakaan. Ia pun langsung masuk ke perpustakaan dan menghampiri Dewi..
" Dewi.." Panggil Indra
"Ya.." Ucap Dewi sambil menoleh ke arah Indra. Dan langsung gugup saat melihat orang yang memanggil nya ternyata orang yang ia sukai..
"E..I inndraaa.." Ucap Dewi sedikit gugup.
"Terima kasih ya.." Ucap Indra sambil duduk di hadapan Dewi dan tersenyum..
Dia tersenyum ke gue,, dan bilang terima kasih ke gue.. Oh my god apa gue sedang bermimpi sekarang" Pikir Dewi dalam hati sambil menatap Indra dengan tatapan yang terkesima..
"Emm Gua suka kado elu. Pokok nya terima kasih banget ya.." Ucap Indra sambil memegang kedua tangan Dewi. Hingga membuat Dewi semakin dag dig dug di buat nya..
"Wi. Lo dengerin gue kan..?" Tanya Indra lagi sambil menatap Dewi dengan heran..
"E.. Eiya gue denger kok.." Ucap Dewi terbata bata..
"Yaudah kalau gitu gue cabut dulu ya.." Ucap Indra sambil tersenyum kemudian berlalu meninggalkan Dewi yang masih terdiam seakan tak percaya dengan apa yang barusan terjadi sama diri nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
ARSY ALFAZZA
next
2020-11-03
1
Erlina Khopiani
like
2020-10-21
1
Eda Sally
5 like lagi..semangat😍
2020-10-09
1